
<p>Ada beberapa hal yang harus diimani oleh seorang Muslim pada Nabi Isa <em>‘alaihis salam </em>yang kami rinci satu per satu berikut ini.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Pertama:</span></h4>
<p>Orang Muslim itu wajib beriman pada Isa. Muslim harus percaya pada Isa, barulah ia masuk surga.</p>
<p>Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ ، وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ ، أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ ، وَرُوحٌ مِنْهُ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ ، أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنَ الْعَمَلِ</p>
<p>“<em>Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya; begitu juga bersaksi bahwa ‘Isa adalah hamba Allah dan Rasul-Nya, serta kalimat-Nya (yaitu Allah menciptakan Isa dengan kalimat ‘kun’, -pen) yang disampaikan pada Maryam dan ruh dari-Nya; juga bersaksi bahwa surga dan neraka benar adanya; maka Allah akan memasukkan-Nya dalam surga apa pun amalnya</em>.” (HR. Bukhari no. 3435 dan Muslim no. 28)</p>
<p>Dalam lafazh Muslim disebutkan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَدْخَلَهُ اللَّهُ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةِ شَاءَ</p>
<p>“<em>Allah akan memasukkannya ke pintu surga mana saja dari delapan pintu yang ia suka</em>.”</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Kedua: </span></h4>
<p>Isa bukanlah Tuhan dan bukanlah anak Tuhan.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ</p>
<p>“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam.” (QS. Al-Maidah: 72)</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ</p>
<p>“<em>Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?</em>” (QS. At-Taubah: 30)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Ketiga:</span></h4>
<p>Bahkan Isa sendiri menyatakan bahwa ia adalah hamba Allah. Ia menyatakan hal ini ketika masih berada dalam gendongan, dapat berbicara dengan izin Allah.</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِي الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا</p>
<p>“<em>Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.</em>” (QS. Maryam: 30)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Keempat:</span></h4>
<p>Isa mengajak untuk menyembah Allah, bukan menyembah dirinya. Allah Ta’ala berfirman,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرائيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ</p>
<p>“<em>Padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun</em>.” (QS. Al-Maidah: 72)</p>
<p><em>Masih bersambung insya Allah …</em></p>
<p>Semoga Allah terus memperbaiki iman kita.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun menjelang Ashar, 14 Rabi’ul Awwal 1437 H di <a href="http://darushsholihin.com/">Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul</a></p>
<p>Oleh Al-Faqir Ila Maghfirati Rabbihi: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
 