
<p>Baca pembahasan sebelumnya<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47294-penyimpangan-kaum-musyrikin-terdahulu-dalam-tauhid-asma-wa-shifat-bag-1.html" data-darkreader-inline-color=""> Penyimpangan Kaum Musyrikin Terdahulu dalam Tauhid Asma’ wa Shifat (Bag. 1)</a></strong></span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Menisbatkan sifat kekurangan pada Allah Ta’ala</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara kelakuan orang musyrik terdahulu adalah mereka menisbatkan kekurangan, aib, atau celaan kepada Allah Ta’ala. Contohnya, mereka nisbatkan bahwa Allah Ta’ala memiliki anak. Hal ini pada hakikatnya adalah celaan terhadap kesempurnaan sifat Allah Ta’ala sekaligus meruntuhkan sifat rububiyyah Allah Ta’ala. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hal ini karena jika Allah Ta’ala benar memiliki anak, maka konsekuensinya Allah Ta’ala itu butuh anak atau mirip dengan anak tersebut. Padahal, tidak ada satu pun yang sama, serupa, atau mirip dengan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala mengatakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha mendengar dan Maha melihat.” </span><b>(QS. Asy-Syuura [42]: 11)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Menisbatkan adanya anak bagi Allah Ta’ala adalah kelakuan orang-orang musyrik terdahulu. Orang Yahudi mengatakan, “</span><b><i>’Uzair</i></b> <span style="font-weight: 400;">adalah anak Allah.” Orang Nashrani mengatakan, “</span><b>’Isa</b><span style="font-weight: 400;"> adalah anak Allah.” Orang musyrikin Arab mengatakan, “Malaikat adalah anak perempuan Allah.” </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan sungguh Allah Ta’ala telah bantah keyakinan ini dalam surat Al-Ikhlas,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ؛ اللَّهُ الصَّمَدُ ؛ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ؛ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Katakanlah, “Dia-lah Allah, Tuhan yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. </span><b>Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”</b> <b>(QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/30556-cara-mendakwahi-keluarga-yang-berbuat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Cara Mendakwahi Keluarga Yang Berbuat Syirik</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Perbuatan mereka ini sungguh merupakan penghinaan dan celaan luar biasa kepada hak Allah Ta’ala. Bagaimana tidak demikian, di saat yang sama orang-orang Nashrani mensucikan rahib-rahib (para pendeta) mereka dari memiliki anak dan memiliki istri karena keduanya merupakan bentuk perendahan terhadap hak dan kedudukan pendeta mereka. Demikian pula, orang-orang musyrikin Arab membenci anak perempuan, lalu mereka nisbatkan bahwa Allah memiliki anak perempuan. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ الْبَنَاتِ سُبْحَانَهُ وَلَهُمْ مَا يَشْتَهُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).” </span><b>(QS. An-Nahl [16]: 57)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya,” </span><b>(QS. An-Nahl [16]: 62)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/29056-penggunaan-jimat-atau-rajah-tetap-syirik-walau-berkeyakinan-sekedar-sebab-10.html" data-darkreader-inline-color="">Penggunaan Jimat atau Rajah Tetap Syirik, Walau Berkeyakinan Sekedar Sebab</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selain itu, orang-orang Yahudi juga menisbatkan adanya sifat kekurangan yang lain pada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala, </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">لَقَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mendengar perkatan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, “Sesunguhnya Allah itu miskin dan kami kaya”.” </span><b>(QS. Ali ‘Imran [3]: 181)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Atau perkataan orang Yahudi lainnya yang mengatakan bahwa Allah itu bakhil (kikir atau pelit), bukan Tuhan yang Maha pemurah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنْفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Orang-orang Yahudi berkata, </span><b>“Tangan Allah terbelenggu.”</b><span style="font-weight: 400;"> (maksudnya, kikir atau pelit, pent.) Sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua tangan Allah terbuka, dia menafkahkan sebagaimana dia kehendaki.” </span><b>(QS. Al-Maidah [5]: 64)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/27866-peringatan-untuk-menjauhi-kesyirikan-dan-wajib-khawatir-terjerumus-padanya.html" data-darkreader-inline-color="">Peringatan Untuk Menjauhi Kesyirikan Dan Wajib Khawatir Terjerumus Padanya</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;"><b>Perkataan mereka bahwa Al-Qur’an adalah ucapan manusia</b></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antara perkataan orang jahiliyyah adalah perkataan mereka bahwa Al-Qur’an adalah ucapan manusia, sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Walid bin Mughirah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Kaum muslimin (ahlus sunnah) meyakini bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang hakiki. Maksudnya, Allah Ta’ala benar-benar berbicara dan disampaikan kepada Jibril </span><i><span style="font-weight: 400;">‘alaihissalaam, </span></i><span style="font-weight: 400;">kemudian diwahyukan kepada Nabi Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam. </span></i><span style="font-weight: 400;">Perkataan orang-orang musyrik bahwa Al-Qur’an adalah ucapan manusia, tidak lain maksudnya bahwa Al-Qur’an itu makhluk, bukan kalam Allah yang merupakan salah satu sifat Allah Ta’ala. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, ketika mereka berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلَّا سِحْرٌ يُؤْثَرُ إِنْ هَذَا إِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Lalu dia berkata, “(Al-Qur’an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). </span><b>Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”</b> <b>(QS. Al-Muddatstsir [74]: 24-25)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka Allah Ta’ala pun mengatakan sebagai balasan atas apa yang mereka katakan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">سَأُصْلِيهِ سَقَرَ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Aku akan memasukkan ke dalam (neraka) Saqar.” </span><b>(QS. Al- Muddatstsir [74]: 26)</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang-orang musyrik sebetulnya mengakui bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah, dan bukan ucapan Muhammad. Seandainya Al-Qur’an itu adalah ucapan Muhammad, niscaya mereka akan mampu membuat yang semisal atau mirip dengan Al-Qur’an, karena Muhammad </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam </span></i><span style="font-weight: 400;">itu sama-sama manusia seperti mereka.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/25861-membaca-al-quran-namun-berbuat-syirik.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Al Quran Namun Berbuat Syirik</a></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah Ta’ala pun menantang orang-orang musyrik untuk mendatangkan atau membuat yang semisal dengan Al-Qur’an, atau sepuluh surat saja, atau cukup satu surat saja, akan tetapi mereka tidak mampu sama sekali. Hal ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang hakiki, bukan ucapan Jibril, bukan pula ucapan Muhammad. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun orang-orang kafir, mereka sombong dan ingkar. Kadang mereka katakan bahwa Al-Qur’an itu hanyalah sejenis sihir; kadang mereka katakan bahwa Al-Qur’an itu diambil Muhammad dari para ulama ahli kitab; dan ucapan lain yang beraneka ragam, yang menunjukkan pengingkaran mereka bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Oleh karena itu, golongan yang menyimpang dalam masalah ini semacam Jahmiyyah, Mu’tazilah, dan Asy’ariyyah, mereka mewarisi aqidah dan keyakinan mereka tentang Al-Qur’an dari agama jahiliyyah, sebagaimana permasalahan ini telah kami bahas panjang lebar di tulisan kami yang lainnya </span><b>[1, 2]</b><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><a href="https://muslim.or.id/24316-tujuh-perbedaan-syirik-besar-dan-syirik-kecil.html">T<span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong>ujuh Perbedaan Syirik Besar Dan Syirik Kecil</strong></span></a></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/19178-menghancurkan-sumber-sumber-kesyirikan.html" data-darkreader-inline-color="">Menghancurkan Sumber-Sumber Kesyirikan</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">@Rumah Lendah, 5 Ramadhan 1440/11 Mei 2019</span></p>
<p><b>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color="">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""> <a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
<p><b>Catatan kaki:</b></p>
<p><b>[1] </b><span style="font-weight: 400;">Silakan dibaca kembali tulisan kami sebelumnya tentang masalah ini (total ada delapan seri tulisan):</span></p>
<p><a href="https://muslim.or.id/38717-sifat-kalam-antara-aqidah-ahlus-sunnah-jahmiyyah-dan-asyariyyah-01.html"><span style="font-weight: 400;">https://muslim.or.id/38717-sifat-kalam-antara-aqidah-ahlus-sunnah-jahmiyyah-dan-asyariyyah-01.html</span></a></p>
<p><b>[2] </b><span style="font-weight: 400;">Disarikan dari kitab </span><b><i>Syarh Masaail Al-Jahiliyyah, </i></b><span style="font-weight: 400;">karya Syaikh Dr. Shalih Al-Fauzan </span><i><span style="font-weight: 400;">hafidzahullahu Ta’ala, </span></i><span style="font-weight: 400;">hal. 150-151 dan 172-173 (cetakan pertama, penerbit Daarul ‘Ashimah, tahun 1421)</span></p>
 