
<p>Islam mencela sikap <em>ghuluw </em>(berlebih-lebihan), radikalisme, ekstrimisme, terorisme atau istilah semisalnya. Hal ini karena sikap-sikap tersebut akan membawa banyak dampak negatif seperti penganiyaan diri, terputus dari ketaatan, menghalagi manusia dari agama, dan menodai keindahan agama Islam.</p>
<p>Oleh karena itu, banyak sekali dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang mencela perbuatan <em>ghuluw</em> ini. Di antaranya dalil-dalil yang secara jelas mencela sikap ghuluw, seperti firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ</span></p>
<p><em>“Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu.”</em> <strong>(QS. An-Nisa’: 171)</strong></p>
<p>Meskipun ayat ini pada asalnya ditujukan kepada ahli kitab, tetapi maksudnya adalah untuk memberikan peringatan kepada umat ini agar menjauhi sebab-sebab yang mengantarkan murka Allah <em>Ta’ala </em>kepada umat-umat sebelumnya.</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِى الدِّينِ فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِى الدِّينِ</span></p>
<p><em>“Wahai sekalian manusia, waspadalah kalian dari sikap berlebih-lebihan dalam agama karena sikap berlebih-lebihan dalam agama telah membinasakan orang-orang sebelum kalian.</em>” <strong>(HR. An-Nasa’i no. 3057, dengan sanad shahih)</strong></p>
<p>Beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>juga bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ, قَالَهَا ثَلاَثًا</span></p>
<p><em>“Celakalah orang-orang yang berlebihan (dalam agama). Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.”</em> <strong>(HR. Muslim no. 2670)</strong></p>
<p>Adapun berpegang teguh dan komitmen dengan ajaran Islam, maka ini diperintahkan oleh Allah <em>Ta’ala </em>dan Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</em> Tidak ada kaitannya dengan radikalisme sedikit pun.</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">فَاسْتَمْسِكْ بِالَّذِي أُوحِيَ إِلَيْكَ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ</span></p>
<p><em>“Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus.”</em> <strong>(QS. Az-Zukhruf: 43)</strong></p>
<p>Jadi, radikal dan ekstrim itu adalah melampui garis (batasan) syariat. Adapun komitmen dan tegar dalam prinsip-prinsip beragama, sekalipun banyak orang menyelisihi, dan sesuai dengan bimbingan para ulama, maka itu adalah perintah dan kewajiban dari Allah <em>Rabbul ‘Alamin.</em></p>
<p>Radikal no, istiqamah, yes! Jangan dicampur aduk …</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/2492-siapakah-tokoh-di-balik-radikalisme-dan-terorisme.html" data-darkreader-inline-color="">Siapakah Tokoh Di Balik Radikalisme dan Terorisme?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/58955-kapan-menyebut-kafir-dan-kapan-menyebut-non-muslim.html" data-darkreader-inline-color="">Kapan Menyebut “Kafir” dan Kapan Menyebut “Non-Muslim”</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ubaidah-yusuf-as-sidawi" data-darkreader-inline-color="">Ust. Abu Ubaidah Yusuf As Sidawi</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 