
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><i>Bismillah wal hamdulillah wash shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du:</i></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">Berikut ini, sekilas penjelasan tentang kitab </span><span style="color: #000000;"><i>Al-Qowa’idul Arba’ </i></span><span style="color: #000000;">yang terjemahannya bisa dilihat di <a href="https://muslim.or.id/26784-matan-terjemah-al-qowaidul-arba.html" target="_blank">artikel ini</a>. </span><span style="color: #000000;">Dan <em>in sya Allah</em> akan penyusun sampaikan </span><span style="color: #000000;"><i>syarah </i></span><span style="color: #000000;">(penjelasan)nya pada beberapa artikel setelah tulisan ini. </span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">Penyusun akan utarakan penjelasan singkat tentang kitab ini sesuai dengan urutan pemaparan berikut ini:</p>
<ol>
<li class="western" lang="id-ID">Judul.</li>
<li class="western" lang="id-ID">Penulis.</li>
<li class="western" lang="id-ID">
<span style="color: #000000;">Disiplin ilmu</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span>
</li>
<li class="western" lang="id-ID">Kedudukan kitab ini.</li>
<li class="western" lang="id-ID">
<span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dampak buruk bagi yang menyelisihi salahsatu dari kaedah yang empat ini</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span>
</li>
<li class="western" lang="id-ID">Buah positif bagi yang memahami empat kaedah ini dan mengamalkannya dengan baik.</li>
<li class="western" lang="id-ID">Hukum mengetahui kaedah-kaedah dasar dalam bertauhid adalah wajib.</li>
<li class="western" lang="id-ID">Bab-bab dalam kitab ini.</li>
</ol>
<p class="western" align="left">Berikut ini keterangan lebih lanjut,</p>
<h4 class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>1. Judul </b></span></h4>
<p class="western" align="left">Judul kitab ini adalah</p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" align="right"><span lang="ar-SA">القواعد الأ<span lang="ar-SA">ربع</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Empat Kaedah-Kaedah Dasar dalam Islam”</i></span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Penjelasan </b></p>
<p class="western" align="left">Kalimat dalam judul di atas tersusun dari dua kata, yaitu : <span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Qowa’id </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> dan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Arba’.</i></span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Qowa’id </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">adalah bentuk jamak dari kata </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Qo’idah. </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Sedangkan makna </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Qo’idah, </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Shaleh Al-Fauzan </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>hafizhahullah, “</i></span></span>Al-Qo’idah yaitu sebuah dasar yang bercabang darinya permasalahan atau cabang yang banyak<i>“. </i>Beliau juga menjelaskan bahwa tema kitab ini dengan pernyataannya, “<span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Kandungan (kitab) Al-Qawa’id Al-Arba’ah yang disebutkan oleh Sang Syaikh (penulis) ini adalah mempelajari tentang tauhid dan syirik<i>” </i>[1. <em>Syarhul Qawa’id Al-Arba</em>‘, Syaikh Shaleh Al-Fauzan, hal. 5].</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dengan demikian, sesungguhnya kitab </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Qawa’id Al-Arba’ah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">ini berisikan dasar-dasar agama Islam, berupa aqidah yang benar, yaitu: bagaimana mengeesakan Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Ta’la </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(tauhid) yang bersih dari kesyirikan. Dan, perlu diketahui bahwa penyebutan angka pada judul disini, bukanlah dimaksudkan untuk membatasi,namun agar lebih mudah diingat dan diperhatikan.</span></span></p>
<h4 class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>2. Penulis </b></span></h4>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Imam dakwah Tauhid, Syaikhul Islam Muhammad At-Tamimi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>rahimahullah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(wafat th.1206 H).</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Berkenaan dengan diri penulis kitab ini, Syaikh Abdur Razzaq </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>hafizhahullah </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">menyatakan,</span></span></p>
<p class="western" align="left">“Beliau adalah sosok penasehat yang telah menasehati manusia dengan sebesar-besar nasehat, dengan menjelaskan tauhid -yang untuk tujuan bertauhidlah manusia diciptakan dan untuk merealisasikan tauhidlah mereka diadakan- dan memperingatkan (manusia) dari menyekutukan Allah ‘<em>Azza wa Jalla</em> (syirik) yang merupakan dosa dan keharaman terbesar.</p>
<p class="western" align="left">Beraneka ragam tulisan beliau -rahimahullah- tentang penjelasan tauhid dan penetapannya serta memperingatkan (manusia) dari kesyirikan, menyatakan batilnya, menjelaskan bahyanya dan kebatilan syubhat pelakunya.</p>
<p class="western" align="left">Beliau menulis dalam masalah itu, berbagai karya tulis yang banyak, dalam rangka menasehati dan menjelaskan kepada manusia, sekaligus sebagai udzur (bahwa telah menunaikan kewajiban menegakkan hujjah di hadapan Allah) dan sebagai peringatan bagi manusia.</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Dengan demikian, beliau adalah sosok (ulama) penasehat, pengajar, pendidik, pengarah (kebaikan) sekaligus sosok (ulama) yang berpegang teguh dengan Kitabullah <em>Jalla wa ‘Ala</em> dan Sunnah Rasul-Nya <em>shalawatullah wa salamuhu ‘alaihi.</em> “[2. <em>Syarhur Risalah Al-Qowa’id Al-Arba’</em>, Syaikh Abdur Razzaq Al-Badr, hal.3].</span></span></p>
<h4 class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>3. Disiplin Ilmu </b></span></h4>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Disiplin Ilmu yang sedang dibahas dalam kitab ini adalah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Tauhidul Uluhiyyah</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, karena dibahas didalamnya pengenalan tentang tauhid dalam peribadatan dan pengetahuan tentang lawannya, yaitu: syirik dalam peribadatan. </span></span></p>
<h4 class="western" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>4. Kedudukan Kitab Ini</b></span></h4>
<p align="left">Kitab ini memiliki kedudukan yang tinggi, karena:</p>
<p align="left">a) Sumber pengambilan kempat kaedah ini.</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Empat kaedah dalam kitab ini,diambil dari Alquran dan As-Sunnah dengan manhaj Salafus Shaleh kemudian diambil pula dari fakta sejarah muysrikin di zaman </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam.</i></span></span></p>
<p class="western" align="left">b) Mengajarkan ilmu yang <em>fardhu ‘ain</em></p>
<p class="western" align="left">Penjelasan lebih lanjut, terdapat dalam poin berikutnya.</p>
<h4 class="western" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>5. Hukum mempelajari kandungan kitab ini</b></span></h4>
<p class="western" align="left">Mempelajari kitab ini -dalam batasan paling minimal yang menjadi syarat kesahan Islam seseorang- hukumnya wajib,bahkan lebih wajib daripada mengetahui tentang perkara-perkara yang mendasar sholat,puasa dan zakat,karena sholat,puasa ,zakat dan yang semisalnya.</p>
<p class="western" align="left">Karena ibadah-ibadah tersebut tidak akan sah jika ada kesyirikan besar pada diri pelakunya.</p>
<p class="western" align="left"><b>Faedah</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ulama dari dulu telah menjelaskan tentang adanya jenis ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu ‘ain,hal ini berdasarkan sabda Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">:</span></span></p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" align="right"><span lang="ar-SA">طلب الع<span lang="ar-SA">لم فريضة على كل مسلم </span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim”</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> (HR. Ibnu Majah). Hadits ini dihasankan oleh As-Suyuthi, Adz-Dzahabi dan disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>sShahih Ibnu Majah.</i></span></span></p>
<p class="western" align="left">Dan juga berdasarkan kaedah :</p>
<p dir="rtl" lang="id-ID" style="text-align: right;" align="left"><span lang="ar-SA">ما لا يتم الواجب إلا به فهو واجب</span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Suatu perkara yang sebuah kewajiban tidak bisa terlaksana kecuali dengannya,maka hukum perkara tersebut juga wajib”.</i></span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Definisi ilmu fardhu ‘ain</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ulama Lajnah Daimah KSA menjelaskan tentang maksud ilmu fardhu ‘ain, yaitu: </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>ilmu yang menyebabkan sahnya aqidah dan ibadah seseorang dan tidak boleh seseorang tidak tahu tentang ilmu tersebut </i>[3. Lihat: <span lang="zxx"><u><a href="http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&amp;View=Page&amp;PageNo=1&amp;PageID=4335&amp;languagename=">http://www.alifta.net/Fatawa/fatawaDetails.aspx?BookID=3&amp;View=Page&amp;PageNo=1&amp;PageID=4335&amp;languagename=</a></u></span>].</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Atau dengan kata lain ilmu yang jika tidak dipelajari oleh seseorang menyebabkannya terjatuh ke dalam dosa, baik dalam bentuk meninggalkan kewajiban maupun dengan melakukan larangan yang haram dilakukan[4. Tentang ilmu fardhu ‘ain, silahkan baca selengkapnya di <a href="http://muslim.or.id/24642-skala-prioritas-dalam-belajar-agama-islam-1-ilmu-fardhu-ain.html" target="_blank">http://muslim.or.id/24642-skala-prioritas-dalam-belajar-agama-islam-1-ilmu-fardhu-ain.html</a>].</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Contoh ilmu fardhu ‘ain :</b></p>
<p class="western" align="left"><i>Mengetahui tauhid dan syirik, pokok-pokok keimanan dan Rukun Islam,bersuci dari hadats besar,cara berwudhu` yang sah,semua itu dalam batasan yang paling minimal dalam kesahan pelaksanaan sebuah kewajiban.</i></p>
<h4 class="western" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>6. Dampak buruk bagi yang menyelisihi salah satu dari kaedah yang empat ini. </b></span></h4>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Ketika seseorang menyelisihi salah satu dari kaedah yang empat ini,maka akan terjatuh kedalam keragu-raguan dan kerancuan aqidah yang besar dalam mengenal siapakah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>muwahhidun </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(orang-orang yang mentauhidkan Allah)</span></span><i> </i><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dan siapakah</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i> musyrikun </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">(orang-orang yang menyekutukan Allah)</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>, </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">serta</span></span><i> </i><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">tidak mampu membedakan dua kelompok tersebut. </span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Bahkan sangat memungkinkan dia melakukan kesyirikan yang sama persis dengan kesyirikan orang-orang musyrik yang diperangi di zaman Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam. A’adzanallahu minasy syirki kullihi.</i></span></span></p>
<h4 class="western" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>7. Buah positif bagi yang memahami empat kaedah ini dan mengamalkannya dengan baik.</b></span></h4>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Jika seseorang telah memahami kaedah-kaedah ini dengan baik, maka akan mudah baginya mengetahui tauhid yang Allah mengutus para Rasul-Nya </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihimush shalatu was salam</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> dengannya dan yang menjadi tujuan diturunkannya Kitab-Kitab-Nya. </span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Disamping itu ia juga mudah mengetahui syrik yang Allah peringatkan makhluk-Nya darinya dan Dia jelaskan bahayanya serta kerugian bagi orang yang melakukannya di dunia maupun di akherat. </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>In sya Allah.</i></span></span></p>
<h4 class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>8. Bab-bab dalam kitab ini </b></span></h4>
<p class="western" align="left">Secara global kitab ini berisikan pengenalan tentang kaedah-kaedah dasar untuk memahami tauhid dan syirik, pengetahuan tentang ahlu syirik dan hukum atasnya.</p>
<p class="western" align="left">Kitab ini terdiri dari 5 bab, yaitu:</p>
<p class="western" align="left"><b>Bab Pertama: </b></p>
<p class="western" align="left"><i>Muqoddimah:</i></p>
<p class="western" align="left">Syarat kesahan sebuah ibadah.</p>
<p class="western" align="left"><b>Bab Kedua : </b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Kaidah Pertama :</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> Penetapan tauhid Rububiyyah mengharuskan penetapan tauhid Uluhiyyah (ibadah).</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><b>Bab ketiga:</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><i>Kaidah Kedua : </i></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Kaum </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">musyrikin yang diperangi oleh </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam, </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">mereka</span></span><i> </i><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">tidaklah menyekutukan Allah dalam Rububiyyah-Nya, namun, mereka menyekutukan Allah dalam Uluhiyyah-Nya (Ibadah)</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Bab keempat:</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Kaidah Ketiga : </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">I</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">nti kesyirikan dalam masalah Uluhiyyah itu semuanya sama, namun sesembahan-sesembahan musyrikin berbeda-beda.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Bab kelima:</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Kaidah Keempat : </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Penetapan bahwa kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin zaman </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">,ditinjau dari sisi tertentu.</span></span></p>
<h4 class="western" align="left"><span style="color: #ff0000;"><b>Ringkasan global kitab Al-Qawa’idul Arba’</b></span></h4>
<p class="western" align="left">Secara global kitab ini berisikan pengenalan tentang kaedah-kaedah dasar untuk memahami tauhid dan syirik, pengetahuan tentang ahlu syirik dan hukum atasnya.</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Kitab ini terdiri dari 5 bab, satu bab tentang muqoddimah, sedangkan keempat bab lainnya tentang empat kaidah dalam bertauhid, berikut ini r</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">ingkasan global bab-bab tersebut beserta faedah ataupun fungsi mempelajari setiap bab tersebut.</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">Kitab ini terdiri dari 5 bab,yaitu:</p>
<p class="western" align="left"><b>BAB PERTAMA: </b></p>
<p class="western" align="left"><b>Muqoddimah</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Syarat kesahan sebuah ibadah</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">”.</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="id-ID">Muqoddimah ini </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">mengandung :</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Pujian kepada Allah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Ta’ala</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">, do’a, penjelasan tentang makna </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Hanifiyyah,</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"> agama Nabi Ibrahim </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>‘alaihis salam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dan syarat sahnya sebuah ibadah.</span></span><b> </b><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Inti muqoddimah ini ada pada penjelasan tentang </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Haniifiyyah (tauhid) </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dan syarat sahnya sebuah ibadah. </span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Fungsi kaedah ini :</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Pendasaran aqidah yang lurus bagi seorang muslim,karena dengan mengetahui </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Al-Haniifiyyah (tauhid) </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dan syarat sahnya sebuah ibadah dengan baik,seorang muslim diharapkan memiliki keyakinan yang benar tentang ibadah dan tauhid, mengagungkan tauhid dengan sebenar-benar pengagungan serta takut terhadap kesyirikan dengan sebenar-benar rasa takut.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>BAB KEDUA : </b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>Kaidah Pertama :</b></span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Penetapan Tauhid Rububiyyah mengharuskan kepada penetapan Tauhid Uluhiyyah (Ibadah)</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">”.</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Didalam bab ini terdapat penjelasan bahwa p</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">enetapan Tauhid Rububiyyah tidak cukup bagi kesahan Islam seseorang, haruslah diiringi dengan penetapan Tauhid Uluhiyyah, yang mengandung penetapan Tauhid Al-Asma` wa Shifat.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Fungsi kaedah ini :</b></p>
<p class="western" align="left">Untuk menjaga kesahan Islam seseorang dan menghancurkan pokok keyakinan batil yang ada pada da’i penyeru kesyirikan serta keyakinan batil yang ada pada ulama ahlul kalam yang meyakini bahwa tauhid itu adalah sebatas Tauhid Rububiyyah.</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><b>BAB KETIGA :</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><b>Kaidah Kedua </b></span><span style="color: #000000;">: </span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Kaum musyrikin yang diperangi oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidaklah menyekutukan Allah dalam Rububiyyah-Nya, namun, mereka menyekutukan Allah dalam Uluhiyyah-Nya (Ibadah)</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">”</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Didalam bab ini terdapat penjelasan tentang b</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">atilnya salah satu alasan pokok kaum musyrikin zaman sekarang dalam menyembah selain Allah, dan bahwa alasan mereka sama persis dengan alasan kaum musyrikin pada zaman </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Fungsi kaedah ini :</b></p>
<p class="western" align="left">Menghancurkan syubhat besar kaum musyrikin,berupa menjadikan antara mereka dengan Allah perantara dalam beribadah. Dengan hancurnya syubhat tersebut, diharapkan mereka mudah menerima tauhid yang benar dan mudah mengenal hakekat syirik.</p>
<p class="western" align="left"><b>BAB KEEMPAT:</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>Kaidah Ketiga </b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">:</span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Inti kesyirikan dalam masalah Uluhiyyah itu semuanya sama, namun sesembahan-sesembahan musyrikin berbeda-beda”.</i></span></span></p>
<p class="western" align="left">Didalam bab ini terdapat penetapan bahwa inti kesyirikan dalam masalah Uluhiyyah itu semuanya sama, yaitu: memalingkan peribadatan kepada selain Allah.</p>
<p class="western" align="left">Hanya saja, sesembahan-sesembahan kaum musyrikin itu berbeda-beda, ada orang-orang sholeh, malaikat, bulan, matahari, pohon dan ada pula yang lainnya.</p>
<p class="western" align="left"><b>Fungsi kaedah ini :</b></p>
<p class="western" align="left">Seorang muslim mampu memahami bahwa fenomena yang dilakukan oleh sebagian orang zaman ini,berupa penyembahan terhadap orang-orang sholeh,hakekatnya tidak ada bedanya dengan penyembahan kepada matahari ,pohon dan batu di zaman dulu,karena semuanya sama-sama syiriknya.</p>
<p class="western" align="left"><b>BAB KELIMA :</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><b>Kaidah Keempat </b></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">: </span></span></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;">“</span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Penetapan bahwa kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin zaman sekarang lebih parah daripada kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin pada zaman </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,ditinjau dari sisi tertentu</i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">”.</span></span></p>
<p class="western" align="left"><b>Fungsi kaedah ini :</b></p>
<p class="western" align="left">Menggugah kesadaran banyak orang, bahwa walaupun suatu zaman sudah modern, namun ketika seseorang tidak berilmu tentang kesyrikan dengan benar atau ilmunya sangat kurang atau kurang diingatkan kembali akan bahayanya kesyirikan, maka sangat memungkinkan terjatuh ke dalam kesyirikan.</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Bahkan, bisa jadi kesyirikan yang dilakukannya lebih parah daripada kesyirikan yang dilakukan kaum musyrikin yang dihadapi </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">Rasulullah </span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>shallallahu ‘alaihi wa sallam </i></span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US">dulu</span></span><span style="color: #000000;"><span lang="en-US"><i>.</i></span></span></p>
<p class="western" align="left">Maka, tidak ada jaminan bagi suatu negeri yang berteknologi tinggi dan bagi negara yang maju, bahwa negara tersebut pasti penduduknya selamat dari kesyirikan!</p>
<p class="western" align="left">Karena kemuliaan suatu negara itu adalah ketika penduduknya mengetahui dengan baik ajaran agama Islam dan mengamalkannya.</p>
<p class="western" align="left">Sedangkan ajaran agama Islam teragung dan asas perbaikan masyarakat terbesar adalah tauhid!</p>
<p class="western" align="left">Dengan demikian, pelajaran tauhid relevan dikaji di sepanjang zaman dan di semua tempat!</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left"><b>[Nantikan penjelasan (syarah) Al-Qowa’idul Arba’, in sya Allah]</b></p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">***</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">Penulis: Ust. Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">Artikel Muslim.or.id</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">[serialposts]
</p>
<p class="western" lang="id-ID" align="left">____</p>
 