
<p><span style="font-weight: 400;">Ada selentingan atau komentar beberapa orang yang terlihat bijak, padahal sangat tidak bijaksana dan tidak hikmah</span></p>

<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Hati-Hati dengan Perkataan Mereka</span></strong></h2>
<p>Perkataan yang seolah terlihat bijak dan penuh hikmah ditujukan kepada umat Islam seperti berikut</p>
<blockquote><p><strong>“Kenapa umat Islam setiap tahun meributkan hukum ucapan selamat natal dan tahun baru, padahal biarkan saja mereka seusai dengan keyakinan mereka.”</strong></p></blockquote>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/7878-kumpulan-artikel-seputar-natal-dan-tahun-baru.html" data-darkreader-inline-color="">Kumpulan Artikel Seputar Natal dan Tahun Baru</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 18pt;"><strong>Kita berikan sanggahan terhadap perkataan ini:</strong></span></p>
<ol>
<li><span style="font-weight: 400;"> Secara hukum, tidak boleh mengucapkan selamat natal karena terdapat ijma’ ulama tidak bolehnya mengucapkan selamat kepada hari perayaan orang kafir[1] dan terdapat ijma’ ulama tidak boleh merayakan tahun baru orang kafir[2]</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Hal ini akan terus kita dakwahkan dan sudah sunnatullah-nya bahwa dakwah itu pasti ada yang menentang dan tidak terima, meskipun dakwah kita selembut kapas metodenya</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Dampak dari dakwah ini dan ada yang menolak, bukanlah artinya “meributkan dan membuat gaduh”, tetapi memang demikianlah dakwah sebagaimana dakwah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang membuat orang kafir Quraiys tidak terima dan merekapun menganggap  hal ini adalah kegaduhan dan membuat keributan</span></li>
<li><span style="font-weight: 400;"> Apabila seseorang punya prinsip “biarkan sesuai dengan keyakinan”, maka biarkan kami sesuai keyakinan kami menyebarkan apa yang kami yakini. Dakwah itu sederhana, apabila diterima alhamdulillah dan apabila ditolak, kami tidak boleh memaksa, tugas kami hanya menyampaikan dan kita muslim tetap bersaudara.</span></li>
</ol>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/47423-zaman-ini-dakwah-dengan-lemah-lembut-dan-bersabar.html" data-darkreader-inline-color="">Haruskah Berdakwah dengan Lemah Lembut di Zaman Ini?</a></strong></p>
<h2><strong><span style="font-size: 21pt;">Mereka yang Membenci Dakwah Islam</span></strong></h2>
<p><span style="font-weight: 400;">Saudaraku yang dirahmati Allah, sudah menjadi sunnatullah bahwa dakwah itu pasti ada yang tidak terima. Sebagaimana para Nabi dan Rasul yang pasti ada yang tidak terima dakwah mereka dan bahkan menjadi musuh para nabi dan rasul.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا</span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia</span></i><span style="font-weight: 400;">. (QS. al-An’am: 112)</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Setiap dakwah pasti akan memunculkan orang yang tidak terima dan mereka mengangap dakwah adalah membuat keributan dan menggelari dengan gelar yang buruk. Sebagaimana dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dituduh memecah belah kaumnya, memisahkan suami-istri dan menjauhkan tuan dengan budaknya. Padahal dakwah beliau itu menyatukan umat di atas tauhid.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Allah berfirman,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“</span><i><span style="font-weight: 400;">Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah secara keseluruhan, dan jangan kalian berpecah-belah.</span></i><span style="font-weight: 400;">” (Ali ‘Imran: 103).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Tugas kita hanya menyampaikan saja dakwah dan tidak boleh memaksa orang lain untuk percaya dan mengubah paksa keyakinan orang lain.</span></p>
<p> </p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sebagaimana firman Allah,</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ </span><span style="font-weight: 400;"><br>
</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“Dan kewajiban kami tidak lain HANYALAH MENYAMPAIKAN (perintah Allah) dengan jelas.” (QS. Yasin: 17)</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">Syaikh Abdurrahman As-Sa’diy menjelaskan bahwa tugas kita hanya menyampaikan, apabila diterima maka alhamdulillah, apabila ditolak, maka sudah bukan kewajiban kita (mengubah paksa). Beliau berkata,</span></p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="font-size: 21pt;">وإنما وظيفتنا -التي هي البلاغ المبين- قمنا بها، وبيناها لكم، فإن اهتديتم، فهو حظكم وتوفيقكم، وإن ضللتم، فليس لنا من الأمر شيء.<br>
</span></strong></p>
<p style="text-align: left;"><span style="font-weight: 400;">“Tugas kami hanyalah menyampaikan dengan ilmu yang jelas, kami lakukan dan kami jelaskan bagi kalian. Apabila kalian mendapat hidayah, maka itulah keberuntungan dan taufik bagi kalian. Apabila kalian tetap tersesat, maka tidak ada kewajiban bagi kami lagi (mengubah paksa).” [Lihat Tafsir As-Sa’diy]</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47423-zaman-ini-dakwah-dengan-lemah-lembut-dan-bersabar.html" data-darkreader-inline-color="">Haruskah Berdakwah dengan Lemah Lembut di Zaman Ini?</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/47182-metode-dakwah-kepada-orang-kafir.html" data-darkreader-inline-color="">Metode Dakwah kepada Orang Kafir</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><span style="font-weight: 400;">Demikian semoga bermanfaat</span></p>
<p><strong>@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</strong></p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</span></strong></p>
<p><strong>Artikel <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><strong>Catatan kaki:</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[1] Silakan baca tulisan kami: <a href="https://muslim.or.id/35319-ijma-ulama-larangan-mengucapkan-selamat-pada-hari-raya-non-muslim.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Ijma’ Ulama: Larangan Mengucapkan “Selamat” Pada Hari Raya Non-Muslim</a></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">[2] Silakan baca tulisan kami: <a href="https://muslim.or.id/35450-larangan-merayakan-hari-nairuz-hari-tahun-baru-non-muslim.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Larangan Merayakan Hari Nairuz, Hari Tahun Baru Non-Muslim</a></span></p>
 