
<p>Berikut adalah faedah berharga dari Ibnu Taimiyah <em>rahimahullah</em> tentang bahaya <span style="text-decoration: underline;"><em>hasad </em></span>(dengki) dan <span style="text-decoration: underline;"><em>kibr</em></span> (sombong).</p>
<p>Sombong dan hasad (dengki) adalah dua penyakit yang telah menghancurkan orang terdahulu dan belakangan. Keduanya adalah dosa yang amat besar yang ada dahulu.</p>
<p>Sifat kibr (sombong) berawal dari Iblis sedangkan sifat hasad berasal dari Adam.</p>
<p>Begitu pula anak Adam yang membunuh saudaranya. Ia membunuhnya karena hasad pada saudaranya.</p>
<p>Karenanya, sifat sombong menafikan Islam (sikap tunduk patuh pada Allah, pen). Sebagaimana pula syirk menafikan Islam.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;"><em>Islam adalah berserah diri (tunduk patuh) pada Allah semata.</em></span></strong></p>
<p>Barangsiapa yang tunduk patuh pada Allah, juga pada selain-Nya, maka dia termasuk musyrik pada Allah (karena dia telah menduakan Allah, pen).</p>
<p>Barangsiapa yang tidak tunduk patuh pada Allah, maka dialah orang yang <em>kibr</em> (sombong). Inilah sebagaimana keadaan Fir’aun dan pengikutnya.</p>
<p>Barangsiapa yang tunduk patuh pada Allah di jalan yang hanif (lurus), maka dia adalah yang sebenar-benarnya muslim (orang yang tunduk patuh). Dialah yang sebenarnya menjadi pengikut Ibrahim sebagaimana Allah firmankan,</p>
<p dir="RTL" style="text-align: center;"><span style="font-size: 18pt;">إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ</span></p>
<p>“<span style="color: #0000ff;"><em>Ketika Rabbnya berfirman kepadanya: “Tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Rabb semesta alam</em></span>.” (QS. Al Baqarah: 131)<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Baca pula penjelasan Ibnul Qayyim bahwa sumber segala macam dosa di antaranya adalah dari hasad dan kesombongan dalam artikel rumaysho.com <strong><a href="belajar-islam/manajemen-qolbu/2350-sumber-segala-macam-dosa.html">di sini</a></strong>.</p>
<p>Worth note in the blessed morning, on 26 Dzulhijjah 1431 H (02/12/2010)</p>
<p>Written by: Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p><a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p><span style="font-size: 14pt;"><strong>Baca Juga:</strong></span></p>
<ul>
<li><a href="https://rumaysho.com/25375-sebab-hasad-dengki-dan-cara-menghadapi-orang-yang-hasad.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Sebab Hasad (Dengki) dan Cara Menghadapi Orang yang Hasad</strong></span></a></li>
<li><a href="https://rumaysho.com/2011-akibat-dengki-menuai-petaka-pada-diri-sendiri.html"><span style="color: #ff0000;"><strong>Akibat Dengki, Menuai Petaka pada Diri Sendiri</strong></span></a></li>
</ul>
<hr>
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Jaami’ur Rosail li Ibni Taimiyah, hal. 233-234. Dinukil dari Mawa’izh Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, hal. 41, terbitan Al Maktab Al Islami, cetakan pertama, 1423 H.</p>
 