
<h2>Naungan di Padang Masyhar</h2>
<p> </p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ – أَوْ قَالَ: يُحْكَمَ بَيْنَ النَّاسِ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Nabi bersabda, “Setiap orang itu akan berada di bawah naungan sedekahnya selama di padang mahsyar sampai ada keputusan untuk manusia, masuk surga atau neraka.” (HR Ahmad) </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Yazid bin Abu Habib, salah satu perawi hadits mengatakan bahwa gurunya Abu Khoir setiap hari bersedekah baik dengan kue, bawang atau lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ketika manusia dibangkitkan dari alam kubur dan kumpul di padang masyar, matahari demikian dekat dengan kepala manusia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Manusia demikian menderita karenanya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak ada orang yang merasakan kenyamanan pada hari itu kecuali orang yang memiliki amal yang menyebabkan dia mendapatkan naungan di hari yang demikian terik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Amal penting yang menjadi naungan bagi pelakunya adalah sedekah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semakin hebat kualitas dan kuantitas sedekah naungan tersebut akan semakin nyaman.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sedekah hebat adalah sedekah yang dilakukan sekali namun pahalanya mengalir tiada henti. Itulah wakaf, baik wakaf tanah ataupun wakaf bangunan.</span></p>
 