
<p style="text-align: justify;">Sebagian perokok tidak memperdulikan orang-orang disekitarnya yang batuk-batuk karena menghirup asap rokok yang dikebulnya. Bahkan meskipun yang batuk-batuk tersebut adalah anak-anak kecil..bahkan balita??. Si perokok dengan santai aja –tanpa malu sedikitpun- terus asyik mengebulkan asap rokoknya. Demikianlah rasa malu yang hilang…tidak memikirkan perasaan orang lain… tidak memperdulikan penderitaan orang lain… yang penting ia bisa senang dan puas !!!.<br>Sungguh Menakjubkan tatkala terpampang di beberapa plakat yang besar di tengah-tengah kota Jakarta tentang sindiran bagi para perokok. Diantara tulisan yang terpampang di plakat-plakat tersebut –seingat saya- adalah<br>((Dia sendirian enak-enak, kita sakit bareng-bareng))<br>Ini adalah sindiran kepada perokok yang jika sedang berlezat-lezat dengan rokoknya maka banyak merugikan orang lain disekililingnya yang menjadi perokok pasif.<br>Demikian juga tertampang tulisan yang lain yang menyindir para pemilik pabrik rokok yang kaya raya. ((Mereka yang kaya, kita yang masuk rumah sakit))<br>Akan tetapi ya…plakat tersebut hanya 2 atau 3 plakat, sementara plakat-plakat dan poster-poster tentang iklan rokok sangat banyak dan mentereng !!!</p>
 