
<p>Ada yang mengatakan:</p>
<blockquote><p>“Apabila hidupmu terasa hampa dan tidak teratur, maka mulailah dengan memperbaiki cara shalatmu dan waktu shalatmu”</p></blockquote>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/210-beberapa-kesalahan-dalam-masjid.html">Inilah Beberapa Kesalahan Dalam Masjid</a></span></p>
<p>Ada benarnya juga karena cara shalat adalah cara kita menghadap kepada Allah, cara kita berinteraksi meminta dan memelas kepada Allah. Apabila caranya salah atau kurang tepat, tentu shalat kita kurang pahalanya.</p>
<p>Untuk menghadap raja, presiden dan pejabat saja, ada tata cara dan aturannya. Itu wajib diketahui oleh siapa saja yang akan menghadap, baik itu aturan baju, aturan waktu sampai posisi dan gestur tubuh ketika menghadap. Apa jadinya kalau kita menghadap raja atau presiden tidak pakai tata cara yang benar? Tentu kita ditolak bahkan bisa jadi diusir.</p>
<p>Mari kita menuntut ilmu dan belajar kembali tata cara shalat yang benar (sifat shalat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>). Terutama bagi mereka yang baru hijrah atau mereka yang ingin memperbaiki hidupnya. Hendaknya kita tidak mengandalkan ilmu tata cara shalat ketika di bangku sekolah umum saja, tapi tetap sempurnakanlah!</p>
<p>Kita diperintahkan shalat dengan tata cara yang telah diajarkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺻَﻠُّﻮﺍ ﻛَﻤَﺎ ﺭَﺃَﻳْﺘُﻤُﻮﻧِﻲ ﺃُﺻَﻠِّﻲ</span></p>
<p>“Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat.” <strong>[HR. Bukhari]</strong></p>
<p>Kami pribadi di awal-awal mengenal sunnah (hijrah) sangat terketuk ingin memperbaiki tata cara shalat, salah satu buku yang pertama kami beli adalah buku “Sifat Shalat Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>” buah karya Syaikh Al-Albani<em> rahimahullah</em>. Buku yang sangat ilmiah dengan dalil dan menuntun kami semakin cinta dengan sunnah.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/155-seluk-beluk-wudhu.html">Seluk Beluk Wudhu</a></span></p>
<p>Ternyata cukup banyak kisah yang kami dengar bahwa banyak yang mengenal sunnah karena membaca buku beliau, misalnya Syaikh Ali Hasan Al-Halabi, Syaikh Abu  Ishaq Al-Huwaini dan beberapa ikhwah di Indonesia</p>
<p>Demikian juga cara memperbaiki shalat kita adalah dengan cara shalat tepat pada waktunya, tidak menunda-nunda karena urusan dunia yang sebenarnya bisa ditinggal sementara. Shalat tepat waktu adalah salah satu amalan yang paling Allah cintai karena menunjukkan prioritas utama kita kepada Allah.</p>
<p>Perhatikan hadits berikut,</p>
<p>Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu , bahwa beliau bertanya kepada Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> :<br>
“Amal apakah yang paling dicintai Allah?” Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menjawab dengan sabdanya:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻭﻗﺘﻬﺎ</span></p>
<p>“Shalat pada waktunya.” Ibnu Mas’ud bertanya lagi: “Kemudian apa?” Beliau ulangi dua kali, dan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>menjawab dengan urutan: “Berbakti kepada orang tua, kemduian berjihad fi sabilillah.” <strong>[HR. Bukhari &amp; Muslim]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/145-menghadirkan-dan-mengikhlaskan-niat-dalam-amal-ibadah.html">Cara Menghadirkan dan Mengikhlaskan Niat Dalam Amal Ibadah</a></span></p>
<p>Apabila kita menunda-nunda shalat, maka amal serta kebaikan lain juga akan tertunda. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin <em>rahimahullah</em> menjelaskan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إن الإنسان كلما تأخر عن الصف الأول والثاني أو الثالث (أي في الصلاة)<br>
ألقى الله في قلبه محبة التأخر في كل عمل صالح والعياذ بالله.</span></p>
<p>“Tatkala manusia terlambat mendatangi shalat dari menempati shaf pertama, kemudian (shalat berikutnya) terlambat lagi shaf kedua, kemudian shaf ketiga (apalagi sengaja terlambat/ketinggalan shalat berjamaah), maka Allah buat hatinya suka mengakhirkan semua amal shalih.” <strong>[Syarah Riyadhus Shalihin 5/111]</strong></p>
<p>Shalat yang benar dan khusyu’ memiliki banyak keutamaan.</p>
<p>Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻣَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻣْﺮِﺉٍ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ ﺗَﺤْﻀُﺮُﻩُ ﺻَﻼَﺓٌ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑَﺔٌ ﻓَﻴُﺤْﺴِﻦُ ﻭُﺿُﻮﺀﻫﺎ ؛ ﻭَﺧُﺸُﻮﻋَﻬَﺎ، ﻭَﺭُﻛُﻮﻋَﻬَﺎ ، ﺇِﻻَّ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓً ﻟِﻤَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻬَﺎ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏ ﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﺗُﺆﺕَ ﻛَﺒِﻴﺮﺓٌ ، ﻭَﺫﻟِﻚَ ﺍﻟﺪَّﻫْﺮَ ﻛُﻠَّﻪُ</span></p>
<p>“Tidaklah seorang Muslim di mana tiba shalat fardhu, lalu ia memperbagus wudhu, khusyuk dan rukuk dari shalatnya, melainkan itu (shalatnya) menjadi kaffarah penghapus dosa yang sebelumnya, selama dosa besar tidak ia langgar. Dan itu berlangsung sepanjang masa.”<strong> [HR. Muslim]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/246-liang-kubur-awal-perjalanan-kita-di-akhirat.html">Liang Kubur Awal Perjalanan Kita di Akhirat</a></span></p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﻠَﺢَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﴿١﴾ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻓِﻲ ﺻَﻠَﺎﺗِﻬِﻢْ ﺧَﺎﺷِﻌُﻮﻥَ</span></p>
<p>“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” <strong>[Al-Mu’minun/23:1-2]</strong></p>
<p>Apabila shalat kita benar, khusyu’ dan tepat waktu, maka akan mencegah kita dari perbuatan dosa dan maksiat yang merugikan diri kita sendiri.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ﻭَﺃَﻗِﻢِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﺗَﻨْﻬَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻔَﺤْﺸَﺂﺀِ ﻭَﺍﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ</span></p>
<p>“Dan dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar.” <strong>(QS. Al-Ankabut: 45)</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/220-upaya-menjaga-kemurnian-islam-menyoal-tahdzir-dan-norma-normanya.html">Upaya Menjaga Kemurnian Islam, Menyoal Tahdzir dan Norma-Normanya</a></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/330-bidah-bulan-ramadhan.html">Macam-Macam Bid’ah di Bulan Ramadhan</a></span></div>
</li>
</ul>
<p>Demikian semoga bermanfaat</p>
<p>@ Bandara Sultan Hasanuddin, Makasar, kota Daeng</p>
<p>Penyusun: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/raehan"><strong>Raehanul Bahraen</strong></a></span></p>
<p>Artikel<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id"><strong><span style="color: #ff0000;"> www.muslim.or.id</span></strong></a></span></p>
 