
<p>Tahun ini kita melalui bulan Ramadhan dalam kondisi di tengah merebaknya wabah virus Corona. Kaum muslimin sangat dianjurkan untuk menghidupkan Ramadhan ini dengan berbagai amalan shalih, salah satunya memperbanyak membaca Al-Quran</p>

<h2><span style="font-size: 21pt;"><strong>Mengapa Memperbanyak Membaca Al-Quran saat Wabah di Bulan Ramadhan?</strong></span></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di musim wabah saat bulan Ramadhan ini, mari  kita perbanyak membaca Al-Quran. Ini benar-benar kesempatan meraih pahala yang sangat besar dan sangat bermanfaat. Mengapa?</span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;">Ramadhan adalah bulannya Al-Quran kita diperintahnya banyak membaca Al-Quran dan memahami tafsirnya</span></li>
<li>Di musim wabah ini, sebagian kita punya waktu luang yang banyak karena kita dianjurkan agar #DiRumahAja, gunakan waktu luang ini untuk membaca Al-Quran</li>
<li>Al-Quran adalah obat baik untuk penyakit hati dan penyakit fisik. Sangat pas kita memperbanyak baca Al-Quran di musim wabah, hati tenang dan bisa jadi penyakit fisik akan sembuh</li>
<li>Dengan sibuk mambaca Al-Quran, kita mengurangi membaca berita tentang covid19. Terlalu banyak membaca berita akan meneyebakan kecemasan berlebih dan menyebabkan penyakit psikosomatik, yaitu “perasaan” memiliki gejala penyakit covid19 padahal tidak, bahkan sehat-sehat saja</li>
</ol>
<p><span style="font-size: 12pt;"><b>Berikut penjabaran dari poin-poin di atas: </b></span></p>
<h3><strong><span style="font-size: 18pt;">1. Ramadhan adalah Bulannya Al-Quran</span></strong></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Ramadhan adalah bulannya Al-Quran kita diperintahnya banyak membaca Al-Quran dan memahami tafsirnya</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Bulan Ramadhan yang di dalamnya –mulai- diturunkannya Al-Quran </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS Al-Baqarah: 185)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hendaknya kita semangat membaca Al-Quran karena ia akan memberikan syafaat di hari kiamat. Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu ‘alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> [HR. Muslim 1910]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/54649-hukum-mengeraskan-suara-ketika-membaca-al-quran.html" data-darkreader-inline-color="">Hukum Mengeraskan Suara ketika Membaca Al-Qur’an </a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 18pt;">2. Banyak Waktu Luang di Rumah</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Di musim wabah ini, sebagian kita punya waktu luang yang banyak karena kita dianjurkan agar #DiRumahAja, gunakan waktu luang ini untuk membaca Al-Quran</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dengan banyaknya waktu luang kita dapat gunakan untuk mengkhatamkan Al-Quran. Hendaknya kita bertekad kuat mengkhatamkan membaca Al-Quran minimal sekali saja di bulan Ramadhan</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di bulan Ramadhan Rasulullah shalllahu ‘alaihi wa sallam diajarkan oleh malaikat sampai khatam. Jibril Dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أن جبريل كان يعْرضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ كُلَّ عَامٍ مَرَّةً ، فَعرضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ فِي الْعَامِ الَّذِي قُبِضَ فيه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dahulu Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada Nabi shalallahu ‘alayhi wa sallam setiap tahun sekali (pada bulan ramadhan). Pada tahun wafatnya Rasulullah shalallahu ‘alayi wasallam Jibril mendatangi dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau sebanyak dua kali (untuk mengokohkan dan memantapkannya)</span></i><span style="font-weight: 400;">” ( HR. Bukhari no. 4614)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Atsir </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> menjelaskan,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أي كان يدارسه جميع ما نزل من القرآن</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“yaitu mempelajari (</span><i><span style="font-weight: 400;">mudarasah</span></i><span style="font-weight: 400;">) semua ayat Al-Quran yang turun” ( </span><i><span style="font-weight: 400;">Al-Jami’ fi Gharib Hadits,</span></i><span style="font-weight: 400;"> 4/64).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Bahkan beberapa ulama sengaja meninggalkan majelis ilmu dan beberapa ibadah lainnya karena fokus membaca AL-Quran. Ibnu Rajab Al-Hambali berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قال ابن عبد الحكم: كان مالك إذا دخل رمضان يفر من قراءة الحديث ومجالسة أهل العلم ، وأقبل على تلاوة القرآن من المصحف .</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">قال عبد الرزاق : كان سفيان الثوري : إذا دخل رمضان ترك جميع العبادة وأقبل على قراءة القرآن </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Ibnu Abdil Hakam berkata, Imam malik di Bulan Ramadhan meninggalkan majelis membaca hadits dan majelis ilmu dan fokus membaca Al-Quran dari mushaf.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Abdurrazzaq berkata, Sufyan Ats-Tsauri apabila memasuk Ramadhan, ia meninggalkan berbagai ibadah dan fokus membaca Al-Quran.” [Lathaif Al-Ma’arif hal. 171]</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/29926-tadabbur-alquran-cara-dahsyat-meningkatkan-iman.html" data-darkreader-inline-color="">Tadabbur Alquran, Cara Dahsyat Meningkatkan Iman</a></strong></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>3. Al-Quran Obat Penyakit Hati dan Penyakit Fisik</strong></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Qurn adalah obat baik untuk penyakit hati dan penyakit fisik. Sangat pas kita memperbanyak baca Al-Quran di musim wabah, hati tenang dan bisa jadi penyakit fisik akan sembuh</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Al-Quran adalah obat penyakit fisik dan jiwa. </span><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><span style="font-weight: 400;">ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَ</span><span style="font-weight: 400;">ﺂﺀ</span><span style="font-weight: 400;">ٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً</span></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith menjelaskan bahwa maksud obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan jiwa. Beliau berkata</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Obat yang mencakup obat bagi penyakit hati/jiwa, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Bisa menjadi obat bagi jasmani jika dilakukan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana kisah seseorang yang terkena sengatan kalajengking diruqyah dengan membacakan Al-Fatihah. Ini adalah kisah yang shahih dan masyhur” (Tafsir Adhwaul Bayan).</span></p>
<h3><span style="font-size: 18pt;"><strong>4. Mengurangi Intensitas Membaca Berita Tentang Covid 19</strong></span></h3>
<p><span style="font-weight: 400;"> Dengan sibuk mambaca Al-Quran, kita mengurangi membaca berita tentang covid19. Terlalu banyak membaca berita akan meneyebakan kecemasan berlebih dan menyebabkan penyakit psikosomatik, yaitu “perasaan” memiliki gejala penyakit covid19 padahal tidak, bahkan sehat-sehat saja</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Misalnya ia terlalu banyak mendengar berita gejala covid yaitu tenggorakan gatal dan sesak, ia pun merasa tenggorakan gatal dan agak sesak, padahal ia sehat-sehat saja. Inilah gejala dari penyakit psikosomatik.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian smepga bermanfaat</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/25832-lebih-utama-menghafal-al-quran-atau-membacanya-ketika-ramadhan.html" data-darkreader-inline-color="">Lebih Utama Menghafal Al-Qur’an Atau Membacanya Ketika Ramadhan?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/13319-soal-277-mengkhatamkan-al-quran-dengan-membacanya-bersama-sama.html" data-darkreader-inline-color="">Mengkhatamkan Al-Quran dengan Membacanya Bersama-Sama</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">@ Lombok, Pulau seribu Masjid</span></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/raehan" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikeidl <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
 