
<p>Puasa qadha atau puasa Syawal bagi muslimah yang Ramadhan tidak bisa puasa penuh karena haidh? Karena <a href="https://rumaysho.com/11377-buka-puasa-dalam-keadaan-ragu-keluar-darah-haidh.html">haidh</a> di sini adalah uzur bagi wanita sehingga tidak bisa berpuasa penuh di bulan Ramadhan. Apakah sudah jadi keputusan akhir bagi muslimah tidak bisa lagi melakukan puasa Syawal?</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://rumaysho.com/531-hukum-menggabungkan-niat-puasa-syawal-dengan-qodho-puasa.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><span style="color: #ff0000;">Hukum Menggabungkan Niat Puasa Syawal dengan Qodho’ Puasa</span></a></strong></p>
<p>Coba kita lihat dulu keutamaan puasa Syawal sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini.</p>
<p>Dari Abu Ayyub Al-Anshary <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ</span></p>
<p>“<em>Siapa yang melakukan puasa Ramadhan lantas ia ikutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka itu seperti berpuasa setahun penuh.</em>” (HR. Muslim, no. 1164)</p>
<p> </p>
<h4><strong>Apakah sah mendahulukan puasa Syawal bagi orang yang tidak berpuasa pada bulan Ramadhan karena ada uzur seperti haidh dan semacamnya atau tanpa ada uzur?</strong></h4>
<ul>
<li>Jika ada yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan <strong>tanpa ada uzur</strong>, haram baginya untuk puasa Syawal, qadha’ puasa diperintahkan untuk segera dilakukan, hendaknya ia tidak sibukkan dengan puasa yang lain.</li>
<li>Jika ada yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan <strong>karena ada uzur</strong>–seperti haidh, bersafar, sakit, dan semacamnya–, dan tetap berpuasa Syawal, maka ia mendapatkan pokok pahala puasa, <strong>tetapi ia tidak mendapatkan pahala puasa sempurna setahun penuh seperti yang disebutkan.</strong> Yang baiknya dilakukan adalah berpuasa Ramadhan sebelum melakukan puasa Syawal. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang pahala puasa Syawal dengan kalimat, “<em>Siapa yang berpuasa Ramadhan lalu diikutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal.</em>”</li>
<li>Jika wanita yang mengalami haidh di bulan Ramadhan tetap melakukan puasa Syawal dahulu sebelum qadha’ puasa, ia hanya mendapatkan pokok pahala puasa, <strong>tetapi tidak mendapatkan pahala puasa setahun penuh.</strong> Hal ini juga berlaku bagi yang punya uzur lainnya di bulan Ramadhan.</li>
</ul>
<p>Al-‘Allamah Abu Zur’ah Al-‘Iraqi <em>rahimahullah</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 14pt;">يحصل أصل سنة الصوم وإن لم يحصل الثواب المذكور ؛ لترتبه في الخبر على صيام رمضان ، وإن أفطر رمضان تعديًا حَرُم عليه صومها</span></p>
<p>“(Bagi yang mendahulukan puasa Syawal dari qadha puasa), ia akan mendapatkan <strong>pahala pokok sunnah puasa</strong> walaupun <strong>tidak mendapatkan pahala sempurna setahun penuh</strong>. Karena hadits menyebutkan mesti mendahulukan puasa Ramadhan. Namun jika qadha’ puasa karena tidak berpuasa tanpa uzur, maka haram baginya berpuasa Syawal.”</p>
<p> </p>
<h4><strong>Referensi:</strong></h4>
<p>Bahasan fikih Syafii di channel telegram: <a href="https://t.me/UMMI_NUR" target="_blank" rel="noopener noreferrer">https://t.me/UMMI_NUR</a></p>
<p> </p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/15922-puasa-wanita-haidh-ini-ternyata-sah.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Puasa Wanita Haidh Ini Ternyata Sah</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/14615-qadha-shalat-yang-luput-karena-haidh.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Qadha Shalat yang Luput Karena Haidh</strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p> </p>
<p>Diselesaikan pada Malam Kamis, 5 Syawal 1441 H, 27 Mei 2020 <a href="https://darushsholihin.com">@ Darush Sholihin</a></p>
<p><strong><a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></strong></p>
<p><strong>Artikel <a href="https://rumaysho.com">Rumaysho.Com</a></strong></p>
 