
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Jika seseorang berambisi untuk shalat dan <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="https://konsultasisyariah.com/fikih/ibadah-fikih/sholat/puasa-shalat-di-ramadhan-saja.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> hanya pada bulan Ramadhan, sementara setelah Ramadhan berlalu ia meninggalkan shalat, apakah ia mendapatkan pahala <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/ibadah-fikih/sholat/puasa-shalat-di-ramadhan-saja.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a>nya?</p>
<p><!--more--></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Shalat adalah salah satu rukun Islam, dan merupakan rukun terpenting setelah dua kalimat syahadat serta merupakan kewajiban individual. Barangsiapa yang meninggalkannya karena mengingkari kewajibannya atau meninggalkannya karena meremehkan dan malas, maka ia kafir. Adapun orang-orang yang ber<a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/ibadah-fikih/sholat/puasa-shalat-di-ramadhan-saja.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> Ramadhan dan shalat hanya pada bulan Ramadhan, ini berarti menipu Allah. Sungguh, betapa buruknya orang-orang yang tidak ingat kepada Allah kecuali pada bulan Ramadhan. Maka, <a title="Shalat Puasa Ramadhan" href="../fikih/ibadah-fikih/sholat/puasa-shalat-di-ramadhan-saja.html" target="_blank"><strong>puasa</strong></a> mereka tidak sah karena meninggalkan shalat di luar bulan Ramadhan.</p>
<p><em>Lajnah Da’imah, Fadha’il Ramadhan</em>, disusun oleh Abdurrazaq Hasan, (pertanyaan no. 14).</p>
<p>Sumber: <em>Fatwa-Fatwa Terkini Jilid 1</em>, Darul Haq, Cetakan VI, 2009<br>
Dipublikasikan oleh: <a title="KonsultasiSyariah.Com" href="https://konsultasisyariah.com" target="_blank">KonsultasiSyariah.com</a></p>
 