
<p>Saudariku, yang semoga senantiasa berada dalam penjagaan Allah…</p>
<p>Telah nampak bagi kita betapa bahayanya virus riya’ ini apabila ia membonceng pada amalan-amalan shalih seorang hamba. Berikut ini adalah beberapa rincian dari bahaya riya’:</p>
<p><strong>1. Termasuk Syirik</strong></p>
<p>Sesungguhnya riya’ hukum asalnya termasuk ke dalam syirik kecil yang kemudian dapat menjadi syirik besar jika menjangkiti seluruh amalan. Ingatlah, betapa khawatirnya Rasulullah s<em>hallallaahu ‘alaihi wa sallam</em> jika perkara  ini menimpa para sahabatnya, padahal mereka telah memiliki keteguhan iman dan puncak tauhid, bahkan Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> telah ridho kepada mereka dan mereka pun telah ridho kepada Allah (lihat surah at-Taubah ayat 100).</p>
<p><strong>2. Dosa Tak Diampuni</strong></p>
<p>Sebagian ulama menjelaskan bahwa syirik kecil -termasuk riya’ yang sedikit- adalah dosa yang tidak akan diampuni jika pelakunya tidak bertaubat sebelum meninggal, mereka berdalil dengan firman Allah dalam surat an-Nisaa’ ayat 48, yang artinya,  “<em>Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni dosa di bawah (syirik)bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia telah berbuat dosa yang besar</em>.”</p>
<p>Bagaimana nasib pelaku syirik kecil jika ia termasuk kedalam dosa yang tak diampuni? Terdapat penjelasan tentang hal ini, yaitu</p>
<p>a) Dosa  syirik kecil ini akan masuk ke dalam timbangan keburukan hamba yang bersangkutan,</p>
<p>b) Dan jika pelakunya harus diadzab terlebih dahulu di dalam neraka, maka ia tidak kekal di dalamnya.</p>
<p> </p>
<p><strong>3. Amalan Shalih Hangus</strong></p>
<p>Riya’ dapat menghanguskan amalan shalih yang tercampurinya (jika riya’ tersebut dihukumi syirik <em>asghar</em>) dan dapat menghapus seluruh amalan tanpa tersisa sedikitpun (jika riy’ tersebut dihukumi syirik <em>akbar</em>).</p>
<p>Dalam Hadits Qudsi, Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,</p>
<p>“Aku tidak membutuhkan sekutu sama sekali. Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang dicampuri dengan perbuatan syirik kepada-Ku, maka Aku tinggalkan ia bersama kesyirikannya (Aku tidak beri ia pahala atas amal syiriknya ).” (HR Muslim, no. 2985 dan Ibnu Majah, no. 4202 dari sahabat Abu Hurairah).</p>
<p><strong>4. Lebih Dahsyat dari Fitnah Dajjal</strong></p>
<p>Suatu ketika Rasulullah <em>shallallaah ‘alaihi wa sallam</em> menghampiri para shahabat beliau yang saat itu sedang membincangkan fitnah Dajjal yang begitu mengerikan. Kemudian  Rasulullah <em>shallallaahu ‘alahi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang bagiku lebih aku takutkan atas kalian daripada fitnah Masih ad-Dajjal?” Para Shahabat berkata, “Kami mau,” maka Rasulullah (<em>shallallaahu ‘alahi wa sallam</em>) bersabda, yaitu: <em>syirkul khafi</em> (syirik tersembunyi); seseorang shalat, lalu ia menghiasi (memperindah) shalatnya, karena ada orang yang memperhatikan shalatnya”. [HR Ibnu Majah, no. 4204, dari Abu Sa’id al Khudri, hadits ini hasan-Shahih Ibnu Majah, no. 3389]</p>
<p><span style="color: #993300;"><strong>Apakah sebab riya` lebih dikhawatirkan daripada fitnah Dajjal?</strong></span></p>
<p>~Pertama, fitnah dari riya` ini sifatnya samar dan tersembunyi. Kebanyakan fitnah ini menimpa orang yang beriman dan beramal shalih, sebab mereka memiliki modal untuk berlaku riya`, yakni dengan amalan shalih yang ia lakukan itu. Adapun fitnah Dajjal ini jelas bagi orang mukmin, yakni dengan tanda yang terdapat di keningnya.</p>
<p>~Kedua, fitnah Dajjal ada waktunya, yakni di akhir zaman. Adapun riya` dapat menjangkiti seluruh manusia tanpa mengenal waktu dan tempat. Ibnul Qayyim memisalkan riya` laksana lautan yang tak bertepi. Ia bisa menyerang siapapun, tak terkecuali para alim ulama.</p>
<p>Saudariku, hendaknya kita tancapkan dalam relung hati kita akan firman Allah ini,</p>
<p style="text-align: right;">يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ</p>
<p>“<em>Hai manusia, kamulah yang sangat butuh kepada Allah; dan Allah, Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu apapun) lagi Maha Terpuji</em>.” (QS. Fathir: 15).</p>
<p>Ayat di atas menegaskan, hakikatnya Allah tidaklah membutuhkan amalan kita, secuilpun tak butuh. Akan tetapi kita sebagai hamba-Nya lah yang justru sangat butuh kepada Allah, agar Dia mengampuni kesalahan kita yang bertubi-tubi dan tumpukan dosa yang telah kita perbuat. Sehingga sudah selayaknya bagi kita untuk mempersembahkan segala bentuk ibadah yang kita lakukan kepada Allah semata, ya, hanya kepada Allah semata!</p>
<p>Kita diingatkan dengan apa yang dilakukan Nabi <em>shallallaahu ‘alaihi wa sallam</em>, padahal beliau adalah sosok yang telah Allah jamin surga untuknya, yang telah Allah bersihkan kotoran dalam dadanya, berdoa:</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك أَنْ أُشْرِكَ بِك وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُك لِمَا لَا أَعْلَمُ</p>
<p>“<em>Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syirik (menyekutukan-Mu) sedangkan aku mengetahuinya. Dan aku memohon ampun kepada-Mu terhadap dosa yang tidak aku ketahui.</em>”</p>
<p>Semoga doa ini adalah doa yang tidak terluput dari lisan kita, agar Allah menjaga kita dari berbuat syirik dalam segala bentuknya, termasuk dari virus riya`. <em>Wallaahu Ta’aala ‘alam.</em></p>
<p> </p>
<p>*****</p>
<p>Referensi:</p>
<p>1. <em>Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal-ats-Tsalits-Al-‘Aliy</em>. Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan. (Terjemah). Jakarta: Ummul Qura’.</p>
<p>2. Catatan kajian Kitaabut Tauhid bersama Ustadz Ikrimah hafidzahullaah.</p>
<p>3.Https://almanhaj.or.id/2730-bahaya-riya.html</p>
<p>4.http://muslim.or.id/2693-jangan-remehkan-kesyirikan.html</p>
<p>5.https://rumaysho.com/1701-sangat-butuh-pada-ِAllah.html</p>
<p> </p>
<p>Penulis: Mentari Anggun</p>
<p>Muroja’ah: Ustadz Sa’id Abu Ukasyah</p>
<p><span style="line-height: inherit;">Artikel muslimah.or.id</span></p>
<div class="nf-post-footer"><a class="ads-mobile" href="https://www.instagram.com/souvenirnikahislami/" target="_blank" rel="noopener"><img class="ads-mobile aligncenter wp-image-10075 size-medium" src="https://muslimah.or.id/wp-content/uploads/2018/03/souvenir-nikah-islami-buku-saku-dzikir-pagi-petang-300x300.png" alt="" width="300" height="300"></a></div> 