
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Apakah ihram mempunyai shalat sunnah khusus?<br>
<!--more--><br>
<strong>Jawaban:</strong></p>
<p>Ihram tidak mempunyai shalat sunnah khusus. Akan tetapi, jika seseorang sampai di miqat dan dia telah dekat dengan waktu shalat fardhu, maka sebaiknya dia menunda ihram hingga mengerjakan shalat <em>fardhu</em>, kemudian baru berniat ihram. Adapun jika dia sampai di <em>miqat</em> di luar waktu shalat <em>fardh</em>u, seperti yang kita ketahui bersama, sebaiknya dia mandi dulu seperti mandi dari <em>jinaba</em>t, memakai minyak wangi, memakai pakaian ihram, kemudian mengerjakan shalat dhuha -jika ada di waktu <em>dhuha</em>– atau shalat sunnah wudhu (shalat sunnah setelah berwudhu, ed). Namun, jika tidak berada di waktu<em> dhuha</em> dan berniat ihram setelah itu, maka lebih baik.</p>
<p>Adapun tentang shalat ihram secara khusus, tidak ada riwayat dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>yang menjelaskannya.</p>
<p>Sumber: <em>Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji (Fatawa Arkanul Islam)</em>, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, Darul Falah, 2007.<br>
(Dengan pengubahan tata bahasa oleh www.konsultasi syariah.com)</p>
 