
<h2><span style="font-weight: 400;">Orang Kaya Yang Celaka</span></h2>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">الا إن أشد الناس حسرة يوم القيامة رجل آتاه الله مالا فبخل به عما أمره الله فيه فورثه بعده وارث عمل فيه بطاعة الله فهو ينظر إلى كسبه في ميزان غيره</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hasan Al-Bashri mengatakan, “Ingatlah, orang yang paling menyesal pada hari Kiamat adalah seorang yang Allah berikan kepadanya harta yang berlimpah namun dia pelit dengan hartanya sehingga dia tidak melaksanakan kewajiban Allah terkait harta. Setelah meninggal dunia harta tersebut diwarisi oleh orang yang melakukan ketaatan dengan harta tersebut. Akhirnya pada hari Kiamat dia melihat harta yang merupakan hasil jerih payahnya ada di timbangan amal orang lain.” (Min Akhbar Salaf hal. 107, Maktabah ar-Rusyd)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tidak semua amal kebaikan anak otomatis menjadi pahala bagi orang tua. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang tua yang memberi keteladanan pelit dengan harta tidak mendapatkan pahala sedekah anaknya yang dermawan meski anak tersebut bersedekah dengan harta warisan dari orang tuanya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bersedekah adalah amal sholih yang sangat besar pahalanya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Oleh karena itu termasuk orang yang paling menyesal pada hari Kiamat adalah orang yang diberi kesempatan untuk bersedekah namun dia tidak memanfaatkannya. Akhirnya kesempatan itu diambil oleh orang lain.”</span></p>
 