
<h2><strong>Sepanjang Hayat</strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Syaikh Muhammad Nawawi bin Umar al-Bantani mengatakan bahwa sebagian ulama berkata, </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">مَنْ أَذْنَبَ ذَنْبًا ثُمَّ تَابَ عَنْهُ لَزِمَهُ كُلَّمَا ذَكَرَهُ أَنْ يُجَدِّدَ التَّوْبَةَ لِأَنَّهُ يَلْزَمُهُ أَنْ يَسْتَمِرَّ عَلَى نَدْمِهِ إِلَى أَنْ يَلْقَي رَبَّهُ</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Seorang yang berbuat dosa lantas bertaubat itu berkewajiban memperbarui taubatnya setiap kali teringat dosa tersebut. Orang yang bertaubat dari suatu dosa itu berkewajiban untuk terus-menerus menyesali dosanya sampai meninggal dunia.” (Tafsir Murah Labid 2/81, penjelasan QS an-Nur 31)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Diantara unsur pokok taubat adalah serius menyesal. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tanda orang yang serius bertaubat adalah memperbarui rasa penyesalan setiap kali teringat dosa tersebut.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Ada tiga ciri orang yang serius memiliki rasa sesal:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Setiap kali ingat dosa tersebut ada rasa sakit di dalam hati.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Marah dengan diri sendiri mengapa sampai bisa terjerumus ke dalam dosa tersebut.</span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Demikian benci dengan dosa tersebut melebihi rasa benci orang yang belum pernah terjerumus ke dalam dosa itu.</span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Teringat dosa yang pernah dilakukan bisa terjadi ketika:</span></p>
<ol>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Duduk sendiri teringat dosa. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Membaca tulisan atau mendengar kajian yang ternyata membahas atau menyinggung dosa tersebut. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Melewati tempat yang dulu digunakan untuk berbuat dosa. </span></li>
<li style="font-weight: 400;"><span style="font-weight: 400;">Melihat atau menjumpai benda-benda yang mengingatkan dosa tersebut. </span></li>
</ol>
<p><span style="font-weight: 400;">Saat teringat dosa tersebut, seorang yang bertaubat akan memperbanyak istighfar plus memperbarui rasa sesal di dalam hati.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Semoga Allah wafatkan penulis dan semua pembaca tulisan ini dalam kondisi bertaubat dari semua dosa, wafat dalam keadaan dicintai oleh Allah karena kesungguhan taubat kita. </span></p>
<p><strong>Penulis: Ustadz Aris Munandar, S.S., M.P.I.</strong></p>
 