
<p><em>Bismillah walhamdulillah wash-shalatu was-salamu ‘ala rasulillah. Amma ba’du,</em></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Surah Al-Fatihah</strong></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ (١)</span></p>
<p><em>“Dengan nama Allah Yang Mahapengasih, Mahapenyayang.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ (٢)</span></p>
<p><em>“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ (٣)</span></p>
<p><em>“Yang Mahapengasih, Mahapenyayang.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ (٤)</span></p>
<p><em>“Pemilik hari pembalasan.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ (٥)</span></p>
<p><em>“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۙ (٦)</span></p>
<p><em>“Tunjukilah kami jalan yang lurus.”</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ ࣖ (٧)</span></p>
<p><em>“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”</em></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Tafsir <em>isti’adzah</em></strong></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</span></p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Penjelasan</strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَعُوذُ بِاَللَّهِ</span></p>
<p>“<em>Saya berlindung kepada Allah”</em></p>
<p>Kata kerja di dalam kalimat ini diambil dari kata <em>“</em><em>al-‘iyaadzu”</em>, yaitu berlari dari keburukan.</p>
<p>Sehingga maknanya adalah, “Saya berlindung kepada Allah <em>Ta’ala</em> untuk menghindar dan menjauh dari keburukan.” Karena Allah <em>Ta’ala</em>-lah tujuan permohonan perlindungan, Yang Maha melindungi dan Maha menjaga hamba-hamba-Nya yang beriman dari segala hal yang merusak keimanan mereka.</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</span></p>
<p><em>“Dari setan yang terkutuk.”</em></p>
<p>Maksud setan di sini adalah setan pertama yang diperintahkan untuk bersujud kepada Nabi Adam <em>‘Alaihis salam, </em>namun enggan untuk sujud, juga termasuk keturunan setan yang pertama tersebut.</p>
<p>Adapun <em>ar-rajiim</em> bermakna <em>raajim</em>, yaitu menggoda selainnya (manusia) untuk berbuat maksiat. Bisa pula <em>ar-rajiim</em> bermakna <em>marjuum</em>, yaitu yang terlaknat, terusir, dan dijauhkan dari rahmat Allah <em>Ta’ala</em> [1]<strong>.</strong></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/72130-keutamaan-surat-al-fatihah-bag-1.html" data-darkreader-inline-color="">Keutamaan Surah Al-Fatihah (Bag. 1)</a></strong></p>
<p><span style="font-size: 16pt;"><strong>Kesimpulan tafsir <em>isti’adzah billah</em></strong></span></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">أَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</span></p>
<p>Maknanya, “Saya berlindung kepada Allah <em>Ta’ala</em> -yang terkumpul pada-Nya seluruh sifat-sifat yang sempurna, di antaranya bahwa Dia Mahasempurna penjagaan dan perlindungan-Nya terhadap hamba-Nya, dari segala kejahatan setan yang dijauhkan dari rahmat Allah <em>Ta’ala</em> dan yang suka menggoda manusia untuk berbuat maksiat.”</p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Tafsir surah Al-Fatihah ayat pertama</strong></span></h2>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ</span></p>
<p><em>“Dengan nama Allah Yang Mahapengasih, Mahapenyayang.”</em></p>
<p style="text-align: center;">(<span style="font-size: 21pt;">بِسْمِ اللّٰهِ</span>)</p>
<p>Saya memulai bacaan ini dengan menyebut setiap nama Allah <em>Ta’ala</em>, sembari memohon pertolongan dan berkah kepada-Nya.</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Alasan penafsiran</strong></span></h3>
<p><strong>Alasan pertama,</strong> adanya kata tunggal <em>ismun</em> disandarkan kepada lafaz <em>Allah </em>yang menunjukkan makna umum. Hal ini mencakup seluruh nama Allah <em>Ta’ala</em>.</p>
<p><strong>Alasan kedua,</strong> adanya huruf <em>ba’</em> yang bermakna memohon pertolongan dan keberkahan.</p>
<p style="text-align: center;">(<span style="font-size: 21pt;">اللّٰهِ</span>)</p>
<p>Ibnu ‘Abbas <em>Radhiyallahu ‘anhu</em> berkata,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">الله ذو الألوهية والعبودية على خلقه أجمعين</span></p>
<p>“Allah adalah yang memiliki hak untuk diibadahi atas seluruh makhluk-Nya.”</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Nama (اللّٰه)  adalah nama-Nya yang teragung [2] dan asal dari seluruh nama-nama-Nya yang lain</strong></span></h3>
<p>(اللّٰه)  adalah nama Allah yang khusus bagi-Nya dan mengandung sifat <em>uluhiyyah </em>(berhak diibadahi). Makhluk tidak boleh memiliki nama tersebut, dan makhluk tidak boleh pula memiliki sifat yang terkandung di dalamnya.</p>
<p>Bahkan (اللّٰه) adalah nama Allah yang teragung dan asal dari seluruh nama-nama-Nya yang lain. Sehingga seluruh nama-Nya yang lain disandarkan kepada nama (اللّٰه) dan digunakan untuk mensifati nama (اللّٰه). Nama (اللّٰه) juga menunjukkan seluruh nama-Nya yang lain secara global, sedangkan nama-nama-Nya yang lain adalah rincian dan penjelasan dari makna nama (اللّٰه).</p>
<p><strong>Contoh penerapan seluruh nama-Nya yang lain disandarkan kepada nama (اللّٰه)</strong></p>
<p><em>Ar-Rahman</em> adalah nama Allah dan bukan sebaliknya, (Allah nama <em>Ar-Rahman</em>). <em>Ar-Rahim</em> adalah nama Allah dan bukan sebaliknya. <em>Al-Ghafur</em> adalah nama Allah dan bukan sebaliknya. <em>Al-Karim</em> adalah nama Allah dan bukan sebaliknya. Demikianlah seterusnya.</p>
<p><strong>Contoh penerapan seluruh nama-nama-Nya yang lain digunakan untuk mensifati nama (اللّٰه)</strong></p>
<p>Allah itu disifati dengan <em>Ar-Rahman</em> dan bukan sebaliknya, (<em>Ar-Rahman</em> disifati dengan Allah). Allah itu disifati dengan <em>Ar-Rahim</em> dan bukan sebaliknya. Allah itu disifati dengan <em>Al-Ghafur</em> dan bukan sebaliknya. Allah itu disifati dengan <em>Al-Karim</em> dan bukan sebaliknya. Demikianlah seterusnya.</p>
<p style="text-align: center;">(<span style="font-size: 21pt;">ٱلرَّحۡمَـٰنِ</span>)</p>
<p>(ٱلرَّحۡمَـٰنِ) adalah nama Allah yang khusus bagi-Nya. Makhluk tidak boleh bernama dengannya. Makhluk juga tidak boleh memiliki sifat yang terkandung di dalamnya, yaitu rahmat yang luas dan meliputi seluruh makhluk.</p>
<p>(ٱلرَّحۡمَـٰنِ) adalah yang memiliki sifat kasih sayang yang luas meliputi seluruh makhluk, baik mukmin maupun kafir, manusia maupun binatang. Karena secara bahasa,  (ٱلرَّحۡمَـٰنِ) mengandung makna luas dan penuh. Sifat rahmat yang luas ini adalah sifat <em>Dzatiyyah</em>, yaitu sifat yang senantiasa ada pada Allah <em>Ta’ala</em> meskipun sebelum diciptakan makhluk.</p>
<p style="text-align: center;">(<span style="font-size: 21pt;">ٱلرَّحِیمِ</span>)</p>
<p>(ٱلرَّحِیمِ) adalah nama Allah. Maknanya adalah yang menyayangi makhluk-Nya. Sehingga (ٱلرَّحِیمِ) menunjukkan perbuatan Allah yang menyampaikan kasih sayang-Nya kepada makhluk-Nya.</p>
<h3><span style="font-size: 16pt;"><strong>Kesimpulan tafsir ayat pertama</strong></span></h3>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِیمِ</span></p>
<p>Maknanya, “Saya memulai bacaan ini dengan menyebut setiap nama Allah. Satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Yang Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Yang menyayangi seluruh makhluk-Nya dengan rahmat yang bersifat umum, dan hanya menyayangi hamba-hamba-Nya yang beriman dengan rahmat yang bersifat khusus. Sembari memohon pertolongan dan berkah kepada-Nya dalam membaca Al-Fatihah ini.”</p>
<p><strong>[Bersambung]</strong></p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/67689-fatwa-ulama-membaca-amin-setelah-membaca-al-fatihah-di-luar-shalat.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Āmīn Setelah Membaca Al-Fatihah di Luar Salat</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/59146-membaca-al-fatihah-di-awal-dan-akhir-doa.html" data-darkreader-inline-color="">Membaca Al-Fatihah di Awal dan Akhir Doa</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>***</p>
<p><strong>Penulis: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="https://muslim.or.id/author/abu-ukkasyah" data-darkreader-inline-color="">Sa’id Abu Ukkasyah</a></span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1010;" href="http://muslim.or.id" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</a></span></strong></p>
<p><strong>Referensi:</strong></p>
<p>1. <em>Tafsir As-Sa’di</em>.</p>
<p>2. <em>Fiqih Al-Asma’ul Husna</em>, Syekh Abdur Razaq.</p>
<p>3. <em>Syarah ‘Aqidah Al-Wasithiyyah</em>, Syekh Shalih Al-Fauzan.</p>
<p>4. <a href="https://bit.ly/3Lg8kYo">https://bit.ly/3Lg8kYo</a> (Tafsir <em>asmaul husna</em> Ar-Rahman dan Ar-Rahim <em>‘azza wa jalla</em>).</p>
<p><strong>Catatan Kaki:</strong></p>
[1] <em>Syarhul Mumti’</em> : 3/72-73.
[2] Berdasarkan Hadis riwayat Imam Ahmad dalam <em>Musnad-</em>nya, Imam Al-Hakim dan selainnya. Imam Al-Hakim menyatakan <em>shahih </em>sesuai syarat Imam Muslim<em>.</em>
 