
<p>Dalam Al-Qur’an, tulisan shad <strong>(ص)</strong> yang di atasnya terdapat sin kecil <strong>(س)</strong> ada empat*:</p>
<p><strong>(1) <em>Yabsuthu</em>,  (2) <em>Basthah</em> dibaca <em>sin</em> (س). </strong></p>
<p> </p>
<p><img loading="lazy" alt="Inline image 1" src="https://mail.google.com/mail/u/0/?ui=2&amp;ik=6e6333db91&amp;view=att&amp;th=144cfd98c2e5dbcc&amp;attid=0.0.1&amp;disp=emb&amp;realattid=ii_144cfd6dd340299a&amp;zw&amp;atsh=1" width="474" height="86"></p>
<p> </p>
<p>Artinya:</p>
<p> </p>
<p>“<em>Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan</em>.” (QS. Al-Baqarah: 245)</p>
<p> </p>
<p><img loading="lazy" alt="Inline image 2" src="https://mail.google.com/mail/u/0/?ui=2&amp;ik=6e6333db91&amp;view=att&amp;th=144cfd98c2e5dbcc&amp;attid=0.0.2&amp;disp=emb&amp;realattid=ii_144cfd7189de881d&amp;zw&amp;atsh=1" width="474" height="124"></p>
<p> </p>
<p>“<em>Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.</em>” (QS. Al-A’raf: 69)</p>
<p><strong>(3) <em>Am humul mushaitiruun </em>boleh dibaca <em>shad</em> </strong><strong>(ص)</strong> atau <em>sin </em><strong>(س)</strong>.</p>
<p class="arab">أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ</p>
<p>Artinya: “<em>Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhan-mu atau merekakah yang berkuasa?</em>” (QS. Ath-Thur: 37)</p>
<p><strong>(4) <em>Bimushaithirin</em> tetap dibaca<em> shad </em></strong><strong>(ص)</strong>.</p>
<p class="arab">لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ</p>
<p>Artinya: “<em>Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka</em>.” (QS. Al-Ghasyiyah: 22)</p>
<p> </p>
<p><em>*) Empat hal ini berlaku pada bacaan Al-Qur’an riwayat Hafsh.  Di Indonesia, biasanya bacaan Al-Qur’an menggunakan riwayat ini.</em></p>
<p><strong>Sumber:</strong></p>
<ul>
<li>
<em>Pelajaran Bacaan Gharib/Musykilat dan Hati-Hati Dalam Al-Qur’an</em>, H. Dachlan Salim Zarkasyi, 1989, Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Raudhatul Mujawwidin Semarang.</li>
<li><a title="http://vb.tafsir.net/tafsir22553/#post123078" href="http://vb.tafsir.net/tafsir22553/#post123078" target="_blank">http://vb.tafsir.net/tafsir22553/#post123078</a></li>
</ul>
<p>—</p>
<p> </p>
<p>Artikel <a title="www.muslimah.or.id" href="https://muslimah.or.id" target="_blank">www.muslimah.or.id</a></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 