
<h4><span style="color: #ff0000;"><b>3. Bahaya kesyirikan</b></span></h4>
<p><span style="font-weight: 400;">Point ketiga inilah sesungguhnya inti pembahasan materi pokok yang keempat dalam bagian pembukaan kitab ini, yaitu </span><i><span style="font-weight: 400;">syirik besar adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah dan </span></i><i><span style="font-weight: 400;">membatalkan keislaman seorang hamba</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<ul>
<li>
<span style="font-weight: 400;">Perkara mendasar pada kalimat </span><i><span style="font-weight: 400;">syirik besar adalah dosa yang tidak diampuni oleh Allah</span></i><span style="font-weight: 400;"> ini diambil dari ucapan penulis dalam matan ketika menyampaikan firman Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">dalam surat An-Nisaa`: 48</span><i><span style="font-weight: 400;">.</span></i>
</li>
<li>
<span style="font-weight: 400;">Sedangkan perkara mendasar pada kalimat </span><i><span style="font-weight: 400;">dan membatalkan keislaman seorang hamba</span></i><span style="font-weight: 400;"> ditunjukkan oleh ucapan penulis </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah,</span></i>
</li>
</ul>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">وعرفت أن إقرارهم بتوحبد الربوبية لم يدخلهم في الإسلام و أن قصدهم الملائكة أو الأنبياء أو الأولياء يريدون شفاعتهم، والتقرب إلى الله بذلك هو الذي أحل دماءهم وأموالهم ، عرفت حينئذٍ التوحيد الذي دعت إليه الرسل، وأبى عن الإقرار به المشركون </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Dan andapun telah mengetahui bahwa pengakuan orang-orang musyrik terhadap Tauhid Rububiyyah, tidaklah memasukkan mereka kedalam Islam dan bahwa ibadah yang mereka tujukan kepada para malaikat, para nabi atau para wali untuk mendapat syafa’at serta bertaqarrub ( pendekatan diri ) kepada Allah adalah hal-hal yang menjadikan mereka halal darah dan harta mereka (kafir). Dengan demikian, anda mengetahui jenis tauhid yang diseru oleh para rasul, tetapi ditolak oleh orang-orang musyrik.”</span></i></p>
<h5><b>Dampak negatif syirik</b></h5>
<p><span style="font-weight: 400;">Syirik adalah dosa yang paling besar dan kezhaliman yang paling zhalim, Syaikhul Islam </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menjelaskan bahwa menyekutukan Allah adalah dosa terbesar yang dengannya seseorang bermaksiat kepada Allah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala </span></i><span style="font-weight: 400;">berfirman,</span></p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ</p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa dibawah (dosa syirik) tersebut, bagi siapa yang dikehendaki-Nya” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. An-Nisaa`: 48).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">ditanya tentang “Dosa apakah yang paling besar? Beliau menjawab,  </span></p>
<p style="text-align: right;"><span style="font-weight: 400;">أن تجعل لله نداً وهو خلقك</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Anda mengambil sekutu bagi Allah, padahal Dia menciptakan anda” </span></i><span style="font-weight: 400;">(Majmu’ Fatawa).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tentulah dosa paling besar itu berdampak negatif bagi pelakunya. Berikut ini sebagian dampak negatif tersebut:</span></p>
<ol>
<li>
<span style="font-weight: 400;"> Pelaku syirik akbar tidak diampuni oleh Allah, kecuali jika bertaubat.<br>
</span><span style="font-weight: 400;">Adapun jika seseorang berbuat </span><i><span style="font-weight: 400;">syirik akbar, </span></i><span style="font-weight: 400;">kemudian bertaubat kepada Allah </span><i><span style="font-weight: 400;">Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">maka Allah mengampuninya, berdasarkan ayat berikut ini,<br>
</span>
<p style="text-align: right;">قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ</p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.</span></i> <i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Az-Zumar: 53).<br>
</span>Adapun syirik kecil, diperselisihkan Ulama jika pelakunya meninggal dunia dan tidak bertaubat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa pelakunya tergantung kehendak Allah. Sedangkan sebagian Ulama yang lain berpendapat pelakunya tidak diampuni, maka melewati proses muwazanah (penimbangan amal baik dengan amal buruk) dan jika harus diadzab, pastilah nasibnya tidak kekal di Neraka. Dalilnya adalah QS. An-Nisaa`: 48.</p>
</li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Syirik akbar mengugurkan seluruh amal salih pelakunya, Dalilnya adalah QS. Az-Zumar: 65.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Syirik besar mengeluarkan pelakunya dari Islam, dalilnya adalah QS. An-Nisaa`:48 dan Al-Baqarah: 217.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Pelaku syirik akbar jika mati tidak taubat, kekal selamanya di Neraka, dalilnya adalah QS. Al-Bayyinah:6 dan Al-Maaidah:72.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Syirik besar menyebabkan halalnya darah pelakunya, dalilnya adalah QS. At-Taubah:5 serta menyebabkan halal harta pelakunya,  dalilnya adalah HR. Al-Bukhari, dari hadits Anas dan selainnya.</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Pelaku syirik besar, karena keluar dari Islam, maka jika masih hidup, disikapi dengan tidak boleh dimakan sembelihannya, dihukum dengan bunuh dan eksekusinya ditangani pemerintah muslim, hanya saja diminta bertaubat terlebih dahulu, jika bertaubat, diterima taubatnya dan tidak dibunuh, serta disikapi sebagai seorang muslim.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun jika pelaku syirik besar tersebut mati dan tidak bertaubat, maka tidak disholati, tidak boleh dikuburkan di pemakaman kaum muslimin dan hartanya tidak diwariskan, tapi untuk </span><i><span style="font-weight: 400;">baitul mal </span></i><span style="font-weight: 400;">(harta negara).</span></p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p>Artikel Muslim.or.id</p>
[serialposts]
 