
<h2>Yatim</h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Para asatidz <strong>Konsultasi Syariah</strong> yg dimuliakan Allah <em>Ta’ala</em>, ada pertanyaan yang ingin saya sampaikan. Bagaimana definisi dari <strong>anak yatim</strong> menurut tinjauan syariah?</p>
<p>Sejauh yang saya tau dari keterangan para ulama, bahwa anak yatim yaitu anak (laki/prmpuan) yang belum baligh yang ditinggal mati ayahnya. Lalu bagaimana dengan anak yang belum baligh ditinggal mati ibunya? Apakah bisa dikatakan anak yatim jugakah?<br>
<!--more--><br>
Mohon penjelasannya.</p>
<p><em>Syukron jaziilan.</em></p>
<p>Dari: Abu Shofiyyah</p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Secara bahasa, <em>yatim</em> artinya <em>al</em>–<em>fardu</em> (sendirian) dan segala sesuatu yang ditinggal oleh sesuatu yang serupa dengannya. (<em>As-Shihah fi Al-Lughah</em>, kata: يتم)</p>
<p>Ibnu Sikkith mengatakan:</p>
<p class="arab">الْيَتِيمُ فِي النَّاسِ مِنْ قِبَل الأَبِ، وَفِي الْبَهَائِمِ مِنْ قِبَل الأُمِّ، وَلاَ يُقَال لِمَنْ فَقَدَ الأُمَّ مِنَ النَّاسِ يَتِيمٌ</p>
<p>“Kata ‘<em>yatim’</em> untuk manusia, karena ayahnya meninggal, sedangkan untuk binatang, kata ‘<em>yatim’</em> digunakan untuk menyebut binatang yang kehilangan ibunya. Manusia yang kehilangan ibunya tidak bisa disebut yatim.” (<em>Lisanul ‘Arab</em>, 12:645).</p>
<p>Secara istilah, para ulama mendefinisikan yatim sebagai berikut:</p>
<p class="arab">الْيَتِيمَ بِأَنَّهُ مَنْ مَاتَ أَبُوهُ وَهُوَ دُونُ الْبُلُوغِ. لِحَدِيثِ: ” لاَ يُتْمَ بَعْدَ احْتِلاَمٍ”</p>
<p>Anak yatim adalah anak yang ditinggal mati bapaknya, ketika dia belum baligh. Berdasarkan hadis: “<em>Tidak ada status yatim setelah mimpi basah</em>.” (<em>Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah</em>, 45:254)</p>
<p>Hadis di atas, diriwayatkan oleh At-Thabrani, dalam <em>Mu’jam Al-Kabir,</em> 4:14, dari sahabat Handzalah bin Hudzaim. Al-Haitsami mengatakan dalam <em>Majma’ Az-Zawaid</em>, 4:266: Perawinya Tsiqah (Terpercaya).</p>
<p><em>Allahu a’lam</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina <a title="yatim piatu" href="https://konsultasisyariah.com/pengertian-yatim" target="_blank">Konsultasi Syariah</a>)</strong></p>
 