
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="font-size: 18px; text-align: right;">الم ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ</p>
<p>“<em>Alif lam mim. Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa</em>” (QS. al-Baqarah: 1-2)</p>
<p><strong>Faidah</strong></p>
<ul>
<li>Di dalam Al-Qur’an terkandung ilmu yang meyakinkan; sehingga ia akan bisa menyingkirkan keragu-raguan. Sebab penafian keraguan dalam ungkapan ‘<em>tidak ada keraguan sedikit pun padanya</em>’ adalah suatu ungkapan penafian yang memiliki konsekuensi penetapan kebalikan darinya; sementara kebalikan dari keraguan adalah keyakinan</li>
<li>Sebuah pelajaran penting yang bisa dipetik, bahwasanya penafian -dari suatu sifat tercela atau kekurangan- yang dimaksudkan sebagai pujian adalah penafian yang terkandung di dalamnya penetapan kebalikan darinya; yaitu sifat kesempurnaan.</li>
<li>Al-Qur’an mengandung petunjuk yang akan mengentaskan seorang dari kesesatan dan berbagai kerancuan pemahaman, selain itu Al-Qur’an juga berisi arahan-arahan untuk menggapai segala perkara yang mendatangkan kemanfaatan dan kebaikan.</li>
<li>Kebaikan yang ditunjukkan melalui bimbingan Al-Qur’an adalah kebaikan yang menyeluruh, bukan hanya kebaikan yang bersifat sementara -di dunia- bahkan ia juga mencakup kebaikan yang seterusnya -di akhirat- dan abadi.</li>
<li>Al-Qur’an merupakan panduan dalam perkara <em>ushul</em> (pokok) maupun <em>furu’</em> (cabang), ia menyimpan keterangan untuk membedakan antara kebenaran dengan kebatilan, antara pendapat yang benar/kuat dengan pendapat yang lemah.</li>
<li>Pada dasarnya Al-Qur’an adalah petunjuk/hidayah bagi semua manusia, hanya saja yang benar-benar bisa memetik manfaat dan pelajaran darinya adalah orang-orang yang bertakwa. Sebab, hidayah itu ada 2 macam; hidayah berupa keterangan dan hidayah berupa taufik. Hidayah taufik hanya diperoleh orang yang bertakwa, sedangkan selain mereka tidak mendapatkannya.</li>
<li>Hidayah berupa keterangan ilmu pada hakikatnya bukanlah hidayah yang sejati dan sempurna apabila tidak disertai dengan hidayah untuk bisa mengamalkannya.</li>
<li>Ketakwaan merupakan sebab paling utama untuk mendapatkan curahan hidayah. Hakikat takwa adalah menjaga diri dari kemurkaan Allah dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.</li>
</ul>
<p><strong>Sumber: </strong><em>Taisir al-Karim ar-Rahman</em><strong>, </strong>lihat <em>al-Majmu’ah al-Kamilah</em> [1/39-41]
</p>
<p>—</p>
<p>Penulis: Ari Wahyudi<br>
Artikel <a href="https://muslim.or.id">Muslim.Or.Id</a></p>
 