
<p>Apabila kita ditanya, <em>“apa tujuan kita hidup di dunia atau apa sih yang kita cari di dunia ini?”</em>  Tentu hampir semua jawabannya adalah sama, yaitu mencari kebahagiaan. Hanya saja, kebahagiaan itu berbeda-beda tergantung dari persepsi setiap orang. Ada yang bahagia ketika bermaksiat, ada yang berbahagia ketika melakukan hobi yang tidak bermanfaat, dan ada yang bahagia ketika melakukan hal-hal aneh yang merugikan masyarakat. Ini semua adalah kebahagiaan yang semu dan hanya sementara saja. Kebahagiaan yang tidak menenangkan hati dan menentramkan jiwa kita. Bahkan ada kebahagiaan yang menipu, yaitu menipu manusia, karena dia menyangka itu adalah kebahagiaan. Padahal hakikatnya, itu adalah kesengsaraan, semisalnya pecandu narkoba.</p>
<p>Sebagai seorang muslim yang beriman kepada Allah <em>Ta’ala</em> dan hari akhir, kita dibimbing oleh syariat agar bahagia dunia dan akhirat dengan kebahagiaan yang sejati. Bukan kebahagiaan yang semu, bahkan kebahagiaan yang menipu.</p>

<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong> Kebahagiaan secara umum</strong></span></h2>
<p>Secara umum, kebahagiaan itu terdapat pada tiga perkara. Syaikh Muhammad At-Tamimi <em>rahimahullah </em>menjelaskan tanda tersebut, yaitu:</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">إذا أعطى شكر، وإذا ابتلي صبر، وإذ أذنب استغفر، فإن هؤلاء الثلاث عنوان السعادة</span></p>
<p>1. jika diberi kenikmatan, dia bersyukur,</p>
<p>2. jika diuji dengan ditimpa musibah, dia bersabar,</p>
<p>3. dan jika melakukan dosa, dia beristighfar (bertaubat),</p>
<p>maka tiga hal ini adalah tanda kebahagiaan” <strong>(<em>Matan Al-Qawa’idul Arba’</em>)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" href="https://muslim.or.id/46730-meraih-kebaikan-dan-kebahagiaan-dengan-ilmu-syari.html" data-darkreader-inline-color="">Meraih Kebaikan dan Kebahagiaan dengan Ilmu Syar’i</a></strong></p>
<h2><span style="font-size: 18pt;"><strong>Perincian apa itu kebahagiaan</strong></span></h2>
<p>Sebagian ulama menjelaskan lebih rinci, apa itu kebahagiaan dan tanda-tandanya. Imam As-Syathiby <em>rahimahullah</em> menjelaskan,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">من علامات السعادة على العبد : تيسير الطاعة عليه، وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح، وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق، واهتمامه للمسلمين ، ومراعاته لأوقاته</span></p>
<p>“Di antara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba adalah:</p>
<p>1. dimudahkan ketaatan baginya,</p>
<p>2. perbuatan-perbuatannya (amalnya) sesuai dengan sunnah,</p>
<p>3. berteman dengan orang-orang saleh,</p>
<p>4. baiknya akhlak kepada sesama manusia,</p>
<p>5. menyebarkan kebaikan pada semua makhluk,</p>
<p>6. memberikan perhatian kepada kaum muslimin, dan</p>
<p>7. pandai menjaga waktu” <strong>(<em>Al-I’tishom,</em> 2 : 152)</strong>.</p>
<p>Hal yang paling penting dan perlu diketahui bahwa <em>kebahagiaan itu terutama terletak di hati</em>, bukan pada harta, jabatan dan kedudukan. Hal ini sederhana, tetapi banyak dilupakan dan dilalaikan oleh mansuia. Mereka tertipu dengan dunia dan gemerlap dunia.</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ</span></p>
<p>“Yang namanya kaya <em>(ghina’)</em>, bukanlah dengan banyaknya harta (atau banyaknya kemewahan dunia). Namun yang namanya <em>ghina’</em> adalah hati yang selalu merasa cukup” <strong>(HR. Bukhari dan Muslim)</strong>.</p>
<p>Salah satu tanda kebahagiaan sejati yang juga sering dilupakan manusia adalah bahagia dengan membahagiakan orang lain atau senang karena membuat senang orang lain. Sebagaimana ungkapan bahasa Arab,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">سؤال: من أسعد الناس<br>
الجواب: من أسعد الناس</span></p>
<p>Pertanyaan, ‘Siapakan manusia yang paling berbahagia?’<br>
Jawaban, ‘Mereka yang membuat manusia bahagia (membahagiakan orang lain).’”</p>
<p>Hal ini selaras dengan hadis Nabi <em>Shallallahu ‘alahi wasallam,</em> bahwa salah satu amalan yang paling besar pahalanya di sisi Allah adalah memasukkan kebahagiaan di hati seorang muslim.</p>
<p>Rasulullah <em>Shallallahu alaihi wasallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">أفضل الأعمال أن تدخل على أخيك المؤمن سرورا</span></p>
<p>“Sebaik-baik amal saleh adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman” <strong>(HR. Ibnu Abi Dunya, <em>Jami’ush Shaghir</em> no. 1096)</strong>.</p>
<p>Semoga kita selalu bahagia dunia-akhirat dengan taufik dari Allah <em>Ta’ala</em> dan amal saleh. Allah <em>Ta’ala</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: center;"><span dir="rtl" style="font-weight: 400; font-size: 21pt;">مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ</span></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik. Dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”</em> <strong>(QS. An-Nahl: 97)</strong>.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<div class="post-title">
<ul>
<li><span style="color: #ff0000;" data-darkreader-inline-color=""><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/44073-merasakan-bahagia-ketika-ber-khalwat-bersama-allah.html" data-darkreader-inline-color="">Merasakan Bahagia Ketika Ber-khalwat Bersama Allah</a></strong></span></li>
<li><strong style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color=""><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/29994-kebahagiaan-melihat-wajah-allah-taala-di-akhirat.html" data-darkreader-inline-color="">Kebahagiaan Melihat Wajah Allah Ta’ala di Akhirat</a></strong></li>
</ul>
</div>
<p>Demikian pembahasan kami, semoga bermanfaat.</p>
<p>@ Lombok, Pulau Seribu Masjid</p>
<p><strong>Penyusun: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">Raehanul Bahraen</span></strong></p>
<p><strong>Artikel: <span style="color: #ff0000; --darkreader-inline-color: #ff1a1a;" data-darkreader-inline-color="">www.muslim.or.id</span></strong></p>
 