
<p>Di malam ini ada faedah yang sangat menarik dari seorang alim, yaitu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.   <!--more-->  </p>
<p>Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah -rahimahullah- berkata,</p>
<p>“Shalat sunnah fajar (shalat sunnah qobliyah shubuh<a href="#_ftn1">[1]</a>) hendaklah menjadi pembuka amalan shalat harian dan shalat witir adalah penutupnya.</p>
<p>Oleh karena itu, kita dapati bahwa Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> ketika mengerjakan dua shalat tadi, biasa membaca dua surat yang dinamakan dengan Al Ikhlas (yaitu surat Al Ikhlas dan Al Kafirun, pen<a href="#_ftn2">[2]</a>). Kedua surat itu berisi 3 hal:</p>
<p>1.       Pelajaran tauhid ilmu dan amal.</p>
<p>2.       Pelajaran tauhid ma’rifah dan irodah.</p>
<p>3.       Pelajaran tauhid i’tiqod dan qoshd.<a href="#_ftn3">[3]</a>”</p>
<p> </p>
<p><em>Sumber</em>: <em>Zaadul Ma’ad</em>, Ibnul Qayyim, Muassasah Ar Risalah, cetakan ke-14, 1407, 1/298.</p>
<p>Semoga yang sederhana ini bermanfaat dan bisa diamalkan.</p>
<p> </p>
<p>30 Syawal 1431 H, Riyadh, King Saud University, Kingdom of Saudi Arabia</p>
<p>Written by: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p> </p>
<p> <br clear="all">  </p>
<hr>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Shalat sunnah qobliyah shubuh dan shalat sunnah fajr adalah istilah yang sama.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Karena di dalamnya berisi pelajaran tauhid sehingga kedua surat ini dinamakan surat Al Ikhlas.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Ketiga tauhid ini adalah sama maksudnya dengan tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma’ wa shifat.</p>
 