
<p>Sesungguhnya orang yang riyaa’ terus dalam penderitaan…<br> (1). Ia menderita sebelum beramal, hatinya gelisah mencari-cari pujian orang lain, gelisah mencari-cari kesempatan kapan bisa dipuji.<br> (2). Ia juga menderita tatkala sedang beramal…, karena Ia harus beramal dengan sebaik-baiknya dan seindah-indahnya karena Ia ingin dipuji. Jika Ia<span class="yiv323058900text_exposed_show"><span> merasakan amalannya/sholatnya/</span>ceramahnya kurang baik maka Ia menderita karena Ia sadar bahwa pujian yang Ia harapkan tidak akan pernah terwujud.<br> (3). Ia juga menderita setelah beramal, karena hatinya gelisah menanti-nanti kapan pujian dan sanjungan tersebut datang…!!<br> (4). Jika Ia telah dipuji… terkadang Iapun masih menderita dengan kekecewaan, karena pujian yang Ia raih tidak seperti yang Ia harapkan… tidak sebanding pengorbanan dan persiapan amalan yang telah Ia lakukan.<br> (5). Kalaulah ia dipuji dengan pujian yang ia harapkan maka ia hanya bahagia sementara, setelah itu hatinyapun akan gelisa lagi menanti-nanti kapan datang pujian berikutnya.<br> (6). Dan yang paling mengenaskan..penderitaannya diakhirat kelak…,ia akan dipermalukan oleh Allah dihadapan khalayak. Allah membeberkan kedustaannya/riya’nya..selama ini orng terdekatnya menyangkanya sholeh atau ikhlas ternyata…????<br> Allah jg menghinakannya dengan memerntahkannya utk mencari ganjaran dari orng2 yang dahulu ia harapkan pujian mereka..Dan bisa jadi akhirnya Allah memasukkannya kedalam neraka..Wal’iyaadzu billah..</span></p>
 