
<h1><b>Sembuh Sakit karena Bersedekah</b></h1>
<p><em><b>Pertanyaan:</b></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh Ustadz.</span></em></p>
<p><em><span style="font-weight: 400;">Saya beberapa kali mendengar cerita orang sakit setelah berobat kemana-mana buntu, kemudian dengan sedekah tiba-tiba ada keajaiban dia bisa sembuh. Apa benar ada hadisnya ya Ustadz? Mohon penjelasannya nggih. Terimakasih pak Ustadz.</span></em></p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Bismillah, walhamdulillah was sholaatu was salaam ‘ala Rasulillah, amma ba’du.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Islam memerintahkan kita untuk berikhtiar mencari obat dari penyakit yang diderita. Semua penyakit pasti ada obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua atau kematian. Sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shalallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">تداووا عباد الله فإن الله تعالى لم يضع داء إلا وضع له دواء غير داء واحد: الهرم</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Berobatlah hai para hamba Allah. Sungguh Allah ta’ala tidaklah ciptakan penyakit melainkan Allah ciptakan juga obatnya, kecuali satu penyakit yaitu tua.”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan obat penyakit tidak selamanya berupa obat-obat jasmani, seperti herbal, medis, dll. Ada jenis obat yang secara kasat mata tidak berkaitan dengan jasmani, namun ia adalah obat yang sangat manjur bisa mengungguli semua obat medis, herbal, dan yang sejenisnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena Al-Qur’an mengajarkan bahwa kesembuhan penyakit ada keterkaitan erat dengan kepercayaan yang kuat kepada Tuhan (</span><i><span style="font-weight: 400;">aqidah</span></i><span style="font-weight: 400;">) dan tawakal yang baik. Allah berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">وَإِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِينِ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.”</span></i><span style="font-weight: 400;"> (QS. Asy-Syu’ara: 80)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Pesan ini yang tidak boleh luput dari setiap muslim yang sakit. Bahwa dokter dan segala upaya pengobatan medis atau herbal, hanyalah sarana ikhtiar untuk mengikuti </span><i><span style="font-weight: 400;">sunnatullah</span></i><span style="font-weight: 400;"> yang Allah tetapkan di bumi ini. Namun yang menentukan kesembuhan, bukan ikhtiar kita, tapi Allah Tuhan alam semesta yang mampu menyembuhkan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Salah satu ikhtiar berobat yang dianjurkan oleh Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> adalah berobat melalui sedekah. Disebutkan di dalam hadis dari Abdullah bin Mas’ud dan Ubadah bin Shamit -semoga Allah meridhoi keduanya-, Nabi </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">وداوُوا مرضاكم بالصدقة</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Obatilah orang-orang sakit kalian dengan bersedekah</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (Dinilai Hasan oleh Syaikh Al Albani dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahih Al Jami’</span></i><span style="font-weight: 400;"> dan </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahih At Targhib</span></i><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnul Qayyim </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahullah </span></i><span style="font-weight: 400;">menerangkan hadis ini,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">فإن للصدقة تأثيرًا عجيبًا في دفع أنواع البلاء ولو كانت من فاجر أو من ظالم بل من كافر فإن الله تعالى يدفع بها عنه أنواعا من البلاء وهذا أمر معلوم عند الناس خاصتهم وعامتهم وأهل الأرض كلهم مقرون به لأنهم جربوه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sedekah memiliki khasiat yang kuat menolak berbagai macam bala’ (termasuk penyakit). Bahkan sekalipun itu dari orang yang ahli maksiat, dzolim, bahkan orang kafir sekalipun, melalui sedekah yang mereka lakukan Allah angkat bala’. Khasiat sedekah seperti ini disaksikan oleh banyak orang, orang-orang berilmu atau kaum awam umumnya, bahkan seluruh penduduk bumi mengakuinya karena mereka telah merasakan sendiri.” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Jami’ Al Fiqh</span></i><span style="font-weight: 400;">, 3/7)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Jika ahli maksiat atau bahkan orang kafir sekalipun, sedekah untuk menolak bala’ atau menyembuhkan penyakit, itu bisa Allah kabulkan, terlebih jika yang melakukan adalah seorang muslim yang bertauhid dan taat kepada agama.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadis tentang khasiat sedekah dapat menyembuhkan penyakit di atas kebenarannya dikuatkan oleh keterangan berikut.</span></p>
<p><b>Pertama</b><span style="font-weight: 400;">, banyak hadis shahih menerangkan bahwa sedekah dapat menolak bala’.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Di antaranya yang paling shahih adalah hadis yang tertulis di </span><i><span style="font-weight: 400;">Shahih Bukhari dan Muslim</span></i><span style="font-weight: 400;"> tentang sholat gerhana (</span><i><span style="font-weight: 400;">kusuf</span></i><span style="font-weight: 400;">),</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">فإذا رأيتم ذلك فادعو الله وكبروا وصلوا وتصدقوا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Jika kalian melihat gerhana, maka berdoalah, bertakbir, sholat dan bersedekahlah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ibnu Daqiq Al-‘id</span><i><span style="font-weight: 400;"> rahimahullah</span></i><span style="font-weight: 400;">,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">وفي الحديث دليل على استحباب الصدقة عند المخاوف لاستدفاع البلاء المحذور</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hadis ini dalil anjuran bersedekah di saat dalam susana menakutkan, untuk menolak bala’ yang dikhawatirkan.”</span></p>
<p><b>Kedua</b><span style="font-weight: 400;">, sedekah dapat meredam kemarahan Tuhan.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana disebut dalam hadis,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">إن الصدقة لتطفئ غضب الرب وتدفع ميتة السوء </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Sesungguhnya sedekah dapat meredam kemarahan Tuhan dan mencegah kematian yang buruk.”</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Hadis di atas diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi di </span><i><span style="font-weight: 400;">Jami’ As-Shahih</span></i><span style="font-weight: 400;">, pada bab zakat, nomor hadis 644. Beliau menilai bahwa hadis ini derajatnya </span><i><span style="font-weight: 400;">hasan gharib</span></i><span style="font-weight: 400;">.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian pula Imam Thabrani di dalam </span><i><span style="font-weight: 400;">Mu’jam Al-Kabir</span></i><span style="font-weight: 400;"> nomor 1018 dan 8014 menilai sanad hadis ini <em>h</em></span><i><span style="font-weight: 400;">asan.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dan sejumlah ulama hadis lainnya juga menilainya</span><i><span style="font-weight: 400;"> hasan</span></i><span style="font-weight: 400;">. Kesimpulan status </span><i><span style="font-weight: 400;">hasan</span></i><span style="font-weight: 400;">-nya hadis ini diamini oleh lembaga fatwa</span><i><span style="font-weight: 400;"> Lajnah Da-imah</span></i><span style="font-weight: 400;"> (KSA),</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">فالحديث روي بطرق متعددة بنحو اللفظ المذكور مطولاً ومختصرًا عن عبد الله بن جعفر وأبي سعيد الخدري وعبد الله بن عباس وعمر بن الخطاب وعبد الله بن مسعود وأبي أمامة وأنس بن مالك ومعاوية بن حيدة ، وهي طرق لا تخلو من ضعف كما ذكره أئمة الحديث، لكن الحديث له شواهد تقويه وكثرة طرقه تجعله لا يقل عن مرتبة الحسن لغيره.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Hadis ini diriwayatkan melalui sejumlah jalur sanad, ada yang dengan redaksi panjang ada yang ringkas. Diriwayatkan dari Abdullah bin Ja’far, Abu Sa’id Al-Khudriy, Abdullah bin Abbas, Umar bin Khattab, Abdullah bin Mas’ud, Abu Umamah, Anas bin Malik, dan Muawiyah bin Haidah. Semua sanad tersebut tidak terhindar </span><i><span style="font-weight: 400;">dhoif</span></i><span style="font-weight: 400;">, sebagaimana keterangan para Imam hadis. Namun hadis ini memiliki riwayat penguat dan banyak sanadnya, sehingga statusnya dari lemah naik menjadi <em>ha</em></span><i><span style="font-weight: 400;">san lighoirihi</span></i><span style="font-weight: 400;">.” (</span><i><span style="font-weight: 400;">Fatawa Lajnah Da-imah</span></i><span style="font-weight: 400;"> no. </span><span style="font-weight: 400;">18860</span><span style="font-weight: 400;">)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Makna hadis di atas adalah, sedekah dapat menghapus dosa. Di antara penyebab datangnya musibah adalah karena dosa kita. Melalui musibah Allah ingin menghapus dosa kita.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">وَمَآ أَصَٰبَكُم مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Musibah apa pun yang menimpa kamu maka adalah karena perbuatan tangan kamu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). </span></i><span style="font-weight: 400;">(QS. Asy-Syura: 30)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka dengan sedekah, dosa dapat terhapus sehingga akan meringankan musibah bahkan menghilangkan dengan izin Allah.</span></p>
<p><b>Ketiga</b><span style="font-weight: 400;">, salah satu sebab doa menjadi mustajab adalah ketika diiringi </span><i><span style="font-weight: 400;">tawassul </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan amal shalih, di antaranya seperti sedekah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah hadis yang mengisahkan tentang tiga orang yang terkunci di dalam gua. Lalu ketiganya berdoa kepada Allah dengan ber</span><i><span style="font-weight: 400;">tawasul</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan amal shalih masing-masing. Ada yang ber</span><i><span style="font-weight: 400;">tawasul</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan baktinya kepada kedua orang tua. Ada yang ber</span><i><span style="font-weight: 400;">tawasul</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan takwanya saat diajak berzina oleh wanita cantik. Ada yang ber</span><i><span style="font-weight: 400;">tawasul </span></i><span style="font-weight: 400;">dengan amanahnya mengelola harta orang lain. Kemudian Allah pun kabulkan doa mereka.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Selengkapnya hadis tentang tiga orang yang terkunci di dalam goa, bisa anda baca di sini: </span><a href="https://rumaysho.com/3390-kisah-tiga-orang-yang-tertutup-batu-dalam-goa.html"><span style="font-weight: 400;">https://rumaysho.com/3390-kisah-tiga-orang-yang-tertutup-batu-dalam-goa.html</span></a></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Meniatkan sedekah agar Allah memberikan kesembuhan, adalah bentuk </span><i><span style="font-weight: 400;">tawasul</span></i><span style="font-weight: 400;"> dengan amal shalih.</span></p>
<p><b>Agar Sedekah Manjur Menyembuhkan Penyakit -dengan izin Allah-</b></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Beberapa hal berikut wajib dilakukan agar sedekah benar-benar berkhasiat menyembuhkan penyakit:</span></p>
<ol>
<li>
<b> Lakukan dengan ikhlas karena Allah </b><b><i>‘azza wa jalla.</i></b>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Karena sedekah adalah ibadah yang agung nilai pahalanya, maka agar sedekah dapat berbuah maksimal harus disertai keikhlasan yang tinggi dan tentu saja memperhatikan tutunan Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shalallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> dalam pelaksanaannya. Layaknya syarat yang berlaku pada semua ibadah.</span></p>
<ol start="2">
<li>
<b> Sedekahlah dengan harta yang baik dan anda cintai.</b><span style="font-weight: 400;"> Karena Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu alaihi wasallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span>
</li>
</ol>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">إن الله طيب لا يقبل إلا طيبا</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Allah itu maha baik, dan Allah tidak akan menerima amalan kecuali yang baik-baik saja.”</span></p>
<ol start="3">
<li><b> Disertai rasa yakin dan pasrah kepada Allah, bahwa Allah mampu menyembuhkan.</b></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Dalilnya adalah hadis dari sahabat Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu</span></i><span style="font-weight: 400;">, Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">ادعوا الله وأنتم موقنون بالإجابة، واعلموا أن الله لا يستجيب دعاء من قلب غافل لاه</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Berdoalah dalam keadaan anda yakin Allah akan kabulkan doa anda. Ingat, Allah itu tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi)</span></p>
<ol start="4">
<li>
<b> Hindari keinginan tergesa-gesa minta dikabulkan.</b><span style="font-weight: 400;"> Karena prasangka seperti itu dapat menghalangi terkabulnya doa.</span>
</li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Dari Abu Hurairah </span><i><span style="font-weight: 400;">radhiyallahu ‘anhu,</span></i><span style="font-weight: 400;"> Rasulullah </span><i><span style="font-weight: 400;">shallallahu alaihi wa sallam</span></i><span style="font-weight: 400;"> bersabda,</span></p>
<p class="arab"><span style="font-weight: 400;">يُسْتجَابُ لأَحَدِكُم مَا لَم يعْجلْ: يقُولُ قَد دَعوتُ رَبِّي، فَلم يسْتَجبْ لِي. متفقٌ عَلَيْهِ.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Doa kalian akan dikabulkan selama kalian tidak tergesa-gesa, seperti orang mengatakan, “Aku berdoa terus, tapi kok Tuhan tidak mengabulkan?!” (Muttafaqun ‘alaih)</span></p>
<ol start="5">
<li><b> Tepat sasaran.</b></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebuah pemberian bernilai sedekah ketika diberikan kepada fakir miskin dengan tujuan membantu mereka memenuhi kebutuhan. Adapun jika diberikan kepada orang yang berkecukupan, maka pemberian menjadi bernilai hadiah. Karena hadiah adalah pemberian kepada orang kaya dan miskin dengan niat bukan memenuhi kebutuhan tapi pemuliaan. (Lihat: </span><i><span style="font-weight: 400;">Syarah Al Mumti’ Ibnu ‘Utsaimin</span></i><span style="font-weight: 400;">, 7/481)</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Wallahu a’lam bish shawab.</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">***</span></p>
<p><strong>Dijawab oleh: Ustadz Ahmad Anshori, Lc.</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">(Alumni Universitas Islam Madinah, Pengajar di PP Hamalatul Quran Jogjakarta dan Pengasuh Thehumairo.com)</span></p>
<p><strong>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Tanya Ustadz untuk Android</a>. <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Download Sekarang !!</a></strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>REKENING DONASI </strong>:</li>
</ul>
<p>BANK SYARIAH INDONESIA<br>
7086882242<br>
a.n. YAYASAN YUFID NETWORK<br>
Kode BSI: 451</p>
<p> </p>
 