
<p>Apakah boleh seorang laki laki shalat berjamaah hanya berdua dengan perempuan yang bukan mahram (muhrim menurut istilah orang awam)?</p>
<p>Disebutkan dalam kitab <em>Al-Muhaddzab</em> sebagai berikut,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">ويكره أن يصلي الرجل بامرأة أجنبية ; لما روي أن النبي قال : ” لا يخلون رجل بامرأة فإن ثالثهما الشيطان</p>
<p>Seorang laki-laki <u>dimakruhkan</u> shalat dengan perempuan yang bukan mahramnya (bukan muhrim menurut istilah orang awam, pen.). Karena Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> menyatakan:</p>
<blockquote><p>“Tidak boleh seorang laki-laki berdua-duaan dengan seorang perempuan karena yang ketiganya adalah setan.”</p></blockquote>
<p>Imam Nawawi dalam syarhnya menjelaskan,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">المراد بالكراهة كراهة تحريم , هذا إذا خلا بها .</p>
<p>Yang dimaksud makruh di sini adalah makruh tahrim alias haram. Itu dinyatakan haram jika memang berdua-duaan.</p>
<p>Ulama Syafiiyah menyatakan bahwa jika seseorang laki-laki mengimami istri atau mahramnya dengan hanya berdua-duaan, seperti itu boleh dan tidak dinyatakan makruh. Alasannya, karena di luar shalat saja mereka boleh berdua-duaan dengan istri dan mahram.</p>
<p>Sedangkan jika yang diimami oleh laki-laki adalah satu wanita yang bukan mahram, maka haram bagi laki-laki dan perempuannya.</p>
<p>Adapun jika mengimami banyak wanita lalu laki-laki yang jadi imam itu seorang diri, maka dibolehkan menurut jumhur (kebanyakan ulama). Demikian pula menjadi pendapat ulama Syafi’iyah seperti yang dinyatakan oleh Ar-Rafi’i.</p>
<p>Adapun hadits yang membahas masalah ini, diriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir <em>radhiyallahu ‘anhu</em> bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">إياكم والدخول على النساء</p>
<p><em>“Hati-hatilah masuk pada wanita.”</em></p>
<p>Lantas seorang dari kalangan Anshar berujar, “Apa pendapatmu mengenai <em>al-hamwu</em> (ipar)?”</p>
<p>Jawab Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">الحمو الموت</p>
<p><em>“Ipar itu maut.”</em> (HR. Bukhari; Muslim)</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #ff0000;">Apa yang dimaksud al-hamwu?</span></h4>
<p><em>Al-hamwu</em> adalah kerabat dari suami atau istri, yaitu kerabat yang bukan mahram seperti saudara suami (ipar), paman dari suami, anak dari suadara suami atau paman dari suami.</p>
<p>Adapun bapak, anak, serta kakek dari suami, mereka semua masih termasuk mahram dari suami. Masih boleh berkhalwat, berdua-duaan dengan mereka. Walaupun kenyataannya mereka termasuk <em>al-hamwu</em> (ipar).</p>
<p>Juga hadits yang melarang adalah hadits dari Ibnu ‘Abbas <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Calibri; font-size: 23px; text-align: center;">لا يخلون أحدكم بامرأة إلا مع ذي محرم</p>
<p><em>“Janganlah salah seorang di antara kalian berdua-duaan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya.”</em> (HR. Bukhari; Muslim)</p>
<p>Moga manfaat.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><a href="https://islamqa.info/ar/46524">https://islamqa.info/ar/46524</a></p>
<p>—</p>
<p>@ Garuda Indonesia, Yogyakarta – Jakarta, 19 Muharram 1438 H</p>
<p>Oleh: <a href="http://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p><a href="http://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a>, Channel Telegram @RumayshoCom, @DarushSholihin, @UntaianNasihat, @RemajaIslam</p>
<p>Biar membuka Rumaysho.Com mudah, downloadlah aplikasi Rumaysho.Com lewat Play Store <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.rumaysho"><strong>di sini</strong></a>.</p>
 