
<h2>Puasa Ibadah yang Istimewa</h2>
<p>Puasa adalah ibadah yang istimewa karena memiliki banyak keutamaan. Di antara keistimewaannya yaitu puasa merupakan perisai bagi seorang muslim. Dalam sebuah hadits, Nabi <em>shallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الصِّيَامُ جُنَّةٌ</span></p>
<p>“<em>Puasa adalah perisai</em>” (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<h2>Puasa sebagai Perisai di Dunia dan Akhirat</h2>
<p>Yang dimaksud puasa sebagai (جُنَّة<strong>ٌ</strong>) (perisai) adalah puasa akan menjadi pelindung yang akan melindungi bagi pelakunya di dunia dan juga di akhirat.</p>
<ul>
<li>Adapun di dunia maka akan menjadi pelindung yang akan menghalanginya untuk mengikuti godaan syahwat yang terlarang di saat puasa. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang yang berpuasa untuk membalas orang yang menganiaya dirinya dengan balasan serupa, sehingga jika ada yang mencela ataupun menghina dirinya maka hendaklah dia mengatakan, “Aku sedang berpuasa.”</li>
<li>Adapun di akhirat maka puasa menjadi perisai dari api neraka, yang akan melindungi dan menghalangi dirinya dari api neraka pada hari kiamat (Lihat <em>Syarh Arba’in An-Nawawiyyah</em>, Syaikh Ibnu ‘Utsaimin <em>rahimahullah</em>).</li>
</ul>
<h2>Puasa Merupakan Perisai dari Siksa Neraka</h2>
<p>Puasa akan menjadi perisai yang menghalangi dari siksa api neraka. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">ما من عبد يصوم يوما في سبيل الله إلا باعد الله بذالك وجهه عن النار سبعين خريفا</span></p>
<p><em>“Tidaklah seorang hamba yang berpuasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim”</em> (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">قَالَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ : الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ، وَهُوَ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِه<strong>ِ</strong></span></p>
<p>“<em>Rabb kita ‘azza wa jalla berfirman, Puasa adalah perisai, yang dengannya seorang hamba membentengi diri dari api neraka, dan puasa itu untuk-Ku, Aku-lah yang akan membalasnya</em>” (H.R. Ahmad, shahih).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">إِنَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ</span></p>
<p>”<em>Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari siksa neraka</em>” (H.R. Ahmad, shahih).</p>
<blockquote><p><em><strong>Baca juga: <a href="https://muslim.or.id/29990-doa-mustajab-setelah-atau-sebelum-berbuka-puasa.html" target="_blank" rel="noopener">Doa Mustajab Setelah atau sebelum Berbuka Puasa?</a></strong></em></p></blockquote>
<h2>Puasa Sebagai Perisai dari Berbuat Dosa</h2>
<p>Imam Ibnu Rajab al-Hambali <em>rahimahullah</em> menjelaskan, “Puasa merupakan perisai selama tidak dirusak dengan perkataan jelek yang merusak. Oleh karena itu, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"> وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِم<strong>ٌ </strong></span></p>
<p>“<em>Puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada orang yang mencercanya atau memeranginya, maka ucapkanlah, ‘Aku sedang berpuasa</em>” (H.R. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Perisai (جُنَّة<strong>ٌ</strong>) adalah yang melindungi seorang hamba, sebagaimana perisai yang digunakan untuk melindungi dari pukulan ketika perang. Maka demikian pula puasa akan menjaga pelakunya dari berbagai kemaksiatan di dunia, sebagaimana Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون<strong>َ</strong></span></p>
<p>“<em>Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa</em>” (Al-Baqarah: 183).</p>
<p>Jika hamba mempunyai perisai yang melindunginya dari perbuatan maksiat maka dia akan memiliki perisai dari neraka di akhirat. Sedangkan bagi yang tidak memiliki perisai dari perbuatan maksiat di dunia maka dia tidak memiliki perisai dari api neraka di akhirat (Lihat <em>Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam</em>).</p>
<h2>Keutamaan Ini Mencakup Puasa Wajib dan Sunnah</h2>
<p>Syaikh Shalih Fauzan <em>hafidzahullah</em> menjelaskan, “Maksudnya puasa adalah penghalang antara dirinya dengan api neraka. Hal ini mencakup puasa yang wajib seperti puasa Ramadhan dan juga puasa sunnah seperti puasa enam hari di Bulan Syawal, puasa senin-kamis, puasa tiga hari setiap bulan, puasa Dzulhijjah, puasa ‘Arafah, dan puasa ‘Asyura” (Lihat <em>Al-Minhatu Ar-Rabaniyyah fii Syarhi Al-Arba’in An-Nawawiyyah</em>).</p>
<p>Inilah di antara keutamaan ibadah puasa, yang akan menjadi perisai yang melindungi seorang muslim di dunia dan di akhirat. Semoga Allah memudahkan kita untuk menyempurnkan ibadah puasa dan meraih banyak pahala dan berbagai keutamaannya.</p>
<p><em>Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.</em></p>
<blockquote><p><em><strong>Baca juga: <a href="https://muslim.or.id/9819-dua-kebahagiaan-bagi-orang-yang-berpuasa.html" target="_blank" rel="noopener">Dua Kebahagiaan Bagi Orang Yang Berpuasa</a></strong></em></p></blockquote>
<p>—</p>
<p><strong>Penyusun : <a href="https://muslim.or.id/author/adika" target="_blank" rel="noopener">dr. Adika Mianoki</a></strong><br>
<strong>Artikel: <a href="http://muslim.or.id" target="_blank" rel="noopener">Muslim.or.id</a></strong></p>
 