
<p><strong>Baca pembahasan sebelumnya </strong><span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id/45566-tanya-jawab-seputar-syirik-kecil-bag-1.html"><em>Tanya Jawab Seputar Syirik Kecil (Bag. 1)</em></a></strong></span></p>
<h2><span style="font-size: 21pt;">Pengertian atau definisi syirik kecil</span></h2>
<p><span style="font-size: 12pt;"><strong>Pertanyaan 01:</strong></span></p>
<p>Apa definisi syirik kecil menurut bahasa dan menurut istilah syari’at?</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Syirik menurut bahasa bermakna “sekutu”. Dikatakan dalam bahasa Arab,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">شاركت فلانا في شيئ</span></p>
<p>“Aku bersekutu dengan fulan dalam sesuatu”, jika Engkau menjadi sekutu baginya.</p>
<p>Adapun syirik menurut istilah syari’at dimaksudkan untuk menyamakan selain Allah <em>Ta’ala</em> dengan Allah <em>Ta’ala</em> dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/44024-terkadang-adzab-kubur-diperlihatkan-kepada-manusia.html">Terkadang Adzab Kubur Diperlihatkan kepada Manusia</a></span></p>
<p>Di antaranya adalah firman Allah <em>Ta’ala</em> yang menceritakan kondisi orang-orang musyrik,</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">تَاللَّهِ إِنْ كُنَّا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ؛ إِذْ نُسَوِّيكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ</span></p>
<p>“Demi Allah, sungguh kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata. Karena kita menyamakan kamu dengan Tuhan semesta alam.” <b>(QS. Asy-Syu’ara [26]: 97-98)</b></p>
<p>Allah <em>Ta’ala</em> menjadikan hakikat kemusyrikan adalah <i>taswiyah </i>(penyamaan). Hal ini menunjukkan bahwa maksud syari’at dengan (istilah) syirik adalah menyamakan antara Allah <em>Ta’ala</em> dengan selain-Nya dalam hal-hal yang menjadi kekhususan bagi Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>Perkara yang khusus hanya untuk Allah <em>Ta’ala</em> tidaklah menerima sekutu secara mutlak. Menetapkan adanya sekutu di dalamnya berarti menentang hak Allah <em>Ta’ala</em> dan menentang perkara yang menjadi kekhususan Allah <em>Ta’ala,</em> Dia-lah Allah Yang Maha Tinggi.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/93-tempat-terlarang-menyembelih-binatang.html">Tempat Terlarang Menyembelih Binatang</a></span></p>
<p>Adapun orang-orang musyrik Arab, mereka hanyalah menyamakan selain Allah <em>Ta’ala</em> dengan Allah <em>Ta’ala</em> <b>dalam hal ibadah, </b>sebagaimana firman Allah <em>Ta’ala,</em></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 21pt;">وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ</span></p>
<p>“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah.” <b>(QS. Al-Baqarah [2]: 165)</b></p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/40-keadilan-tertinggi-di-jagat-raya.html">Inilah Keadilan Tertinggi di Jagat Raya</a></span></p>
<p>Penyamaan ini berarti menyalahi hak rububiyyah Allah <em>Ta’ala,</em> membatalkan keagungan uluhiyyah-Nya dan bertentangan dengan hak-Nya. Oleh karena itu, kemusyrikan tidaklah Allah <em>Ta’ala</em> ampuni (jika tidak bertaubat sebelum meninggal dunia, pent.)</p>
<p><b>Pertanyaan 02:</b></p>
<p>Mengapa syirik kecil dideskripsikan dengan “kecil”?</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>“Kecil” adalah lawan dari “besar”.</p>
<p>Syirik dibagi menjadi dua, yaitu <b>syirik akbar </b>(syirik besar) dan <b>syirik ashghar</b> (syirik kecil).</p>
<p>Syirik tersebut diistilahkan dengan “syirik kecil” karena melihat lawannya, yaitu syirik besar.</p>
<p><b>Pertanyaan 03:</b></p>
<p>Apa sebab syirik kecil tetap disebut sebagai syirik?</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Sebab syirik kecil disebut “kecil” karena dua sebab:</p>
<p>Pertama, karena di dalamnya terkandung semacam berpalingnya seseorang kepada selain Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>Kedua, karena berarti seseorang menjadikan adanya tandingan bagi Allah <em>Ta’ala.</em></p>
<p>Karena syirik kecil mengandung dua perkara ini, perbuatan tersebut disebut sebagai syirik.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/143-perintah-mensucikan-hati-dan-keutamaannya.html">Perintah Mensucikan Hati dan Keutamaannya</a></span></p>
<p><b>Pertanyaan 04:</b></p>
<p>Mengapa syirik kecil disebut “kecil” dan tidak masuk dalam syirik besar?</p>
<p><b>Jawaban:</b></p>
<p>Syirik tersebut disebut “kecil” dan tidak “besar” karena dua perkara yang telah disebutkan sebelumnya dalam pertanyaan ketiga belum sampai kepada derajat syirik besar. Perbuatan itu semata-mata berpaling kepada selain Allah <em>Ta’ala</em> karena mencari dunia, atau mencari kedudukan dan kemuliaan di sisi makhluk. Berkebalikan dengan orang yang berbuat syirik besar, dia bermaksud menjadikan selain Allah <em>Ta’ala</em> sebagai tandingan dalam perkara ibadah.</p>
<p><strong>Baca Juga:</strong></p>
<ul>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/113-mengenal-nama-dan-sifat-allah.html">Mengenal Nama dan Sifat Allah</a></span></div>
</li>
<li>
<div><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/112-mendatangi-pelayan-setan.html">Mendatangi Pelayan Setan</a></span></div>
</li>
</ul>
<p><b>[Bersambung]</b></p>
<p><b>***</b></p>
<p>@Jogjakarta, 17 Jumadil akhir 1440/22 Februari 2019</p>
<p><b>Penerjemah: <span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://muslim.or.id/author/saifudinhakim">M. Saifudin Hakim</a></span></b></p>
<p><strong>Artikel<span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="http://muslim.or.id">: <span style="color: #ff0000;">Muslim.Or.Id</span></a></span></strong></p>
 