
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">Fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Baz </span></strong></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Soal:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Orang-orang sufi berdalil dengan hadits:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">ولئِن سألَني لأعطينَّهُ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Jika ia (wali Allah) meminta kepada-Ku, sungguh Aku akan memberinya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Al Bukhari).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">bahwa Allah bersatu dengan para walinya (akidah </span><i><span style="font-weight: 400;">wihdatul wujud</span></i><span style="font-weight: 400;">). Karena dalam hadits tersebut disebutkan bahwa Allah menjadi pendengarannya dan penglihatannya*).</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/53415-salah-kaprah-mengenai-wali-dan-karomah.html" data-darkreader-inline-color="">Salah Kaprah Mengenai Wali dan Karomah</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><b>Jawab:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ini adalah bentuk kejahilan mereka (kaum sufi). Yang benar, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">Shallallahu’alaihi Wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda: </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لئِن سألَني لأعطينَّهُ ولئنِ استعاذني لأعيذنَّهُ </span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Jika ia (wali Allah) meminta kepada-Ku, sungguh Aku akan memberinya. Jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, sungguh Aku akan melindunginya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Al Bukhari). </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya, ia mendapatkan taufik untuk menjalankan yang benar. Sebagaimana disebutkan dalam lafadz yang lain: </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">كُنْتُ سَمْعَهُ الذي يَسْمَعُ به، وبَصَرَهُ الذي يُبْصِرُ به، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بها، ورِجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بها</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Aku lah yang menjadi pendengarannya, penglihatannya, pukulan tangannya, dan langkah kakinya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksudnya, ia melakukan semua perbuatannya dengan taufik dari Allah dan hidayah dari Allah. Inilah tafsiran hadits tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan tentu saja, pendengaran seseorang, penglihatan dan perbuatannya itu terjadi atas ketetapan Allah. Namun di sini maksudnya, ia mendapatkan petunjuk dan taufik dari Allah. Ini perkara yang biasa bagi orang Arab, dan bentuk gaya bahasa orang Arab. Oleh karena itulah, dalam riwayat lain lafadznya: </span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">فبي يسمع </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ia mendengar dengan (taufik dari) Aku”, untuk menafsirkan makna hadits. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Namun orang-orang sufiyah mereka jahil dan menyimpang, mereka tidak memahami hal ini. </span><i><span style="font-weight: 400;">Nas’alullah as salaamah wal ‘afiyah.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber: website resmi Syaikh Abdul Aziz bin Baz, url: </span><a href="https://bit.ly/3mS7u7U"><span style="font-weight: 400;">https://bit.ly/3mS7u7U</span></a><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">*) lafadz lengkap dari hadits adalah sebagai berikut. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إنَّ اللَّهَ قالَ: مَن عادَى لي ولِيًّا فقَدْ آذَنْتُهُ بالحَرْبِ، وما تَقَرَّبَ إلَيَّ عَبْدِي بشيءٍ أحَبَّ إلَيَّ ممَّا افْتَرَضْتُ عليه، وما يَزالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إلَيَّ بالنَّوافِلِ حتَّى أُحِبَّهُ، فإذا أحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الذي يَسْمَعُ به، وبَصَرَهُ الذي يُبْصِرُ به، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بها، ورِجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بها، وإنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، ولَئِنِ اسْتَعاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وما تَرَدَّدْتُ عن شيءٍ أنا فاعِلُهُ تَرَدُّدِي عن نَفْسِ المُؤْمِنِ، يَكْرَهُ المَوْتَ وأنا أكْرَهُ مَساءَتَهُ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">“Allah ta’ala berfirman: Barangsiapa yang memerangi wali-Ku, maka ia mengumumkan perang terhadap-Ku. Dan ketika seorang hamba mendekatkan diri kepada-Ku, maka tidak ada yang paling Aku cintai melebihi perkara-perkara yang Aku wajibkan kepadanya. Dan ketika seorang hamba senantiasa melakukan amalan-amalan sunnah, maka aku semakin mencintainya. Dan ketika Aku mencintainya, maka Aku lah yang menjadi pendengarannya, penglihatannya, pukulan tangannya, dan langkah kakinya. Jika ia meminta kepada-Ku, akan Aku berikan. Jika ia minta perlindungan kepadaku, akan Aku lindungi. Tidaklah Aku ragu melakukan sesuatu yang mesti Aku lakukan seperti keraguan untuk (mencabut) nyawa seorang yang beriman. Dia tidak menyukai kematian dan Aku tidak ingin menyakitinya”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (HR. Bukhari no. 6502).</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/18710-keutamaan-wali-allah.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Wali Allah Ta’ala</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/8607-bolehkah-seorang-wali-meninggalkan-ajaran-agama.html" data-darkreader-inline-color="">Bolehkah Seorang Wali Meninggalkan Ajaran Agama?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penerjemah: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/author/yulian-purnama-s-kom" data-darkreader-inline-color="">Yulian Purnama</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="http://Muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
 