
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Pentingnya Tauhid yang merupakan isi dari kitab </b><b><i>Kasyfu Syubuhat</i></b></span></h4>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Tauhidullah, </span></i><span style="font-weight: 400;">yaitu mengesakan Allah dalam nama, sifat, dan perbuatan-Nya serta mengesakan-Nya dalam peribadatan seorang hamba, ini adalah inti ajaran agama Islam. Allah tidaklah menerima agama apapun kecuali agama Islam, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman:</span></p>
<p style="text-align: right;">وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Ali ‘Imraan: 85).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Islam adalah agama tauhid. Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">telah mengutus para Rasul-Nya dengan membawa agama tauhid ini. Hal ini sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah dalam ayat berikut. </span></p>
<p style="text-align: right;">وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut (sesembahan selain Allah) itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kalian dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)”</span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. An-Nahl: 36).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, dahulu setiap Rasul </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihish shalatu was salam</span></i><span style="font-weight: 400;"> menyerukan kepada umatnya untuk mentauhidkan Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">dari mulai utusan Allah yang pertama, Nuh </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihis salam –</span></i><span style="font-weight: 400;">sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-A’raaf: 59</span><i><span style="font-weight: 400;">–</span></i><span style="font-weight: 400;"> sampai utusan Allah yang terakhir, Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam, </span></i><span style="font-weight: 400;">sebagaimana yang disebutkan dalam QS. Al-A’raaf: 158.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Apalagi jika kita perhatikan dalam Kitabullah, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">memerintahkan kita dalam banyak ayat untuk mentauhidkan-Nya, </span><span style="font-weight: 400;">seperti dalam QS. Al-An’aam:162-163, Az-Zumar:11-14, 65-66 Al-Kautsar:1-2 , Al-Ikhlash:1, Ibraahiim: 35-36 dan dalam ayat yang lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan, utusan Allah yang paling mulia, Muhammad  </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang merupakan sosok paling sempurna tauhidnya itu, masih saja Allah memerintahkan beliau untuk mempelajari Tauhid, bagaimana lagi dengan kita?</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman :</span></p>
<p style="text-align: right;">فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ<span style="line-height: 1.5;">      </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan wanita” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Muhammad: 19).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, setiap muslim wajib mempelajari Tauhid dan wajib mengetahui lawan Tauhid, yaitu syirik. Selain itu seorang muslim wajib mengamalkan Tauhid dan menghindari syirik. </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Nah, </span></i><span style="font-weight: 400;">kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">adalah kitab dalam masalah penetapan tauhid dan pengingkaran terhadap syirik dan penjelasan hakikat keduanya.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Menghilangkan Kerancuan Pemikiran termasuk dasar dari agama Islam </b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebuah prinsip besar dalam agama Allah, bahwa menghilangkan kerancuan pemikiran merupakan salah satu dari dasar agama Islam, karena Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">‘Azza wa Jalla</span></i><span style="font-weight: 400;"> membantah kaum musyrikin dan menjelaskan kebatilan kerancuan pemikiran mereka di dalam Kitab-Nya, Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">وَالَّذِينَ يُحَاجُّونَ فِي اللَّهِ مِنْ بَعْدِ مَا اسْتُجِيبَ لَهُ حُجَّتُهُمْ دَاحِضَةٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan orang-orang yang membantah (agama) Allah (dengan batil) sesudah manusia menyambut (seruan) Allah, maka bantahan mereka itu tertolak, di sisi Tuhan mereka. Mereka mendapat kemurkaan (Allah) dan bagi mereka azab yang sangat keras”</span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Asy-Syuuraa: 16).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ayat yang mulia ini menunjukkan bahwa setiap orang yang</span> <span style="font-weight: 400;">membantah agama Allah dengan batil, dengan menebarkan kerancuan pemikiran kepada kaum muslimin, memang ia dikatakan memiliki alasan bagi kerancuan pemikiran yang ditebarkan tersebut, namun alasan itu batil dan tertolak.  Hal ini menunjukkan bahwa ada tuntutan untuk menghilangkan dan menolak kerancuan pemikiran yang ditebarkan musuh-musuh Islam tersebut. Dan menghilangkan kerancuan pemikiran musuh Islam merupakan kewajiban yang diemban oleh para ulama kita </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahumullah. </span></i><span style="font-weight: 400;">Kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah kitab yang berisikan bantahan telak terhadap kesyirikan.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Apakah kitab </b><b><i>Kasyfu Syubuhat</i></b><b> itu?</b></span></h4>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat, </span></i><span style="font-weight: 400;">begitulah penulisnya memberi nama kitab yang legendaris dan monumental itu. Kitab yang tidak lebih dari 60 halaman itu, benar-benar menjadi suatu kitab yang mengikis habis akar-akar kesyirikan secara mendasar. Kitab tersebut sangat bermanfaat bagi terjaganya aqidah umat Islam dari kerusakan dan serangan pemikiran rancu.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Betapa tidak, menilik dari nama kitab ini saja, pembaca </span><i><span style="font-weight: 400;">insyaallah</span></i><span style="font-weight: 400;"> akan segera paham bahwa materi kitab ini berkutat seputar “</span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (menyingkap) suatu “</span><i><span style="font-weight: 400;">Syubuhat”</span></i><span style="font-weight: 400;">(kesamaran dan kerancuan antara perkara yang benar dan salah), sehingga dalam kitab ini, sang penulis berusaha menjelaskan dengan gamblang mana keyakinan yang benar dan mana yang salah. Kitab tersebut juga memisahkan dengan jelas antara Tauhid dengan kesyirikan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan demikian, maksud sang penulis memberi nama kitab ini dengan nama </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah untuk menjelaskan bahwa alasan yang dipakai sebagai dalil oleh kaum musyrikin di zaman beliau guna melegitimasi kesyirikan mereka tidaklah layak disebut sebagai dalil yang sah, dikarenakan hal tersebut tidaklah benar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Bin Baz </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> mengatakan</span><i><span style="font-weight: 400;">,</span></i><span style="font-weight: 400;"> “</span><span style="font-weight: 400;">Sang penulis menulis kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">untuk menyebutkan dan menjelaskan berbagai macam pemikiran rancu beserta koreksinya dan menjelaskan bahwa pemikiran rancu, bahkan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> telah menjelaskan kesalahan pemikiran rancu-pemikiran rancu tersebut. Demikian pula Al-Qur’an telah  menjelaskan kebatilannya juga.”</span><i><span style="font-weight: 400;">  </span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, dengan taufik dari Allah, diharapkan kaum muslimin ketika mempelajari kitab ini dengan baik, tidaklah tertipu dengan penampilan kebatilan yang nampak seolah-olah sebagai sebuah kebenaran, akibat telah dicampuri dengan racun-racun pemikiran rancu. Sehingga selanjutnya, kaum muslimin diharapkan mampu membedakan antara Tauhid dengan syirik dengan jelas dan mampu melihat suatu kesyirikan sebagai sebuah kebatilan dan Tauhid sebagai sebuah kebenaran. Serta tidak terkecoh dan terjerumus kedalam sikap memutarbalikkan hakikat, yaitu dengan meyakini kesyirikan sebagai Tauhid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan lebih menarik lagi, ternyata pemikiran rancu yang dibantah dalam kitab ini adalah pemikiran rancu-pemikiran rancu tentang kesyirikan yang banyak tersebar di tengah masyarakat, dari dulu sampai sekarang. Sehingga pantaslah jika setiap Ahli Tauhid, dari masa ke masa, yang mendambakan keselamatan tauhidnya dari kesyirikan, merasa sangat membutuhkan kitab yang satu ini. Maka tidak heran, jika kitab ini banyak dikaji di markas-markas penuntut ilmu Syar’i dan di majelis-majelis para ulama yang tersebar di berbagai belahan dunia.</span></p>
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>Tak kenal maka tak sayang</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Untuk lebih mengenal dengan dekat tentang kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Kasyfu Syubuhat </span></i><span style="font-weight: 400;">ini, maka penyusun berusaha mengulas beberapa karakteristik ilmiah dalam kitab ini, dengan susunan sebagai berikut:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Penulis kitab ini</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Karya Ilmiah Sang Penulis</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Keistimewaan kitab ini</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Tata cara mempelajari disiplin ilmu tauhid dan kaitannya dengan isi kitab ini</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Kandungan kitab ini</span></li>
</ol>
<p>***</p>
<p>(bersambung)</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 