
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p><em>Assalamu ‘alaykum.</em></p>
<p>Ustadz yang dirahmati Allah, saya baru saja melakukan <em>ta’adud</em> (poligami, <em>red.</em>) dengan seorang janda yang mempunyai 1 anak. Saya sendiri sekarang mempunyai 4 anak. Bagaimanakah cara membagi waktu dan nafkah secara adil? Apakah bisa dianalogikan 2:5 sesuai jumlah tanggungan? <em>Jazakallah khairan katsiro</em>.</p>
<p><em>Ajat Darajat (ajat**@***.com)</em><br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Wa’alaikumussalam warahmatullah.</em></p>
<ol>
<li>Wajib sama dalam pembagian malam dan siang. Jika dua hari di istri pertama maka juga harus dua hari di istri kedua.</li>
<li>Adil dalam nafkah tergantung kebutuhan anak-anak istri pertama dan anak-anak istri kedua.</li>
</ol>
<p>Semoga Allah memberkahi keluarga dan pernikahan Anda.</p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Aris Munandar, S.S., M.A. (Dewan Pembina Konsultasi Syariah).</strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://konsultasisyariah.com/" target="_blank">www.KonsultasiSyariah.com</a></strong></p>
 