
<h3><strong>Ramadan besok momen terbaik untuk hijrah</strong></h3>
<p>Ramadan besok adalah momen terbaik untuk berubah, momen terbaik untuk “hijrah”, menjadi orang yang lebih baik dan lebih serius lagi menjalankan agama ini.</p>
<p>Sampai kapan ingin terus seperti sekarang? Sudah waktunya memikirkan akhirat! Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُ فِيهَا مَا نَشَاءُ لِمَنْ نُرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُ جَهَنَّمَ يَصْلَاهَا مَذْمُومًا مَدْحُورًا</p>
<p>“<em>Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di (dunia) ini apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki. Kemudian Kami sediakan baginya (di akhirat) neraka Jahannam; dia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir</em>.” (QS. Al-Isra`: 18)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ ، فَرَّقَ اللهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ ِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّـتَهُ ، جَمَعَ اللهُ أَمْرَهُ ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِيْ قَلْبِهِ ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ</p>
<p>“<em>Barangsiapa ambisi terbesarnya adalah dunia, maka Allah akan cerai-beraikan urusannya, Allah jadikan kefakiran di depan matanya, dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali sesuai apa yang telah ditetapkan baginya. Barangsiapa yang ambisi terbesarnya adalah akhirat, Allah akan memudahkan urusannya, Allah jadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan mendatanginya dalam keadaan hina</em>.” (HR. Ahmad, di<em>-shahih-</em>kan al-Albani dalam <em>Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah</em> no. 950)</p>
<p>Dunia ini akan kita tinggalkan, jangan terlena oleh dunia. Ramadan besok berubahlah menjadi orang yang berambisi pada akhirat!</p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">يَٰقَوْمِ إِنَّمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا مَتَٰعٌ وَإِنَّ ٱلْءَاخِرَةَ هِىَ دَارُ ٱلْقَرَارِ</p>
<p>“<em>Sesungguhnya kehidupan ini hanyalah kesenangan (sementara) dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal.</em>” (QS. Al-Mu`min: 39)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">ألا إنَّ الدُّنيا ملعونةٌ ملعونٌ ما فيها ، إلَّا ذِكرُ اللَّهِ وما والاهُ ، وعالِمٌ ، أو متعلِّمٌ</p>
<p>“<em>Ketahuilah, sesungguhnya dunia itu terlaknat. Semua yang ada di dalamnya terlaknat kecuali dzikrullah serta orang yang berdzikir, orang yang berilmu agama dan orang yang mengajarkan ilmu agama</em>.” (HR. At-Tirmidzi 2322, di<em>hasan</em>kan oleh al-Albani dalam <em>Shahih at-Tirmidzi</em>)</p>
<p>Mulai Ramadan besok, semoga menjadi sadar, bahwa kebahagiaan hakiki itu di akhirat, maka carilah akhirat!</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا، وَأَنْزَلَ فِي الأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا، فَمِنْ ذَلِكَ الجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الخَلْقُ، حَتَّى تَرْفَعَ الفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا، خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ</p>
<p>“<em>Allah menjadikan rahmat-Nya 100 bagian, Ia menyimpan 99 bagian darinya dan menurunkan 1 bagian saja ke dunia. Dari satu bagian rahmat inilah semua makhluk mendapatkan rahmat, sampai-sampai kuda yang (diberi ilham untuk) mengangkat kakinya agar tidak menginjak anaknya (itu karena rahmat Allah)</em>.” (HR. Bukhari no. 6000, Muslim no. 2752)</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> juga bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">وَاللهِ مَا الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هَذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَى بِالسَّبَّابَةِ – فِي الْيَمِّ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِعُ</p>
<p>“<em>Demi Allah! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian meletakkan jari-jarinya -Yahya (perawi hadits) berisyarat dengan jari telunjuknya- ke laut, maka lihatlah apa yang dibawa jari-jarinya?”</em> (HR. Muslim no. 2858)</p>
<p>Maka, Ramadan besok adalah titik balik…<br>
Yuk, kita berubah…</p>
<h3>Ramadan besok momen untuk memperbaiki shalat</h3>
<p>Ramadan besok adalah momen untuk membulatkan tekad untuk lebih serius mengerjakan shalat. Sampai kapan akan terus meninggalkan shalat? Sampai kapan akan terus menunda-nunda shalat? Sampai kapan bolos terus dari shalat berjamaah di masjid?</p>
<p>Bukankah Allah perintahkan kita untuk shalat? Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِين</p>
<p>“<em>Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.”</em> (QS. Al-Baqarah: 43).</p>
<p>Bukankah shalat adalah salah satu dari rukun Islam? Rasulullah <em>shallallahu’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">بُنِيَ الإسْلامُ علَى خَمْسٍ، شَهادَةِ أنْ لا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وأنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسولُهُ، وإقامِ الصَّلاةِ، وإيتاءِ الزَّكاةِ، وحَجِّ البَيْتِ، وصَوْمِ رَمَضانَ</p>
<p>“<em>Islam dibangun di atas 5 perkara: bersyahadat bahwa tiada sesembahan yang haq kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, haji ke Baitullah dan puasa Ramadan.</em>” (HR. Bukhari no.8, Muslim no. 16).</p>
<p>Seriuslah untuk mendirikan shalat 5 waktu karena ini adalah pemisah antara mukmin dan kafir. Dari Jabir bin ‘Abdillah <em>radhiyallahu ’anhu</em>, Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلَاةِ</p>
<p><em>“Pembatas antara seseorang dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat</em>.” (HR. Muslim no. 82).</p>
<p>Para sahabat Nabi ijma’ (bersepakat) bahwa orang yang meninggalkan shalat 5 waktu maka dia keluar dari Islam. ‘Abdullah bin Syaqiq al- ‘Uqaili <em>rahimahullah</em> mengatakan:</p>
<p style="text-align: right;">كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ</p>
<p>“<em>Dahulu para sahabat Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam tidak memandang ada amalan yang bisa menyebabkan kekufuran jika meninggalkannya, kecuali shalat</em>.” (HR. At Tirmidzi no. 2622).</p>
<p>Maka meninggalkan shalat lebih parah dan lebih berbahaya dari pada zina, minum khamr, mencuri, dan korupsi.<br>
Ramadan besok adalah momen bagi para lelaki sejati, untuk kembali memenuhi panggilan Allah yang dikumandangkan di masjid-masjid. Karena shalat berjamaah 5 waktu di masjid bagi laki-laki hukumnya wajib. Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ’anhu,</em> Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ هَمَمْتُ أَنْ آمُرَ بِحَطَبٍ يُحْتَطَبُ، ثُمَّ آمُرَ بِالصَّلاَةِ فَيُؤَذَّنَ لَهَا، ثُمَّ آمُرَ رَجُلًا فَيَؤُمَّ النَّاسَ، ثُمَّ أُخَالِفَ إِلَى رِجَالٍ فَأُحَرِّقَ عَلَيْهِمْ بُيُوتَهُمْ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ يَعْلَمُ أَحَدُكُمْ أَنَّهُ يَجِدُ عَرْقًا سَمِينًا، أَوْ مِرْمَاتَيْنِ حَسَنَتَيْنِ لَشَهِدَ العِشَاء</p>
<p>“<em>Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ingin kiranya aku benar-benar memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan shalat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka</em>.”(HR. Bukhari no. 7224, Muslim no. 651).</p>
<p>Bagaimana mungkin Rasulullah sampai demikian jika perkara ini bukan kewajiban!? Maka, Ramadan besok adalah titik balik untuk memperbaiki shalat kita selama ini. Semoga menjadi penghapus dosa-dosa kita. Nabi <em>shallallahu ’ alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">الصَّلَاةُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ، مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ</p>
<p>“<em>Shalat yang lima waktu, shalat Jum’at ke shalat Jum’at selanjutnya, ini semua menghapuskan dosa-dosa di antara keduanya, selama tidak melakukan dosa besar.”</em> (HR. Muslim no. 233).</p>
<h3>Ramadan besok momen untuk berhijab syar’i bagi muslimah</h3>
<p>Ramadan besok adalah momen untuk mulai berkomitmen berhijab syar’i bagi wanita muslimah. Karena menutup aurat dan berhijab syar’i adalah kewajiban. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا</p>
<p>“<em>Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”</em> (QS. Al-Ahzab: 59)</p>
<p>Dan membuka aurat, serta ber-tabarruj (menampakkan keindahan wanita) adalah dosa yang besar, yang harus segera ditinggalkan. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا</p>
<p>“<em>Ada dua golongan dari umatku yang belum pernah aku lihat: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring (seperti benjolan). Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalanan sekian dan sekian.</em>” (HR. Muslim no. 2128).</p>
<p>Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin mengatakan:</p>
<p>” كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ “قَدْ فُسِّرَ قَوْلُهُ: بِأَنَّهُنَّ يَلْبَسْنَ أَلْبسَةَ قَصِيْرَةً، لَا تَسْتَرِ مَا يُجِبُّ سترَهُ مِنَ الْعَوْرَةِ، وَفَسَّرَ: بِأَنَّهُنَّ يَلْبَسْنَ أَلْبسَةَ خَفِيْفَةً لَا تَمْنَعُ مِنْ رُؤْيَةِ مَا وَرَاءَهَا مِنْ بَشْرَةِ الْمَرْأَةِ، وَفَسَّرَت : بِأَنْ يَلْبَسْنَ مَلَابِسَ ضيقة، فَهِيَ سَاتِرَةٌ عَنِ الرُّؤْيَةِ، لَكِنَّهَا مبدية لمفاتن</p>
<p>“Para ulama menjelaskan [wanita yang berpakaian tapi telanjang] adalah wanita yang menggunakan pakaian yang pendek yang tidak menutupi aurat. Sebagian ulama menafsirkan, mereka yang menggunakan pakaian yang tipis yang tidak menghalangi terlihatnya apa yang ada di baliknya yaitu kulit wanita. Sebagian ulama menafsirkan, mereka yang menggunakan pakaian yang ketat, ia menutupi aurat namun memperlihatkan lekuk tubuh wanita yang memfitnah.” (<em>Fatawa Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin,</em> 2/825).</p>
<p>Dan aurat wanita itu seluruh tubuh, kecuali wajah dan telapak tangan. Berdasarkan hadits dari ‘Aisyah <em>radhiyallahu‘anha</em>, beliau berkata,</p>
<p style="text-align: right;">أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ فَأَعْرَضَ عَنْهَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ</p>
<p>“<em>Asma’ binti Abu Bakar pernah menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan memakai pakaian yang tipis. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berpaling darinya dan bersabda, “wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika sudah haidh (sudah baligh), tidak boleh terlihat dari dirinya, kecuali ini dan ini”, beliau menunjuk wajahnya dan kedua telapak tanganny</em>a.”” (HR. Abu Dawud 4140, dalam <em>al-Irwa</em> [6/203] al-Albani berkata: “Hasan dengan keseluruhan jalannya”).</p>
<p>Bahkan, menurut sebagian ulama aurat wanita adalah seluruh tubuhnya termasuk wajah berdasarkan surat Al-Ahzab ayat 59 di atas. Adapun:</p>
<p>* rambut<br>
* leher<br>
* lengan<br>
* kaki<br>
* betis</p>
<p>ini semua jelas termasuk aurat yang wajib ditutup! Dan kriteria hijab syar’i adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: right;">1- استيعاب جميع البدن إلا ما استثني. 2- أن لا يكون زينة في نفسه. 3- أن يكون صفيقاً لا يشف. 4- أن يكون فضفاضاً غيرضيق فيصف شيئاً من جسمه. 5- أن لا يكون مبخراً مطيباً. 6- أن لا يشبه لباس الرجل. 7- أن لا يشبه لباس الكافرات. 8- أن لا يكون لباس شهرة</p>
<p>“(1) Menutupi seluruh tubuh kecuali yang tidak wajib ditutupi (2) Tidak berfungsi sebagai perhiasan (3) Kainnya tebal tidak tipis (4) Lebar tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh (5) Tidak diberi pewangi atau parfum (6) Tidak menyerupai pakaian lelaki (7) Tidak menyerupai pakaian wanita kafir (8) Bukan merupakan libas syuhrah (pakaian yang menarik perhatian orang-orang).” (<em>Al-Ikhtiyarat al- Fiqhiyyah lil Imam al-Albani,</em> 394).</p>
<p>Maka Ramadan besok adalah titik balik bagi muslimah untuk berkomitmen menggunakan hijab syar’i, agar ia menjadi wanita yang terbaik yang mendapatkan ridha Allah <em>Ta’ala</em> dan menjadi wanita yang terbaik dalam pandangan Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam:</em></p>
<p style="text-align: right;">أَنَّ عَلِيًّا ، قَالَ : سَأَلَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ شَيْءٍ قَالَ : ” أَيُّ شَيْءٍ خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ ؟ ” فَلَمْ أَدْرِ مَا أَقُولُ ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِفَاطِمَةَ ، فَقَالَتْ : أَلا قُلْتَ لَهُ : خَيْرٌ لِلنِّسَاءِ أَنْ لا يَرَيْنَ الرِّجَالَ وَلا يَرَوْنَهُنَّ ، قَالَ : فَذَكَرْتُ قَوْلَ فَاطِمَةَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : ” إِنَّهَا بِضْعَةٌ مِنِّي رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا “</p>
<p>“<em>Ali bin Abi Thalib berkata: Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bertanya kepadaku tentang sesuatu, beliau bersabda: ‘Apa yang paling baik bagi wanita?’ Lalu aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku pun menceritakannya kepada Fathimah. Fathimah pun berkata: ‘Katakanlah kepada beliau, yang paling baik bagi wanita adalah mereka tidak melihat para lelaki dan para lelaki tidak melihat mereka‘. Maka aku (Ali) sampaikan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Lalu beliau bersabda: ‘Sungguh Fathimah adalah bagian dari diriku, semoga Allah meridhainya</em>‘.” (HR. Ibnu Abid Dunya dalam <em>Al-’Iyal</em> no. 412, semua perawinya <em>tsiqah</em>).</p>
<p>Saudariku, Ramadan besok, mulailah berhijab syar’i!</p>
<h3>Ramadan besok momen untuk meninggalkan rokok</h3>
<p>Ramadan besok adalah kesempatan emas untuk meninggalkan rokok bagi para perokok. Karena rokok itu membatalkan puasa. Para ulama Mesir yang tergabung dalam <em>Darul Ifta` al-Mishriyyah</em> mengatakan:</p>
<p style="text-align: right;">التدخين مع كونه عادةً سيئةً محرمةً شرعًا، وتضر بصحة الإنسان، فهو أيضًا مُفْسِدٌ للصوم، موجِبٌ للقضاء؛ لأن الدخان الناتج عن حرق التبغ يتكاثف داخل الأنف وينزل إلى الصدر، فيكون جِرْمًا دخل جوفًا، فيحصل به الفطر</p>
<p>“Merokok, selain itu adalah kebiasaan buruk dan diharamkan syariat, juga berbahaya bagi kesehatan, juga membatalkan puasa. Orang yang melakukannya wajib meng<em>-qadha</em> puasa. Karena tembakau yang terbakar mengembun di dalam hidung dan turun hingga ke dada. Sehingga ia menjadi suatu benda yang ada di dalam kerongkongan. Ini membatalkan puasa.” (<em>Fatwa no. 11328</em>).</p>
<p>Dan merokok hukumnya haram dalam syariat. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: right;">وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ</p>
<p>“<em>Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.“ </em>(QS. Al Baqarah: 195).</p>
<p>Nabi <em>shallallahu ’alaihi wa sallam </em>bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ</p>
<p>“<em>Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.”</em> (HR. Ahmad I/313 no. 2865, dan Ibnu Majah no. 2431).</p>
<p>Sedangkan rokok, disepakati oleh para ahli kesehatan bahwa ia berbahaya dan mematikan. Allah <em>Ta’ala</em> dalam surat Al-Maidah ketika Allah berfirman kepada Nabi-Nya <em>shallallahu’ alaihi wa sallam,</em></p>
<p style="text-align: right;">يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ</p>
<p>“<em>Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang dihalalkan bagi mereka. Katakanlah, “Dihalalkan bagi mereka semua hal yang baik-baik”</em>.” (QS. Al Maidah: 4).</p>
<p>Dan Allah <em>Ta’ala</em> juga berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ</p>
<p>“<em>Dihalalkan bagi kalian semua yang baik-baik dan diharamkan bagi kalian khabaits (yang buruk-buruk).</em>” (QS. Al-A’raf: 157).</p>
<p>Dan rokok termasuk <em>khabaits</em> (perkara yang buruk). Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz <em>rahimahullah</em> mengatakan:</p>
<p style="text-align: right;">وجميع أنواع التدخين والشيشة من جملة الخبائث الضارة بالإنسان</p>
<p>“Semua jenis rokok dan shisha termasuk <em>khabaits</em> (yang buruk-buruk) yang membahayakan manusia”.</p>
<p>Dan merokok juga merupakan kezaliman kepada orang lain. Setiap milimeter kubik asap yang terhirup oleh orang lain, akan dituntut kelak di hari Kiamat. Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ، فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ اليَوْمَ، قَبْلَ أَنْ لاَ يَكُونَ [ص:130] دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ، إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ</p>
<p>“<em>Orang yang pernah menzalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezalimannya. Namun, jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zalimi.”</em> (HR. Bukhari no. 2449).</p>
<p>Maka Ramadan besok adalah titik balik bagi para perokok untuk berkomitmen mengucapkan selamat tinggal bagi rokok, demi meraih ridha Allah dan demi keselamatannya di dunia dan akhirat.</p>
<p>Ramadan besok adalah momen terbaik dalam hidup kita. Manfaatkan dengan baik. Siapa tahu, ia adalah Ramadan terakhir kita.</p>
<p>***</p>
<p>Penulis: Yulian Purnama</p>
<p>Artikel Muslimah.or.id</p>
<p> </p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 