
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>2. Perbedaan antara syirik, kufur, dan nifaq</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah telah menjelaskan makna dari istilah syirik, kufur (kekafiran) dan nifaq (kemunafikan) serta pelakunya, yaitu musyrik, kafir dan munafik. Masing-masing dari istilah syirik, kufur dan nifaq masih terbagi menjadi dua lagi, yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">akbar </span></i><span style="font-weight: 400;">(besar) dan </span><i><span style="font-weight: 400;">ashghar </span></i><span style="font-weight: 400;">(kecil).</span></p>
<p><b>Perbedaan akbar dan asghar dari ketiganya</b></p>
<ul>
<li><span style="font-weight: 400;">Syirik, kufur dan nifaq yang akbar, semuanya mengeluarkan pelakunya dari Islam dan jika pelakunya mati dalam keadaan tidak bertaubat, maka ia kekal selama-lamanya di neraka.</span></li>
<li>Sedangkan syirik, kufur dan nifaq yang ashghar, tidaklah sampai mengeluarkan pelakunya dari Islam dan jika pelakunya mati dalam keadaan tidak bertaubat, maka ia berada dibawah kehendak Allah, jika Allah berkehendak untuk mengampuninya, maka Allah pun akan mengampuninya, namun jika tidak, Allah pun akan menyiksanya.</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun yang dimaksudkan dalam pembahasan ini adalah perbedaan antara syirik akbar, kufur akbar dan nifaq akbar.</span></p>
<p><b>Hubungan antara syirik akbar dan kufur akbar</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ulama telah menjelaskan bahwa lafadz syirik dan kufur termasuk dalam dua kata yang ciri khasnya adalah</span></p>
<p style="text-align: right;">إذا اجتمعا افترقا وإذا افترقا اجتمعا</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Jika dua lafadz tersebut disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki makna tersendiri, sedangkan jika disebutkan secara terpisah, maka menjadi sama makna keduanya”.</span></i></p>
<p><b>Keterangan</b></p>
<ul>
<li>
<span style="font-weight: 400;">Kalimat</span><i><span style="font-weight: 400;">“Sedangkan jika disebutkan secara terpisah, maka menjadi sama makna keduanya”</span></i><span style="font-weight: 400;">  maksudnya adalah ketika disebutkan lafadz syirik sendiri atau kufur sendiri, maka keduanya bermakna tidak adanya iman kepada Allah (kafir). Dalilnya adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;"> dalam QS. Al-Kahfi: 37 dan 38.</span>
</li>
<li>
<span style="font-weight: 400;">Adapun kalimat</span><i><span style="font-weight: 400;">“Jika dua lafadz tersebut disebutkan secara bersamaan, maka masing-masing memiliki makna tersendiri” , </span></i><span style="font-weight: 400;">maksudnya adalah ketika disebutkan lafadz syirik dengan kufur secara bersamaan, maka makna syirik berbeda dengan kufur.</span>
</li>
</ul>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">: </span></p>
<p style="text-align: right;">لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ مُنْفَكِّينَ حَتَّىٰ تَأْتِيَهُمُ الْبَيِّنَةُ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Orang-orang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang musyrik (mengatakan bahwa mereka) tidak akan meninggalkan (agamanya) sebelum datang kepada mereka bukti yang nyata. </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Al-Bayyinah: 1).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">An-Nawawi </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan dalam kitab </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarhu Shahiih Muslim,</span></i></p>
<p style="text-align: right;">الشرك والكفر قد يطلقان بمعنى واحد وهو الكفر بالله تعالى ، وقد يفرق بينهما فيخص الشرك بعبادة الأوثان وغيرها من المخلوقات مع اعترافهم بالله تعالى ككفار قريش ، فيكون الكفر أعم من الشرك</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Syirik dan kufur terkadang disebutkan dengan makna sama, yaitu: tidak adanya iman kepada Allah (kafir) , namun terkadang dibedakan antara makna keduanya, sehingga kata syirik itu dikhususkan untuk penyembahan patung dan makhluk lainnya, diiringi dengan pengakuan mereka terhadap adanya Allah Ta’ala, seperti orang-orang kafir suku Quraisy. Jadi, kufur itu (maknanya) lebih umum dari syirik.”</span></p>
<p><b>Perbedaan syirik, kufur, dan nifaq</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perbedaan ketiganya itu dapat diketahui dari makna masing-masing pelakunya, yaitu:</span></p>
<ol>
<li>
<b> Musyrik </b><span style="font-weight: 400;">adalah orang yang memalingkan sesuatu yang menjadi kekhususan Allah (Rububiyyah, Uluhiyyah dan Al-Asma` wash Shifat) kepada selain Allah. Namun, karena kebanyakan syirik yang terjadi adalah syirik dalam Uluhiyyah, maka kata musyrik sering dimaksudkan untuk orang yang memalingkan peribadatan kepada selain Allah.</span>
</li>
<li>
<b> Kafir </b><span style="font-weight: 400;">adalah orang yang terdapat pada dirinya sesuatu yang membatalkan keimanan, baik berupa i’tiqad (keyakinan), ucapan, maupun perbuatan, dengan demikian seseorang bisa berstatus kafir dengan melakukan syirik ataupun tanpa syirik,  seperti mengingkari kewajiban shalat lima waktu, mengingkari keharaman zina, membenci Allah, membenci Al-Qur’an, dan berpaling dari agama Allah dengan tidak mempelajari Islam dan tidak mengamalkannya.<br>
</span>Demikian pula, kufur pun mencakup kufur lahiriyah maupun kufur batin. Kufur batin diistilahkan dengan munafik, yaitu orang yang nampak beriman pada sisi lahirnya saja.</li>
<li>
<b> Munafik</b><span style="font-weight: 400;"> adalah orang yang menampakan keislaman dan menyembunyikan kekafiran.</span>
</li>
</ol>
<p><b>Hubungan antara syirik, kufur, dan nifaq</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa:</span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Makna kufur itu paling luas, karena mencakup syirik dan nifaq.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Setiap orang musyrik itu pastilah ia kafir, namun tidak setiap orang kafir itu musyrik.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;">  Setiap orang munafik itu pastilah ia kafir, namun tidak setiap orang kafir itu munafik (menyembunyikan kekafirannya).</span></li>
</ol>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
<p>____</p>
 