
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Assalamu `alaikum. Ustadz, saya mau tanya. Bagaimana hukum onani pada saat puasa Ramadan, apakah kafaratnya sama dengan melakukan hubungan suami-istri? Terus, kalau dulu tidak tahu hukumnya karena belum<em> ngaji</em>, bagaimana? Setelah ikuti kajian-kajian jadi tahu hukumnya, apakah harus membayar kafarat pada saat tahu atau bagaimana? Makasih. <em>Wassalamu `alaikum</em>.</p>
<p><em>Wiwi Anggraeni (wiwi**@***.com)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam.</em></p>
<p><strong>Fatwa Lajnah Daimah (Komite Tetap untuk Studi Islam dan Fatwa Arab Saudi)</strong>,</p>
<p>“Onani di bulan Ramadan dan selain bulan Ramadhan, hukumnya haram. Tidak boleh dilakukan, berdasarkan firman Allah, menceritakan sifat orang yang beriman,</p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><strong>وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ</strong></p>
<p>‘<em>Dan orang-orang yang menjaga kemaluan mereka. Kecuali kepada istri atau hamba sahaya mereka, karena itu mereka tidak tercela. Barang siapa yang mencari selain itu maka mereka itulah orang yang melampaui batas</em>.’ (Q.s. Al-Mu’minun:5–7)</p>
<p>Orang yang melakukan tindakan ini di siang hari<strong> Ramadan</strong>, sementara dia sedang puasa, wajib bertobat kepada Allah, dan wajib mengganti puasa di hari saat dia melakukan onani. Akan tetapi, tidak ada kewajiban kafarah, karena kewajiban membayar <strong>kafarah</strong> hanya untuk pelanggaran melakukan hubungan suami-istri. <em>Wa billahittaufiq</em>.</p>
<p><em>Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa alihii wa shahbihi wa sallam</em>.” (<em>Fatwa Lajnah</em>, no. 2192)</p>
<p>Jika dia benar-benar belum tahu hukumnya maka dia tidak berdosa. Akan tetapi, puasanya tetap batal karena dia sengaja dan wajib di<em>qadha</em> di hari yang lain.</p>
<p>Sebagaimana hal ini pernah ditanyakan kepada Lajnah Daimah, tentang orang yang melakukan hubungan badan di siang hari Ramadan dan dia tidak tahu bahwa itu terlarang.</p>
<p>Lajnah Daimah menjawab, “Wajib bagi Anda untuk membayar kafarah sesuai dengan jumlah hari saat terjadi hubungan suami-istri, juga meng<em>qadha</em> hari puasa yang dibatalkan disebabkan melakukan onani, karena ini termasuk pembatal puasa.” (<em>Fatwa Lajnah</em>, no. 16087)</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">oleh Ustadz Ammi Nur Baits</a> (Dewan Pembina <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">Konsultasi Syariah.com</a>).</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 