
<h2><span style="font-size: 14pt;"><strong>Pinjam motor lalu minta isi bensin full tank, apakah termasuk riba?</strong></span></h2>
<p> </p>
<p>Kita sudah pahami kaedah yang dipahami para ulama,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ حَرَامٌ</p>
<p>“Setiap utang piutang yang di dalamnya ada keuntungan, maka itu dihukumi haram.”</p>
<p>Ibnu Qudamah <i>rahimahullah</i> berkata,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">وَكُلُّ قَرْضٍ شَرَطَ فِيهِ أَنْ يَزِيدَهُ ، فَهُوَ حَرَامٌ ، بِغَيْرِ خِلَافٍ</p>
<p>“Setiap <a href="https://rumaysho.com/20188-doa-agar-tidak-malas-dan-terbebas-dari-lilitan-utang.html">utang</a> yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (<i>Al-Mughni</i>, 6: 436)</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 12pt;">Baca juga: </span><a href="https://rumaysho.com/15186-sepakat-ulama-utang-piutang-yang-ada-keuntungan-dihukumi-riba.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="font-size: 12pt;"><span style="color: #ff0000;">Utang Piutang yang Ada Keuntungan Dihukumi RIBA</span></span></a></strong></p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Kita perlu memahami suatu hukum bukan sekadar dari lafazh saja. Memahami suatu hukum dari hakikat sebenarnya.</strong></h3>
<p> </p>
<p>Ada dua istilah yang perlu dipahami yaitu <strong><em>Al-‘Aariyah</em></strong> dan <strong><em>Al-Qordh.</em></strong></p>
<p>Contoh <em>al-‘aariyah:</em> Seseorang meminjamkan motor untuk dipakai satu hari, lalu besok motor itu dikembalikan lagi. <em>Untuk al-‘aariyah</em>, motor tidak berpindah kepemilikan.</p>
<p>Contoh <em>al-qordh</em>: pinjam satu juta rupiah, maka dikembalikan satu juta rupiah bukan dengan uang yang sama namun penggantinya. Alias, untuk <em>al-qordh</em> terjadi berpindah kepemilikan dan nantinya diganti.</p>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Untuk <em>al-‘aariyah</em> berarti tidak berpindah kepemilikan. Untuk <em>al-qordh </em>berarti berpindah kepemilikan.</strong></h3>
<p> </p>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Tepatkah mengatakan meminjam motor teman disebut qordh sehingga berlaku <a href="https://rumaysho.com/15186-sepakat-ulama-utang-piutang-yang-ada-keuntungan-dihukumi-riba.html">hukum riba</a>?</strong></h3>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Ataukah seperti itu bukan qordh namun ‘aariyah?</strong></h3>
<h3 style="text-align: center;"><strong>Kalau ‘aariyah, maka sah-sah saja meminta diisikan bensin, sehingga akadnya berubah menjadi ijaaroh (sewa).</strong></h3>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">Silakan direnungkan dan moga jadi pencerahan.</p>
<p> </p>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Baca juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><span style="color: #ff0000; font-size: 12pt;"><a style="color: #ff0000;" href="https://rumaysho.com/2706-tafsir-surat-al-maauun-tidak-menyayangi-yatim-dan-orang-miskin.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tafsir Surat Al-Maauun</strong></a></span></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/1871-celakalah-yamnaunal-maauun-orang-yang-pelit.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong><span style="color: #ff0000; font-size: 12pt;">Celakalah Yamna’unal Maa’uun (Orang yang Pelit)</span></strong></a></li>
</ul>
<p> </p>
<p> </p>
<hr>
<p> </p>
<p>Disusun di perjalanan Klaten – Jogja, 16 Shafar 1441 H (15 Oktober 2019)</p>
<p>Oleh yang selalu mengharapkan ampunan Allah: <a href="https://rumaysho.com/about-me" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="http://Rumaysho.Com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Rumaysho.Com</a></p>
 