
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><b>Khutbah Pertama:</b></span></span></p>
<p class="arab">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، يَقْبِلُ التَائِبِيْنَ، وَيَغْفِرُ ذُنُوْبَ المُذْنِبِيْنَ، وَيَشْكُرُ لِلطَّاعِيِيْنَ وَهُوَ الغَفُوْرُ الشَكُوْرُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، يُحْيِ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٍ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَلْبَشِيْرُ النَّذِيْرُ وَالسِرَاجُ المُنِيْرُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا.</p>
<p class="arab">أَمَّا بَعْدُ:</p>
<p class="arab">أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Kaum muslimin rahimakumullah,</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Nama Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> yang agung ini disebutkan dalam ayat berikut ini:</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: medium;">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ اللَّهُ الصَّمَدُ</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">“<span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Katakanlah: Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah adalah ash-Shamad (Penguasa Yang Maha Sempurna dan bergantung kepada-Nya segala sesuatu).” (QS. al-Ikhlash/112:1-2).</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Dan dalam sebuah hadits yang shahih, Rasulullah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda kepada para sahabat </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>radhiyallahu ‘anhum</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">: “Apakah kalian tidak mampu membaca sepertiga Alquran dalam satu malam?” Maka para sahabat </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>radhiyallahu ‘anhum</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> merasakan hal itu sangat berat sehingga berkata: “Siapa di antara kami yang mampu melakukan hal itu wahai Rasulullah?” Rasulullah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> bersabda: “Surat Allah al-Wahid ash-Shamad adalah (sebanding dengan) sepertiga Alquran.” (HR. al-Bukhari).</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Ibadallah,</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Ibnu Faris </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> menjelaskan bahwa asal kata nama ini menunjukkan dua makna, salah satunya adalah al-qashdu (tujuan). Maksudnya, orang yang dinamakan dengan ini adalah pemimpin yang dijadikan rujukan dalam semua urusan. Kemudian Ibnu Faris </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> menyatakan, “Allah yang maha agung kemuliaan-Nya adalah ash-Shamad karena semua doa dan permohonan hamba-Nya ditujukan kepada-Nya.”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Al-Fairuz Abadi </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> menjelaskan bahwa termasuk makna ash-Shamad secara bahasa adalah as-sayyid (pemimpin) karena selalu dijadikan rujukan, juga berarti yang kekal dan mulia.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Demikian juga Ibnu Manzhur </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> menyebutkan bahwa makna ash-Shamad adalah yang dituju dan dijadikan sandaran.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Sementara itu, Ibnul Atsir </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> berkata, “Nama Allah ash-Shamad artinya as-sayyid (penguasa) yang mencapai puncak kemahakuasaan. Ada yang berpendapat: artinya adalah yang maha kekal abadi…Dan ada yang mengatakan: artinya adalah yang dituju oleh semua makhluk dalam segala kebutuhan mereka.”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Oleh karena itu, dahulu bangsa Arab menamakan para pemimpin mereka dengan ‘ash-shamad’ karena menjadi tempat tujuan orang-orang yang mempunyai keperluan dan sifat kepemimpinan terhimpun pada diri mereka”.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Kaum muslimin yang dirahmati Allah,</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Imam Ibnu Jarir ath-Thabari </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> dalam tafsir beliau meriwayatkan keterangan seorang sahabat yang mulia, Abdullah bin Abbas </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>radhiyallahu ‘anhu</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> yang berkata, “Ash-Shamad adalah penguasa yang maha sempurna kekuasaan-Nya, maha mulia yang sempurna kemuliaan-Nya, maha agung yang sempurna keagungan-Nya, maha penyantun yang sempurna sifat kesantunan-Nya, maha kaya yang sempurna kekayaan-Nya, maha perkasa yang sempurna keperkasaan-Nya, maha mengetahui yang sempurna pengetahuan-Nya, dan maha bijaksana yang sempurna hikmah/kebijaksanaan-Nya. Dialah yang maha sempurna dalam semua bentuk kemuliaan dan kekuasaan. Dialah Allah yang maha suci dan sifat-sifat ini hanyalah pantas (diperuntukkan) bagi-Nya.”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Lebih lanjut, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>rahimahullah</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> memaparkan, “ash-Shamad adalah penguasa yang sempurna kekuasaannya. Oleh karena itu, dulu orang Arab menamakan pemimpin mereka dengan nama ini, karena banyaknya sifat terpuji yang terkumpul pada diri orang tersebut. Jadi, ash-Shamad adalah dzat yang dijadikan sandaran oleh hati manusia dalam ketakutan dan pengharapan mereka, karena banyaknya sifat baik dan terpuji yang terhimpun padanya. Karenanya, mayoritas ulama Salaf, di antaranya Abdullah bin ‘Abbas </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>radhiyallahu ‘anhu</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> berkata: “ash-Shamad adalah penguasa yang maha sempurna kekuasaan-Nya…”.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Subhanahu wa Ta’ala</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">, Dialah penguasa tunggal, tempat menyandarkan segala kesulitan dan kebutuhan, Dialah Yang Maha Suci dan Tinggi dari menyerupai sifat-sifat makhluk, seperti makan, minum dan sebagainya…”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Keterangan di atas menunjukkan bahwa ash-Shamad adalah termasuk nama Allah yang menunjukkan makna beberapa sifat kemuliaan, dan bukan hanya satu sifat. Ini sekaligus menggambarkan betapa banyak sifat keagungan dan kesempurnaan milik Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">. </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Atas dasar itu, keterangan para ulama salaf dalam mengartikan nama Allah yang agung ini berbeda-beda. Dan semua makna yang dipaparkan adalah benar dan hanya pantas diperuntukkan bagi Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Semua makna tersebut adalah benar dan merupakan sifat-sifat Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">.”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Yang lebih tepat adalah mengartikan kata ash-Shamad dengan semua makna yang diterangkan oleh para ulama. Karena kata ini mencakup semua makna tersebut. Maka, ini mengandung kensekuensi tidak ada yang berhak disebut ash-Shamad kecuali Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Subhanahu wa Ta’ala</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">, Yang Maha Agung dan Kuasa atas segala sesuatu. Nama ini khusus diperuntukkan bagi-Nya semata. Dialah yang memiliki nama-nama yang maha indah dan sifat-sifat yang maha tinggi.”</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِجَمِيْعِ المُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ.</p>
<p><strong>Khutbah Kedua:</strong></p>
<p class="arab">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى فَضْلِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَسَلَّمَ تَسْلِيْماً كَثِيْرًا،</p>
<p class="arab">أَمَّا بَعْدُ:</p>
<p class="arab">أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى،</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Ibadallah,</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Jika seorang hamba mengetahui bahwa Rabbnya Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>Subhanahu wa Ta’ala</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">, memiliki semua sifat mulia dan sempurna. Dia Maha Perkasa dan tidak ada sesuatu pun yang bisa mengalahkan-Nya. Dialah tempat bersandar dan bergantung semua makhluk-Nya, sehingga tidak ada cara untuk menyelamatkan diri dari kemurkaan-Nya kecuali dengan kembali kepada-Nya. Dan Dialah satu-satunya yang dituju oleh semua makhluk untuk memenuhi segala kebutuhan, permintaan dan pengharapan mereka, maka ini akan menjadikan hamba tersebut selalu bersandar kepada-Nya semata. Tidak meminta pemenuhan hajatnya kecuali kepada-Nya. Tidak beribadah kecuali hanya kepada-Nya. Serta tidak meminta pertolongan dan berserah diri dalam segala urusannya kecuali hanya kepada-Nya. Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> berfirman: </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: medium;">أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ</span></span></p>
<p align="JUSTIFY">“<span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada sembahan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).” (QS. an-Naml/27:62). </span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Inilah makna sabda Rasulullah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">, yang artinya, “Jika kamu meminta maka mintalah kepada Allah, dan jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada-Nya” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan selain keduanya).</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Bahkan ini merupakan inti kandungan dari Alquran yang suci, yang tertuang pada firman Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">:</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: Tahoma;"><span style="font-size: medium;">إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ </span></span></p>
<p align="JUSTIFY">“<span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.” (QS. al-Fatihah/1:5).</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Salah seorang Ulama Salaf berkata, “Surat al-Fatihah adalah inti kandungan Alquran dan inti kandungan al-Fatihah adalah ayat ini”.</span></span></p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">Khotib akhiri khotbah ini dengan memohon kepada Allah </span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"><i>‘Azza wa Jalla</i></span></span><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;"> dengan nama-nama-Nya yang maha indah dan sifat-sifat-Nya yang maha sempurna, agar senantiasa menganugerahkan kepada kita petunjuk dan taufik-Nya dan memudahkan kita untuk memahami dan mengamalkan kandungan dari sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Wallahu a’lam</span></span></p>
<p class="arab">ثُمَّ اعْلَمُوْا عِبَادَ اللهِ، أَنَّ خَيْرَ الحَدِيْثِ كِتَابَ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُّ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ.</p>
<p class="arab">وَعَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ، فَإِنَّ يَدَ اللهِ عَلَى الْجَمَاعَةِ وَمَنْ شَذَّ شَذَّ فِي النَّارِ(إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا) اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ اَلرَّاشِدِيْنَ، اَلْأَئِمَّةَ المَهْدِيِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ، وَعُمَرَ، وَعُثْمَانَ، وَعَلِيٍّ، وَعَنِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنِ التَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ وَعَنَّا مَعَهُمْ بِمَنِّكَ وَفَضْلِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p class="arab">اَللَّهُمَّ انْصُرْ الإِسْلَامَ وَالمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَاجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِناً مُطْمَئِنّاً وَسَائِرَ بِلَادِ المُسْلِمِيْنَ عَامَةً يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَلِيَّ عَلَيْنَا خِيَارَنَا، وَكْفِيْنَا شَرَّ شِرَارَنَا، وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا مَا لَا يَخَافُكَ وَلَا يَرْحَمُنَا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْ وَلِيَتَنَا فِيْمَا خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِمَا فِيْهِ خَيْرَ صَلَاحِ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ وَفِّقْ إِمَامَنَا لِمَا فِيْهِ صَلاَحِهِ وَصَلَاحِ الْإِسْلَامِ وَالْمُسْلِمِيْنَ، اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ بِطَانَتَهُ وَجُلَسَائِهِ وَمُسْتَشَارِيْهِ وَأَبْعِدْ عَنْهُ بِطَانَةً السُّوْءِ وَالمُفْسِدِيْنَ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ، ( رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنْ الْخَاسِرِينَ).</p>
<p class="arab">عبادَ الله، (إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ)،(وَأَوْفُوا بِعَهْدِ اللَّهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلا تَنقُضُوا الأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمْ اللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلاً إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ)، فاذكروا اللهَ يذكُرْكم، واشكُروه على نعمِه يزِدْكم، ولذِكْرُ اللهِ أكبر، واللهُ يعلمُ ما تصنعون.</p>
<p align="JUSTIFY"><span style="font-family: serif;"><span style="font-size: medium;">(Diadaptasi dari tulisan Ustadz Abdullah Taslim di majalah As-Sunnah Edisi 06/Tahun XIV/1431/2010M).</span></span></p>
 