
<p>Ahlusunah mengimani bahwa di alam kubur akan terjadi peristiwa <span style="font-size: 18pt;">ضغطة</span> /<em>dhoghthoh</em>/ (penghimpitan). Ini didasari oleh beberapa hadis yang sahih, di antaranya:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> hadis dari Aisyah <em>Radhiallahu ‘anha</em>, bahwa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إِنَّ لِلْقَبْرِ ضَغْطَةً وَلَوْ كَانَ أَحَدٌ نَاجِيًا مِنْهَا نَجَا مِنْهَا سَعْدُ بْنُ مُعَاذٍ</span></p>
<p><em>“Sesungguhnya di alam kubur akan terjadi penghimpitan. Andaikan ada orang yang selamat darinya, maka sungguh Sa’ad bin Mu’adz akan selamat darinya”</em> (HR. Ahmad [6/55], disahihkan Al Albani dalam <em>as-Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah</em> no. 1695).</p>
<p><strong>Kedua,</strong> hadis dari Abdullah bin Umar <em>Radhiallahu ‘anhu</em>, bahwa bahwa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda ketika Sa’ad bin Mu’adz <em>Radhiallahu ‘anhu </em>meninggal,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">هَذَا الَّذِي تَحَرَّكَ لَهُ الْعَرْشُ وَفُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَشَهِدَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنْ الْمَلَائِكَةِ لَقَدْ ضُمَّ ضَمَّةً ثُمَّ فُرِّجَ عَنْهُ</span></p>
<p><em>“Lelaki ini membuat Arsy berguncang, dan akan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan ia akan dipersaksikan oleh 70 malaikat sebagai orang yang baik. Namun, ia mengalami penghimpitan di alam kubur kemudian terlepas darinya” </em>(HR. An Nasa’i no. 2055, disahihkan Al Albani dalam <em>Shahih An Nasa’i</em>).</p>
<p><strong>Ketiga,</strong> hadis dari Abu Ayyub Al Anshari <em>Radhiallahu ‘anhu</em>, bahwa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda ketika ada seorang anak kecil yang meninggal,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَوْ أَفْلَتَ أَحَدٌ مِنْ ضَمَّةِ القَبْرِ لَأَفْلَتَ هَذَا الصَبِيُّ</span></p>
<p><em>“Andaikan ada orang yang selamat dari penghimpitan di alam kubur, sungguh anak ini akan selamat”</em> (HR. Ath Thabarani dalam <em>Mu’jam Al Kabir</em> [4/121], disahihkan Al Albani dalam as-<em>Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah </em>no. 2164).</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/44024-terkadang-adzab-kubur-diperlihatkan-kepada-manusia.html" data-darkreader-inline-color="">Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Siapa saja yang mengalami penghimpitan?</strong></span></h2>
<p>Ulama sepakat bahwa orang kafir dan munafik pasti akan mengalami penghimpitan. Sebagaimana dalam hadis dari Al Barra’ bin ‘Azib <em>Radhiallahu ‘anhu </em>bahwa Nabi <em>Shallallahu ‘alaihi wasallam </em>bersabda tentang orang kafir dan munafik,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيهِ أَضْلَاعُهُ</span></p>
<p><em>“… kemudian kuburnya pun menghimpitnya hingga remuk tulang-tulangnya”</em> (HR. Abu Daud no. 4753, Ahmad no. 17803, disahihkan Al Albani dalam <em>Shahih Abu Daud</em>).</p>
<p>Kemudian, jumhur ulama mengatakan bahwa para Nabi dan Rasul <em>‘Alaihimussalam</em> tidak mengalami penghimpitan di alam kubur. As Suyuthi <em>Rahimahullah</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">والمعروف أن الأنبياء لا يضغطون</span></p>
<p>“Pendapat yang makruf, para Nabi tidak mengalami penghimpitan” (<em>Syarhus Shudur bi Syarhi Haalil Mauta wal Qubur</em>, karya As Suyuthi, hal. 114).</p>
<p>Al Munawi <em>Rahimahullah</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وأقول: استثناؤه الأنبياء ظاهر، وأما الأولياء فلا يكاد يصح؛ ألا ترى إلى جلالة مقام سعد بن معاذ وقد ضم</span></p>
<p>“Saya katakan, pendapat yang mengecualikan para Nabi dari terkena penghimpitan adalah pendapat yang kuat. Adapun mengecualikan para wali, maka ini pendapat yang tidak tepat. Tidakkah Anda lihat bagaimana Sa’ad bin Mu’adz saja yang kedudukannya tinggi tetap mengalami penghimpitan?!” (<em>Faidhul Qadir</em>, 5: 313).</p>
<p>Adapun orang-orang beriman selain para Nabi dan Rasul, maka ada <em>khilaf</em> yang kuat di tengah ulama apakah mereka mengalami penghimpitan ataukah tidak? Sebagian ulama mengatakan bahwa para <em>auliya’</em> (orang-orang saleh) tidak mengalami penghimpitan di alam kubur. Namun pendapat yang kuat (sebagaimana disebutkan Al Munawi) adalah bahwa orang-orang beriman selain para Nabi dan Rasul, mereka semua mengalami penghimpitan tanpa terkecuali. Sebagaimana <em>zahir</em> dari hadis Aisyah <em>Radhiallahu ‘anha</em>. Oleh karena itu, Ibnu Abi Mulaikah <em>Rahimahullah</em>, seorang tabiin, berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ما أجير من ضغطة القبر ولا سعد بن معاذ الذي منديل من مناديله خير من الدنيا وما فيها!</span></p>
<p>“Tidak ada yang selamat dari penghimpitan, bahkan Sa’ad bin Mu’adz saja tidak selamat. Padahal satu sapu tangan beliau itu lebih baik daripada dunia dan seisinya!” (Diriwayatkan dalam kitab <em>Az Zuhd </em>karya Hannad bin as-Sarri [1/125]).</p>
<p>Bahkan anak kecil yang belum terkena beban syariat saja terkena penghimpitan sebagaimana dalam hadis Abu Ayyub <em>Radhiallahu ‘anhu</em>.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/31670-takutlah-terhadap-adzab-kubur-01.html" data-darkreader-inline-color="">Takutlah terhadap Adzab Kubur</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Bagaimana bentuk penghimpitan yang dialami orang-orang beriman?</strong></span></h2>
<p>Walaupun orang-orang beriman mengalami penghimpitan di alam kubur, namun bentuknya berbeda dengan yang dialami orang-orang kafir dan munafik. Ada dua pendapat ulama dalam masalah ini.</p>
<p><strong>Pertama,</strong> penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan maknawi, yang berupa rasa takut dan gelisah. Bukan penghimpitan kubur secara hakiki. Abu Bakar At Taimi <em>Rahimahullah </em>mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">كان يقالُ: إن ضمَّةَ القبرِ إنَّما أصلُها أن الأرض أُمُّهم، ومنها خلقُوا، فغابُوا عنها الغيبةَ الطويلةَ، فلما رَدُّوا إليها أولادَها، ضمَّتهم ضمَّ الوالدةِ التي غابَ عنها ولدُها</span></p>
<p>“Para ulama mengatakan, bentuk penghimpitan di alam kubur itu pada asalnya karena bumi bagaikan ibu bagi manusia. Di sana mereka diciptakan, kemudian tiba-tiba ia tidak lagi berada di bumi untuk waktu yang lama. Ketika anak-anak bumi ini dikembalikan kepadanya, maka ia merasakan kesempitan sebagaimana sempitnya seorang ibu yang kehilangan anaknya” (<em>Tafsir Ibnu Rajab</em>, 2: 373).</p>
<p><strong>Kedua,</strong> penghimpitan yang mereka rasakan adalah penghimpitan hakiki, namun hanya sebentar. Al Munawi <em>Rahimahullah</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">المؤمن الكامل ينضم عليه ثم ينفرج عنه سريعًا، والمؤمن العاصي يطول ضمه ثم يتراخى عنه بعد، وأن الكافر يدوم ضمه، أو يكاد أن يدوم</span></p>
<p>“Seorang mukmin yang sempurna imannya, akan mengalami penghimpitan, kemudian dengan cepat segera dilepaskan. Sedangkan seorang mukmin yang ahli maksiat akan diperlama penghimpitannya. Sedangkan penghimpitan orang kafir akan selamanya dihimpit atau hampir selamanya” (<em>Faidhul Qadir</em>, 2: 168).</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kapan terjadi penghimpitan di dalam kubur?</strong></span></h2>
<p>Penghimpitan di alam kubur terjadi sebelum pertanyaan dua malaikat. Ar Ramli <em>Rahimahullah </em>mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وضمة القبر للميت قبل سؤال الملكين</span></p>
<p>“Penghimpitan di alam kubur terjadi sebelum pertanyaan dua Malaikat” (<em>Fatawa Ar Ramli</em>, 6: 33).</p>
<p>Al Muzanni <em>Rahimahullah</em> dalam <em>Syarhus Sunnah</em> beliau berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ثمَّ هم بعد الضغطة فِي الْقُبُور مساءلون</span></p>
<p>“Kemudian mereka setelah mengalami penghimpitan, mereka akan ditanya (oleh malaikat)” (<em>Syarhus Sunnah lil Muzanni</em>, poin ke 10).</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin <em>Rahimahullah </em>juga menjelaskan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">الأحاديث الصحيحة تدل على أن الرجل إذا سأله الملكان وأجاب بالصواب فسح له في قبره، فإن صح الحديث فالمعنى أنه أول ما دخل ضمه القبر ثم فسح له</span></p>
<p>“Hadis-hadis sahih menunjukkan bahwa seseorang ketika ia berhasil menjawab pertanyaan dua malaikat di dalam kubur dengan benar, maka akan dilapangkan kuburnya. Jika hadis tentang penghimpitan itu sahih, maka maknanya, pertama kali ia masuk ke dalam kubur, ia akan dihimpit oleh kubur, kemudian akan dilapangkan (setelah menjawab pertanyaan)” (<em>Liqa Babil Maftuh</em>, 17: 36).</p>
<p><em>Wallahu a’lam</em>. Semoga Allah <em>Ta’ala</em> memberikan kita <em>al qauluts tsabit </em>di kehidupan dunia, di alam kubur, dan melindungi kita dari azab kubur.</p>
<p>(Diringkas dari penjelasan Syaikh Abdullah bin Abduh Nu’man Al Awadhi dan Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid <em>Hafizhahumallah</em>).</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29977-jangan-jadikan-kubur-nabi-sebagai-sesembahan.html" data-darkreader-inline-color="">Jangan Jadikan Kubur Nabi Sebagai Sesembahan</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/26982-bolehkah-wanita-berziarah-kubur.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Wanita Berziarah Kubur?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 