
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Prinsip Memandang Berbagai Metode Pengobatan</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Kaum muslimin, saudaraku  yang semoga dirahmati Allah. Kami berprinsip bahwa selama tidak menyelisihi syariat Islam semua pengobatan itu sama baiknya, baik itu pengobatan kedokteran modern, herbal, thibbun nabawi, kedokteran cina, kedokteran yunani, kedokteran Arab kuno dan lain-lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Asalkan pengobatan tersebut dilakukan oleh ahlinya yang ahli dan berpengalaman. Ahli dalam hal ini adalah perlu belajar dalam dalam waktu yang cukup lama (mohon maaf, bukan hanya mengikuti sekali-dua kali pelatihan kemudian langsung buka praktek dan berani mendiagnosis berbagai macam penyakit), serta telah berpengalaman dalam mengobati (tidak menjadikan pasien sebagai ujicoba tanpa pengawasan).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/51176-mengenal-penyakit-ain-pencegahannya-dan-pengobatannya.html" data-darkreader-inline-color="">Mengenal Penyakit Ain, Pencegahannya dan Pengobatannya</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Metode Pengobatan yang Menisbatkan pada Islam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Silahkan mengembangkan ilmu kedokteran dan pengobatan dengan tehnik atau teori valid apapun selama tidak menyelisihi syariat. Tentu kita akan senang ilmu tersebut akan bermanfaat bagi masyarakat dan membuat masyarakat sehat, akan tetapi apabila tehnik pengobatan dan teori kesehatan tersebut tidak ada dalil dari Al-Quran dan Sunnah serta tidak ada tafsir dan penjelasan ulama mengenai hal ini, maka TIDAK BOLEH DINISBATKAN kepada Islam &amp; sunnah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selama pengobatan dan teori kesehatan tersebut valid dan ilmiah (bukan berdasarkan testimoni semata), tidak akan dipermasalahkan teori kesehatan tersebut, tetapi yang dipermasalahkan adalah “menisbatkan kepada Islam, Sunnah dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” ini lah yang dipermasalahkan. Kami ambil contoh pengobatan yang bermanfaat, misalnya akupuntur. Pengobatan ini bermanfaat dan tidak “membawa-bawa” nama Islam dan sunnah. Tentu pengobatan ini tidak dipermasalahkan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26245-cara-pengobatan-dari-pengaruh-sihir-dan-kesurupan-jin-1.html" data-darkreader-inline-color=""><strong>Cara Pengobatan Dari Pengaruh Sihir Dan Kesurupan Jin</strong></a></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Konsekuensi Penisbatan tanpa Dalil</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Apabila menisbatkan pengobatan kepada Islam dan sunnah atau menyatakan bahwa inilah metode pengobatan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, padahal tidak ada dalilnya, maka termasuk dalam ancaman berikut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa berdusta atasku dengan sengaja, maka hendaklah dia mengambil tempat tinggalnya di neraka”.[1] </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Termasuk “berdusta atas nama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam” adalah mengatakan ini adalah ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam padahal tidak ada ajaran seperti itu dan ini juga mencakup pengobatan dan teori kesehatan.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/13068-soal-271-lebih-memilih-thibbun-nabawi-daripada-pengobatan-dokter.html" data-darkreader-inline-color="">Memilih Thibbun Nabawi daripada Pengobatan Dokter</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Jangan Asal Menisbatkan pada Islam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di pengantar tulisan ini kami mengambil contoh pengobatan akupuntur, pengobatan ini bermanfaat dan tidak “mebawa-bawa nama Islam &amp; sunnah”. Beberapa ulama pun menjelaskan pengobatan ini, misalnya Syaikh prof. Abdullah bin Jibrin, beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وأما الأبر الصينية فإن ثبت نفعها أو كان نفعها أكثر من ضررها إذا وجد لها ضرر ، فلا بأس باستخدامها</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Adapun pengobatan akunpuntur dari Cina maka telah benar manfaatnya dan manfaatnya lebih banyak dari madharatnya (rasa sakit yang sangat sedikit, pent), jika memang ada madharatnya. Tidak mengapa menggunakannya.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [2] </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalam Fatwa Al-Islamiyah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">والإبر الصينية نوع من أنواع العلاج استخدم منذ خمسة آلاف سنة، بعد أن لوحظ أن ‏تدليك نقاط معينة في الجسم يحدث تأثيراً إيجابياً في تحفيف الألم.‏….‏</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ولا حرج في التداوي بهذه الأنواع – وكذا الإبر الصينية- مادامت تستخدم من قبل ‏مختص خبير في هذا النوع من العلاج، لأن العلاج عند غير مختص قد يسبب ضرراً بالغاً ‏لخطورة</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Pengobatan akupuntur salah satu metode pengobatan yang digunakan sejak 5000 tahun yang lalu. Setelah diteliti peminjatan/penekanan pada satu titik tertentu di badan menghasilkan pengaruh yang positif dan mengurangi rasa sakit… demikian juga pengobatan akupuntur, selama dilakukan oleh ahli yang khusus dan berpengelaman, karena berobat dengan bukan ahlinya bisa menimbulkan bahaya. Tidak mengapa berobat dengan ini.” </span></i><span style="font-weight: 400;">[3]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pengobatan atau teori kesehatan yang menisbatkan kepada Rasulullah dikenal dengan istilah thibbun nabawi dan telah dijelaskan oleh para ulama. Berikut penjelasan mengenai thibbun nabawi.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/3603-soal-107-pengobatan-jarak-jauh-sihir.html" data-darkreader-inline-color="">Pengobatan Jarak Jauh = Sihir?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Pengertian Thibbun Nabawi</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada beberapa pengertian mengenai</span><i><span style="font-weight: 400;"> thibbun nabawi</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang didefinisikan oleh ulama di antaranya:</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">Definisi 1</span></strong></h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الطب النبوي هو كل ما ذكر في القرآن والأحاديث النبوية الصحيحة فيما يتعلق بالطب سواء كان وقاية أم علاجا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Thibbun nabawi adalah segala sesuatu yang disebutkan oleh Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih yang berkaitan dengan kedokteran baik berupa pencegahan (penyakit) atau pengobatan.</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">Definisi 2</span></strong></h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الطب النبوي هو مجموع ما ثبت في هدي رسول الله محمد صلى الله عليه وسلم في الطب الذي تطبب به ووصفه لغيره.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Thibbun nabawi adalah semua shahih dari tuntunan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bidang kedokteran, yang beliau gunakan sendiri atau beliau gunakan untuk mengobati orang lain.</span></i><span style="font-weight: 400;">”</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><b>Definisi 3</b></span></h3>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">تعريف الطب النبوي: هو طب رسول الله صلى الله عليه وسلم الذي نطق به ، واقره ، او عمل به وهو طب يقيني وليس طب ظني ، يعالج الجسد والروح والحس.</span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Definisi thibbun nabawi adalah (metode) pengobatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau ucapkan, beliau tetapkan (akui) beliau amalkan, merupakan pengobatan yang pasti bukan sangkaan, bisa mengobati penyakit jasad, roh dan indera.</span></i><span style="font-weight: 400;">”[4]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Itu beberapa definisi tentang </span><i><span style="font-weight: 400;">thibbun nabawi</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/51180-jangan-sembarang-ambil-ilmu-termasuk-dalam-ilmu-kesehatan.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Sembarang Ambil Ilmu! Termasuk Dalam Ilmu Kesehatan</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Contoh Thibbun Nabawi</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari beberapa definisi tersebut, maka </span><i><span style="font-weight: 400;">thibbun nabawi</span></i><span style="font-weight: 400;"> contohnya seperti apa yang beliau ucapkan tentang keutamaan habbatussauda. Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">”Sesungguhnya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian”</span></i><span style="font-weight: 400;"> .[5]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh </span><i><span style="font-weight: 400;">thibbun nabawi</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi  Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> tetapkan (akui), yaitu kisah sahabat Abu Sa’id Al-Khudri yang me-</span><i><span style="font-weight: 400;">ruqyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> orang yang terkena gigitan racun kalajengking dengan hanya membaca Al-Fatihah saja. Maka orang tersebut langsung sembuh. Disebutkan dalam hadis:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dari Abu Sa’id Al-Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dahulu berada dalam perjalanan safar, lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para  sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa me-</span><i><span style="font-weight: 400;">ruqyah</span></i><span style="font-weight: 400;"> karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan </span><b>ia meruqyahnya dengan membaca surat Al-Fatihah. Pembesar tersebut pun sembuh</b><span style="font-weight: 400;">. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya -dan disebutkan-, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;">. Lalu ia mendatangi Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al-Fatihah.” Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> lantas tersenyum dan berkata, </span><i><span style="font-weight: 400;">“</span></i><span style="font-weight: 400;">Bagaimana engkau bisa tahu Al-Fatihah adalah ruqyah?</span><i><span style="font-weight: 400;">”</span></i><span style="font-weight: 400;"> Beliau pun bersabda</span><i><span style="font-weight: 400;">, “</span></i><span style="font-weight: 400;">Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.</span><i><span style="font-weight: 400;">”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [6]</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Contoh </span><i><span style="font-weight: 400;">thibbun nabawi</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang beliau amalkan, beliau melakukan Hijamah (bekam) serta menjelaskan beberapa hal berkaitan dengan bekam. Dari Ali bin Abi Thalib </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallaahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أن النبي صلى الله عليه وسلم احتجم وأمرني فأعطيت الحجام أجره</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Bahwasannya Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallaahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> pernah berbekam dan menyuruhku untuk memberikan upah kepada ahli bekamnya”[7]</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/45313-semangat-belajar-dan-meneliti-ilmu-kedokteran.html" data-darkreader-inline-color="">Semangat Belajar dan Meneliti Ilmu Kedokteran</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/45309-setiap-penyakit-ada-obat-bagaimana-dengan-aids-hiv.html" data-darkreader-inline-color="">Setiap Penyakit Ada Obat, Bagaimana dengan AIDS/HIV?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Catatan Kaki</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">[1] </span><span style="font-weight: 400;">HR. Al-Bukhari, no. 1229</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[2] Sumber: </span><a href="https://www.islamqa.info/ar/ref/11956"><span style="font-weight: 400;">http://www.islamqa.info/ar/ref/11956</span></a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[3] Fatwa no. 7793</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[4] “لطب النبوي اصوله و مزاياه ومصادره”. </span><a href="http://www.masress.com/moheet/228986"><span style="font-weight: 400;">http://www.masress.com/moheet/228986</span></a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[5] HR. Muttafaqun ‘alaihi</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[6] HR. Bukhari dan Muslim</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[7] HR. Ahmad, 2/259, Ibnu Majah no. 1770, dishahihkan Al Albani dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahih Ibnu Majah</span></i></p>
 