
<p>Apakah makmum ikut mengucapkan <em>sami’allahu liman hamidah</em> ketika bangkit dari ruku’ dalam shalat? Ataukah cukup makmum mengucapkan <em>rabbana lakal hamdu</em>?</p>
<p>Hadits yang membicarakan masalah ini adalah dari Abu Hurairah dan Anas bin Malik, disebutkan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ . فَقُولُوا رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ</p>
<p>“<em>Jika imam bangkit dari ruku’, maka bangkitlah. Jika ia mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah (artinya: Allah mendengar pujian dari orang yang memuji-Nya) ‘, ucapkanlah ‘robbana wa lakal hamdu (artinya: Wahai Rabb kami, bagi-Mu segala puji)</em>‘.” (HR. Bukhari no. 689, 734 dan Muslim no. 411)</p>
<p>Berikut adalah perkataan Imam Nawawi dalam masalah ini.</p>
<p>Menurut madzhab Syafi’i, ketika bangkit dari ruku’ hendaklah mengucapkan sami’allahu liman hamidah. Jika berdirinya sudah lurus sempurna, hendaklah mengucapkan rabbana lakal hamdu hingga selesai. [Kedua bacaan tadi berlaku bagi imam, makmum dan <em>munfarid</em>, orang yang shalat sendirian].</p>
<p>Menurut Atha’, Abu Burdah, Muhammad bin Sirin, Ishaq dan Daud, bacaan <em>sami’allahu liman hamidah</em> dan rabbana lakal hamdu berlaku untuk imam, makmum dan <em>munfarid</em> (orang yang shalat sendirian).</p>
<p>Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa bacaan <em>sami’allahu liman hamidah</em> berlaku untuk imam dan orang yang shalat sendirian, sedangkan bagi makmum cukup membaca <em>rabbana lakal hamdu</em>. Demikian pula pendapat Ibnul Mundzir dari Ibnu Mas’ud dan Abu Hurairah, Asy-Sya’bi, Malik dan Ahmad. Imam Ahmad menyatakan bahwa demikian aku berpendapat.</p>
<p>Ats-Tsauri, Al-Auza’i, Abu Yusuf, Muhammad dan Ahmad menyatakan, “Imam menggabungkan bacaan <em>sami’allahu liman hamidah</em> dan <em>rabbana lakal hamdu</em>. Sedangkan makmum cuma mencukupkan dengan rabbana lakal hamdu.”</p>
<p>Disebutkan oleh Imam Nawawi, ulama Syafi’iyah memaknakan hadits di atas, ucapkanlah “<em>rabbana lakal hamdu</em>” di mana kalian sudah tahu bahwa tetap mengucapkan “<em>sami’allahu liman hamidah</em>”. Yang disebut dalam hadits hanyalah “<em>rabbana lakal hamdu” </em>(bagi makmum) karena bacaan “<em>sami’allahu liman hamidah</em>” dijaherkan (dikeraskan) sehingga makmum mendengar. Sedangkan bacaan “<em>rabbanaa lakal hamdu</em>” tidak dikeraskan atau dibaca <em>sirr</em> (lirih). Mereka pun sudah tahu akan sabda Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, shalatlah sebagaimana kalian melihatku shalat. Kaedah asalnya, perbuatan Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> boleh diikuti.</p>
<p><strong>Intinya</strong>, para makmum diperintah tetap mengucapkan <em>sami’allahu liman hamidah</em>, tak perlu ada perintah khusus akan hal itu (karena sudah maklum atau dipahami). Sedangkan bacaan <em>rabbana lakal hamdu</em> (karena dilirihkan, pen.), diperintahkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> untuk membacanya. <em>Wallahu a’lam. </em>(Lihat <em>Al-Majmu’</em>, 3: 273)</p>
<p><strong>Kesimpulannya</strong>, bacaaan <em>sami’allahu liman hamidah</em> dibaca oleh imam, makmum dan orang yang shalat sendirian.</p>
<p>Hanya Allah yang memberi taufik. Semoga bermanfaat.</p>
<p>Baca tulisan Rumaysho.Com, tentang <a href="https://rumaysho.com/shalat/sifat-shalat-nabi-7-7078.html" target="_blank">bangkit dari ruku</a>.</p>
<p> </p>
<h4><span style="color: #0000ff;">Referensi:</span></h4>
<p><em>Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzzab li Asy-Syairazi</em>. Cetakan kedua, tahun 1427 H. Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf An-Nawawi. Penerbit Dar ‘Alamil Kutub.</p>
<p>—</p>
<p>Selesai disusun di <a href="http://darushsholihin.com/">Panggang, Gunungkidul @Darush Sholihin</a>, 3 Syawal 1436 H</p>
<p>Penulis: <a href="https://rumaysho.com/about-me">Muhammad Abduh Tuasikal</a></p>
<p>Artikel <a href="https://rumaysho.com/">Rumaysho.Com</a></p>
<p>Ikuti update artikel Rumaysho.Com di <a href="https://www.facebook.com/rumaysho" target="_blank">Fans Page Mengenal Ajaran Islam Lebih Dekat (sudah 3,6 juta fans)</a>, <a href="https://www.facebook.com/muhammad.tuasikal" target="_blank">Facebook Muhammad Abduh Tuasikal</a>, <a href="https://twitter.com/RumayshoCom" target="_blank">Twitter @RumayshoCom</a>, <a href="https://instagram.com/rumayshocom" target="_blank">Instagram RumayshoCom</a></p>
<p>Untuk bertanya pada Ustadz, cukup tulis pertanyaan di kolom komentar. Jika ada kesempatan, beliau akan jawab.</p>
 