
<p><iframe width="100%" height="166" scrolling="no" frameborder="no" allow="autoplay" src="https://w.soundcloud.com/player/?url=https%3A//api.soundcloud.com/tracks/1093285360&amp;color=d5265f&amp;hide_related=true&amp;show_artwork=false&amp;show_comments=false&amp;show_teaser=false&amp;show_user=false"></iframe></p>
<h2>Hurun ‘In (Bidadari Bermata Jeli)</h2>
<p><em>Ustad kenapa gak ada penjelasan tentang حور عين di surat al insan?</em></p>
<p><em>Dari Arif Dwinata via Tanya Ustadz for Android</em></p>
<p><strong>Jawaban:</strong></p>
<p><em>Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,</em></p>
<p>Mendapatkan ridha Allah dan bisa masuk surga adalah cita-cita terindah semua mukmin. Kenikmatan puncak yang belum pernah terbayang dalam batin manusia. Di surga, mereka bisa mendapatkan apapun yang menyenangkan jiwanya. Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنْفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ . نُزُلا مِنْ غَفُورٍ رَحِيمٍ</p>
<p><em>Di dalam surga kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan di dalamnya kalian memperoleh apa yang kamu minta</em> (QS. Fushilat: 31).</p>
<p>Diantaranya adalah kenikmatan memiliki pasangan. Baik lelaki mapun wanita. Allah jadikan setiap manusia di surga, tidak ada yang melajang. Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam,</em></p>
<p class="arab">وَمَا فِي الْجَنَّةِ أَعْزَبُ</p>
<p><em>“Tidak ada orang yang melajang di surga.”</em> (HR. Ahmad 7152 dan Muslim 2834).</p>
<p>Karena sesungguhnya bagian dari kesempurnaan nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya adalah menikah dan melakukan hubungan badan.</p>
<p>Allah menjanjikan, bahwa di surga para mukmin akan menikah dengan <em>Hurun ‘In</em>.</p>
<p>Allah berfirman,</p>
<p class="arab">وَحُورٌ عِينٌ . كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ</p>
<p><em>Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik..</em> (QS. al-Waqiah: 22-23).</p>
<p><strong>Apa itu Hurun ‘In?</strong></p>
<p>Kita semua tahu, itu sebutan untuk bidadari.</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan, mengapa dinamakan Hurun ‘Ain?</p>
<p>Hurun adalah bentuk jamak dari kata Haura’ (حوراء). Ada juga yang menyebutnya Ahwar (أحور).</p>
<p>Al-Asfahani mengatakan,</p>
<p class="arab">والحور قيل ظهور قليل من البياض في العين من بين السواد</p>
<p>Makna <em>al-Huur</em>, ada yang mengatakan, mata yang bagian putihnya lebih sedikit dibandingkan bagian hitamnya. (al-Mufradat fi Gharib al-Quran, hlm. 135).</p>
<p>Imam as-Sa’di memberi penjelasan dengan lebih rinci,</p>
<p class="arab">ولهم حور عين ، والحوراء : التي في عينها كحل وملاحة ، وحسن وبهاء ، والعِين : حسان الأعين وضخامها ، وحسن العين في الأنثى من أعظم الأدلة على حسنها وجمالها</p>
<p>Mereka mendapatkan Hurun ‘Ain. Al-Haura’ adalah wanita yang matanya bercelak, indah, cantik, dan menawan. Sedangkan ‘In artinya matanya indah dan lebar. Keindahan mata pada wanita, termasuk tanda terindah kecantikannya.  (Tafsir as-Sa’di, hlm 991)</p>
<p>Sehingga pada intinya, kata Hurun ‘In adalah kata yang menggambarkan keindahan dan kecantikan bidadari.</p>
<p>Tentu saja anda tidak boleh membayangkan bagaimana rasanya bersama mereka. Karena mereka tidak bisa dibayangkan.</p>
<p>Allah menegaskan dalam al-Quran,</p>
<p class="arab">فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</p>
<p><em>“Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”</em> (QS. As-Sajdah: 17)</p>
<p>Dan dalam hadis qudsi, Allah berfirman,</p>
<p class="arab">أَعْدَدْتُ لِعِبَادِىَ الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ</p>
<p><em>“Aku siapkan untuk hamba-hamba-Ku yang soleh, kenikmatan yang belum dilihat mata, belum pernah ada telinga yang mendengarnya, dan belum terbayang dalam hati manusia.”</em> (HR. Bukhari 3244 &amp; Muslim 7320)</p>
<p>Karena itu, yang lebih penting untuk kita pikirkan adalah bagaimana caranya bisa mendapatkan bidadari?. Mahar apa yang telah kita siapkan untuk menikahi bidadari?</p>
<p>Dan prinsipnya, semua yang masuk surga pasti akan mendapatkannya.</p>
<p>Disamping dia akan dipertemukan dengan Hurun ‘In asal dunia, yaitu istrinya, dia juga akan dipertemukan dengan Hurun ‘In yang Allah hadiahkan untuknya.</p>
<p>Segala puji bagi Allah, yang telah memberi kita hidayah islam…</p>
<p><em>Allahu a’lam.</em></p>
<p><strong>Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)</strong></p>
<p>Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Tanya Ustadz untuk Android</strong></a>.<br>
<a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=org.yufid.tanyaustadz" target="_blank" rel="noopener noreferrer"><strong>Download Sekarang !!</strong></a></p>
<p><strong>KonsultasiSyariah.com didukung oleh Zahir Accounting <a href="http://zahiraccounting.com/id/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Software Akuntansi Terbaik di Indonesia</a>.</strong></p>
<p><strong>Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.</strong></p>
<ul>
<li>
<strong>SPONSOR</strong> hubungi: 081 326 333 328</li>
<li>
<strong>DONASI</strong> hubungi: 087 882 888 727</li>
<li>
<strong>REKENING DONASI</strong> : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK</li>
</ul>
 