
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="id-ID">Pembaca yang budiman, ketahuilah bahwa berbeda antara batuk pilek dengan influenza. Simak uraian berikut ini..<br>
</span></p>
<h4 style="margin-bottom: 0in;"><span lang="id-ID"><b>Batuk pilek/<em>common cold</em>/<em>nasofaringitis</em></b></span></h4>
<ul>
<li>batuk pilek dimulai 2-3 hari setelah terjadinya infeksi.</li>
<li>gejala khas<span lang="id-ID">nya</span>, yaitu bersin-bersin, hidung berair, hidung tersumbat, batuk, suara serak</li>
<li>berlangsung kurang lebih seminggu<span lang="id-ID"> atau</span> 2-3 hari bila gejalanya ringan</li>
<li>
<span lang="id-ID">jika </span>lebih dari 2 minggu belum hilang juga, bisa jadi penyebabnya adalah alergi.</li>
<li>
<span lang="id-ID">t</span>erkadang muncul juga gejala lain seperti sakit kepala, demam, otot kaku dan nyeri, lelah dan hilang nafsu makan.</li>
</ul>
<h4 style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><em><span lang="id-ID"><b>Influenza</b></span></em></h4>
<ul>
<li>gejala awalnya memang mirip, tapi gejala batu pilek lebih ringan dibandingkan influenza.</li>
<li>influenza cenderung menimbulkan demam, otot kaku, dan batuk yang lebih parah.</li>
</ul>
<h4 style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY"><b>Penyebab</b></h4>
<ul>
<li>batuk pilek maupun influenza sama-sama disebabkan oleh berbagai virus, jadi <b>antibiotic seperti amoxisilin tidak berguna</b><span lang="id-ID"><b>, antibiotik berguna jika ada infeksi sekunder bakteri</b></span>
</li>
<li><span lang="id-ID">ditambah juga turunnya daya tahan tubuh karena stres, dingin, perubahan cuaca, kurang gizi, kecapekan dan lain-lain</span></li>
<li><span lang="id-ID">menular baik langsung dan tidak langsung</span></li>
</ul>
<h4 style="margin-bottom: 0in;"><span lang="id-ID"><b>Terapi</b></span></h4>
<ul>
<li><span lang="id-ID">secara umum bisa sembuh sendiri dengan istirahat, imunitas/daya tahan tubuh yang baik bisa menyembuhkan</span></li>
<li><span lang="id-ID">meningkatkan daya tahan tubuh</span></li>
<li>
<span lang="id-ID">cara tradisional/bahan alami:</span>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">minumlah banyak cairan, terutama air putih, jus buah segar atau teh herbal panas.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">mengkonsumsi sup sayuran dengan bumbu bawang putih akan sangat membantu. Karena bawang putih banyak mengandung bahan kimia yang berfungsi <em>antimikroba, antivirus</em> dan <em>antiprotozoa</em>.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;">vitamin C dalam dosis tertentu,<span lang="id-ID"> buah yang mengandung vitamin C</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;"><span lang="id-ID">u</span>ntuk mengatasi batuk, buat ramuan madu dan jeruk nipis. Jika cukup parah buatlah ramuan lidah buaya dan madu.</p>
</li>
</ul>
</li>
</ul>
<h4 style="margin-bottom: 0in;"><b>Obat alami dahulu baru obat kimia</b></h4>
<p style="margin-bottom: 0in;">Salah satu kampanye yang digaungkan <span lang="id-ID">kembali </span>di zaman modern ini adalah “<i>back to nature</i>”,<span lang="id-ID"> sangat baik </span> terlebih-lebih jika menggunakan <em>thibbun nabawi</em> dan zat-zat yang disebutkan dalam Al-Quran dan Sunnah seperti Madu dan Habbatus sauda.</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Seorang ulama besar sekaligus dokter di zamannya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah <i>rahimahullahu</i> berkata, “<i>Sungguh para tabib telah sepakat bahwa ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obat-obatan (kimiawi, pent.). Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan, ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan dan diet tertentu, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan’.”</i><a class="sdfootnoteanc" href="#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"><sup>1</sup></a></p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Oleh karena itu jika sakit maka sebaikinya jangan langsung mengkonsumsi obat-obat kimia, sebaiknya menggunakan bahan alami dahulu. Atau jika penyakitnya cukup ringan tidak perlu menggunakan obat, biarlah imunitas tubuh yang bekerja sehingga imunitas tubuh juga tidak manja dan terlatih melawan penyakit. Tetapi ini adalah pilihan karena pengobatan juga melibatkan faktor sugesti, ada yang sugestinya sembuh jika menggunakan obat alami tertentu, sembuh dengan sugesti dengan obat kimia tertentu.</p>
<h4 style="margin-bottom: 0in;">
<span lang="id-ID"><b>Tingkatkan daya taha</b></span><b>n</b><span lang="id-ID"><b> tubuh</b></span>
</h4>
<p style="margin-bottom: 0in;">Rasulullah <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i>bersabda,</p>
<p class="arab">إِنَّ هَذِهِ الحَبَّةَ السَّوْدَاءَ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ، إِلَّا مِنَ السَّام</p>
<p align="JUSTIFY">”<em>Sesunggunya pada habbatussauda’ terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian</em>” [Muttafaqun ‘alaihi HR. Bukhori no. 5687, Muslim no. 2215]</p>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="JUSTIFY">Ulama dan dokter muslim yang terkenal Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah <i>rahimahullahu</i> dalam kitab <i>tibbun nabawi</i> menjelaskan tentang habbatus sauda: “<i>Habbatus sauda memiliki sangat banyak manfaat, sabda </i><i>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “</i><i>obat untuk segala macam penyakit”, sebagaimana firman Allah, “Menghancurkan segala sesuatu dengan perintahan Rabb-nya”. Yaitu segala sesuatu yang bisa hancur dan semisalnya. Dan habbatus sauda bermanfaat menyembuhkan segala macam penyakit yang bersifat dingin dan penyakit yang bersifat panas dan kering.”</i><a class="sdfootnoteanc" href="#sdfootnote2sym" name="sdfootnote2anc"><sup>2</sup></a></p>
<h4 style="margin-bottom: 0in;"><b>Secara kedokteran</b></h4>
<p style="margin-bottom: 0in;">Bisa diberikan <em>immunomudolator</em>, dengan merek dagang: imunos, formuno, stimuno, imbost dan lain-lain.</p>
<p lang="id-ID" style="margin-bottom: 0in;">**</p>
<h5>Catatan Kaki</h5>
<div id="sdfootnote1">
<p style="margin-bottom: 0in; page-break-before: always;"><a class="sdfootnotesym" href="#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym">1 </a><span style="font-size: small;"><i>Thibbun Nabawi lii Ibnil Qayyim</i></span><span style="font-size: small;"> hal. 9, Maktabah Ats-Tsaqafi, Kairo</span></p>
</div>
<div id="sdfootnote2">
<p style="margin-bottom: 0.17in; line-height: 100%; page-break-before: always;" align="JUSTIFY"><a class="sdfootnotesym" href="#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym">2</a><span style="font-size: small;"><em>Thibbun Nabawi</em> hal 287, maktabah Ats-Tsaqofiy, Koiro, Tahqiq Dr. Hamid Muhammad Ath-Thohir</span></p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;">—</p>
<p style="margin-bottom: 0in;">Penyusun: dr. Raehanul Bahraen</p>
<p style="margin-bottom: 0in; line-height: 100%;">Artikel <a href="http://www.muslimah.or.id">Muslimah.Or.Id</a></p>
<p class="sdfootnote">
</p>
</div>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 