
<p><span style="font-weight: 400;">Ternyata, perbuatan kebaikan (ketaatan) dan kejelekan (kemaksiatan) akan mengundang dan mengajak saudara-saudaranya yang semisal dengannya. Barangsiapa melakukan kebaikan maka akan berbuah kebaikan berikutnya. Sebaliknya, barangsiapa melakukan kemaksiatan akan berlanjut diikuti dengan kemaksiatan yang lainnya pula. Mari kita simak penjelasan dari Syaikh ‘Abdul Aziiz bin Baaz </span><i><span style="font-weight: 400;">rahimahulah</span></i><span style="font-weight: 400;"> dalam fatwa beliau berikut ini.</span></p>
<p><span style="font-size: 21pt;"><b>Pertanyaan :</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Telah banyak dihafal sebuah ungkapan dari sebagian orang-orang shalih  :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b> أن المعصية تقول: أختي.. أختي، والحسنة تقول: أختي.. أختي</b></span></p>
<p><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya kemaksiatan berkata, “ Ke sini wahai saudarakau, ke sini … “. Kebaikan juga berkata, “ Ke sini wahai saudaraku, ke sini…”</span></i></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Wahai Syaikh yang mulia, mohon penjelasan dari ungkapan tersebut.</span></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/39299-sudah-taubat-lalu-bermaksiat-lagi-apakah-diterima-taubatnya.html" data-darkreader-inline-color="">Sudah Taubat Lalu Bermaksiat Lagi, Apakah Diterima Taubatnya?</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 21pt;"><b>Jawaban:</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Memang benar, ungkapan makna seperti ini memang berasal dari sebagian ulama salaf. Lafadz lain yang semakna adalah ungkapan :</span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;"><b>إن من ثواب الحسنةِ الحسنة بعدها، ومن عقاب السيئةِ السيئة بعدها</b></span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">“ </span><i><span style="font-weight: 400;">Sesungguhnya di antara balasan perbuatan kebaikan adalah perbuatan kebaikan yang lain sesudahnya, dan di antara hukuman dari perbuatan kejelekan adalah perbuatan jelek yang lain sesudahnya.</span></i><span style="font-weight: 400;"> “</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maksud dari ungkapan di atas bahwa hendaknya seorang mukmin bersungguh -sungguh dalam konsisten melakukan kebaikan dan amal shalih dan terus berjuang sekuat tenaga melakukannya sehingga akhirnya melakukan perbuatan kebaikan bisa menjadi kebiasaan dan tabiatnya. Apabila dia terjatuh dalam perbuatan kejelekan maka hendaknya dia menghindari agar jangan sampai berlanjut kepada perbuatan kejelekan yang lainnya. Dia wajib segera bertaubat sehingga tidak terjerumus dalam perbuatan kejeleken yang kedua dan yang ketiga. Karena sesungguhnya setan akan menyeret ke dalam berbagai perbuatan kejelekan. Jika seseorang telah melakukan satu perbuatan kejelekan, maka setan akan kembali menyeret untuk melakukan perbuatan kejelekan yang lainnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Adapun malaikat akan senantiasa mengajak untuk melakukan perbuatan baik. Jika seseorang melakukan perbuatan baik, malaikat akan kembali menyuruhnya untuk melakukan perbuatan baik yang lainnya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Maka dalam kondisi seperti ini hendaknya seseorang bersungguh-sungguh dalam mengikuti kebaikan dan memperbanyak mengingat Allah serta menghindari terhadap hal-hal yang menyibukkan diri dari mengingat-Nya. Dirinya wajib untuk menghindarkan diri dari berbagai macam perbuatan kejelekan. Kapanpun dia melakukan perbuatan kejelekan maka hendaknya dia memperhatikannya dan segera bartaubat kemudian berhati-hati dan waspada untuk tidak mengikutinya dengan perbuatan kejelekan yang lain.</span></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/31148-larangan-mencela-dosa-maksiat-orang-lain.html" data-darkreader-inline-color="">Larangan Mencela Seorang Muslim yang Sudah Bertaubat Dari Dosa Maksiatnya</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/27961-meninggalkan-maksiat-bukan-karena-allah-apakah-berpahala.html" data-darkreader-inline-color="">Meninggalkan Maksiat Bukan Karena Allah, Apakah Berpahala?</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p><strong>Penerjemah : <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="https://muslim.or.id/author/adika" data-darkreader-inline-color="">Adika Mianoki</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff3333;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">Muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Sumber : </span><a href="http://www.binbaz.org.sa"><span style="font-weight: 400;">www.binbaz.org.sa</span></a><span style="font-weight: 400;"> </span></p>
<p><span style="font-weight: 400;">Link :Klik Disini</span></p>
 