
<p><strong>Bab II</strong><br>
<strong>Sebab-Sebab yang Menjadikan </strong><strong>Penghuni Kubur Diadzab</strong></p>
<p><strong>Sebab-Sebab Adzab Kubur Secara Terperinci</strong><br>
<strong>16. Seorang Ibu yang Enggan Menyusui Anaknya Tanpa Alasan, Dikhawatirkan Mendapat Adzab Kubur.</strong><br>
Di dalam hadits Abu Umamah diungkapkan:</p>
<p><strong>ثُمَّ انْطَلَقَ بِيْ، فَإِذَا أَنَـا بِنِسَاءٍ تَنْهَشُ ثَدْيَهُنَّ الْحَيَاتُ، قُلْتُ مَـا بَالُ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: هَؤُلاَءِ يَمْنَعْنَ أَوْلاَدَهُنَّ أَلْبَانَهُنَّ.</strong></p>
<p>“<em>Kemudian dia membawaku pergi, tiba-tiba saja aku melihat para wanita yang payudaranya dipatok ular. Aku bertanya, ‘Kenapa mereka disiksa seperti itu?’ Dia menjawab, ‘Mereka adalah wanita-wanita yang menolak untuk menyusui anak-anak mereka.</em>’”<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p>Di dalam hadits tersebut ada sebuah ancaman yang sangat berat bagi para ibu yang menolak me-nyusui anaknya dari susunya sendiri pada masa-masa menyusui tanpa alasan dan menggantikannya dengan susu buatan.<a href="#_ftn2" name="_ftnref2">[2]</a></p>
<p>Sebuah ganjaran pasti sesuai dengan amal yang dilakukan, sebagaimana mereka telah menolak untuk menyusui anaknya tanpa alasan pada masa-masa menyusui, maka mereka pun akan mendapatkan ganjaran dengan patokan ular pada payudara mereka, hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita semua berlindung dari semua siksaan itu.</p>
<p>Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan para ibu untuk menyusui anaknya selama dua tahun bagi yang ingin menyempurnakannya, Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p><strong>وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ</strong><strong> </strong><strong>ۖ</strong><strong> لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ</strong></p>
<p>“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan…” [Al-Baqarah/2: 233].</p>
<p>Maka jawablah, dan jawablah wahai para Ibu! Jawablah seruan Allah untuk menyusui anak-anak-mu, siapa saja yang tidak mengasihi, niscaya ia tidak akan dikasihi dan bukanlah golongan kami orang-orang yang tidak mengasihi anak-anak kecil.</p>
<p>[Disalin dari <em>Al-Qabru ‘Adzaabul Qabri…wa Na’iimul Qabri Penulis</em> Asraf bin ‘Abdil Maqsud bin ‘Abdirrahim  <em>Judul dalam Bahasa Indonesia </em><strong>KUBUR YANG MENANTI Kehidupan Sedih dan Gembira di Alam Kubur </strong><em>Penerjemah </em>Beni Sarbeni <em>Penerbit  </em><strong>PUSTAKA IBNU KATSIR]</strong><br>
______<br>
Footnote<br>
<a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Hadits <em>shahih</em>. Sudah berlalu takhrijnya.<br>
<a href="#_ftnref2" name="_ftn2">[2]</a> Di dalam sebuah penelitian ilmiah ditemukan bahwa seorang anak yang menyusu dari susu buatan lebih rentan untuk ter-kena demam.</p>
 