
<h2 style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahullahu Ta’ala</em></span></strong></h2>
<p><strong>Pertanyaan:</strong><br>
Bagaimanakah pemahaman yang benar terhadap hadits,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً</span></p>
<p>“Sampaikanlah dariku, meskipun satu ayat.” (HR. Bukhari no. 3461)</p>
<p>Karena di sana terdapat masyarakat yang menjadikan hadits ini sebagai landasan dalam dakwah.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/26690-perkembangan-dakwah-sunnah-di-belanda.html" data-darkreader-inline-color="">Perkembangan Dakwah Sunnah Di Belanda</a></strong></p>
<p><strong>Jawaban:</strong><br>
Yang perlu diperhatikan dalam masalah ini adalah bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بَلِّغُوا عَنِّي</span></p>
<p>“Sampaikanlah dariku.”</p>
<p>Maknanya, Sampaikanlah Dariku, Walaupun Satu AyatSampaikanlah Dariku, Walaupun Satu Ayataqrir) Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, karena beliau mengatakan,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بَلِّغُوا عَنِّي</span></p>
<p>“Sampaikanlah dariku.”</p>
<p>Yaitu, dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> itu sendiri (bukan dari selain beliau, pent.).</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/20357-6-pilar-dakwah-ahlussunnah.html" data-darkreader-inline-color="">6 Pilar Dakwah Ahlussunnah</a></strong></p>
<p>Adapun sesuatu yang tidak diketahui oleh seseorang, kemudian sesuatu itu diklaim berasal dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, maka tidaklah dia menyampaikan sesuatu yang berasal dari Nabi, akan tetapi berasal dari ide dan kreasinya sendiri.</p>
<p>Dengan demikian, hadits ini adalah dalil bahwa tidak boleh atas seseorang untuk menyampaikan suatu perkataan yang tidak valid berasal dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, kemudian mengklaimnya sebagai perkataan beliau <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/31799-ilmu-yang-dibutuhkan-oleh-juru-dakwah.html" data-darkreader-inline-color="">Ilmu yang Dibutuhkan oleh Juru Dakwah</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29553-metode-berdakwah-kepada-non-muslim-1.html" data-darkreader-inline-color="">Metode Berdakwah Kepada Non-Muslim</a></strong></li>
</ul>
</div>
[Selesai]
<p>***<br>
@Rumah Lendah, 10 Rajab 1440/17 Maret 2019</p>
<p><strong>Penerjemah:<span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim" data-darkreader-inline-color=""> M. Saifudin Hakim</a></span></strong><br>
<strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.Or.Id</a></span></strong></p>
<p><strong>Catatan kaki:</strong><br>
Diterjemahkan dari Ash-Shahwah Al-Islamiyyah: Dhawabith wa Taujihaat, hal. 63; karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin <em>rahimahullahu Ta’ala</em>, cetakan ke dua tahun 1436, penerbit Muassasah Syaikh Ibnu ‘Utsaimin Al-Khairiyyah.</p>
 