
<h2><strong>Musibah Terbesar</strong></h2>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">وإنَّ من أشدِّ العُقوبة للمرء أن يخفى عليه عيبُه، لأنّه ليس بمُنقلعٍ عن عيبه من لم يعرفه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Termasuk musibah terbesar seorang manusia adalah tidak mengetahui kekurangan dirinya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> Karena tidak akan memperbaiki diri orang yang tidak tahu kekurangan diri.” (Nasihat Ibnu Hibban dalam Raudhatul Uqala’ hlm 100) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak tahu kekurangan diri kita, lembaga kita, organisasi kita dll adalah sebab munculnya ghurur atau tertipu diri sendiri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selanjutnya akan muncul dalam diri kita ujub atau bangga dengan diri sendiri. Hasil akhirnya adalah kesombongan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara ciri orang sombong adalah tidak pernah mau menerima saran dari orang lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Inilah awal petaka karena tidak ada orang yang sempurna.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kiat penting agar kita tahu kekurangan diri adalah minta orang lain mengkritik kita. Selanjutnya terima kritik dengan lapang dada. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kritik orang lain itu bagaikan obat pahit karena adil/objektif kepada diri sendiri adalah hal yang sangat sulit.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;"> </span><span style="font-weight: 400;">Akan tetapi mengkonsumsi obat pahit ini satu hal yang sangat manfaat untuk bisa meningkatkan kualitas diri.</span></p>
 