
<p>Seorang pria bernama Taryono (51), warga Kelurahan Mulyoharjo, Kecamatan/Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah sedang berbahagia. Pasalnya, ia baru saja menikahi pujaan hatinya pada Sabtu (22/5/2021). Uniknya, pernikahan Taryono tersebut dibiayai oleh satu kampung. Bahkan, Taryono ditandu dan diarak oleh warga menuju rumah mempelai wanita. Atas bantuan warga, Taryono hanya mengeluarkan kocek minim untuk menggelar acara pernikahan. (Berita Tribunnews)</p>
<p>Total biaya nikah Taryono hanya 12 juta rupiah.</p>
<p>Anda sendiri apa sih kendalanya, bro and sis?</p>
<p>Kami doakan semoga ada yang bisa mengatasi biaya nikah Anda dan terus melobi untuk segera menikah.</p>
<p>—</p>
<p>Coba pelajari pernikahan sederhana dari Abdurrahman bin Auf.</p>
<p>Dari Anas bin Malik <i>radhiyallahu ‘anhu</i>, ia menyatakan bahwa ‘Abdurrahman bin ‘Auf pernah dipersaudarakan oleh Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’ Al-Anshari. Ketika itu Sa’ad Al-Anshari memiliki dua orang istri dan memang ia terkenal sangat kaya. Lantas ia menawarkan kepada ‘Abdurrahman bin ‘Auf untuk berbagi dalam istri dan harta. Artinya, istri Sa’ad yang disukai oleh ‘Abdurrahman akan diceraikan lalu diserahkan kepada ‘Abdurrahman setelah ‘iddahnya. ‘Abdurrahman ketika itu menjawab,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِى أَهْلِكَ وَمَالِكَ ، دُلُّونِى عَلَى السُّوقِ</p>
<p>“<i>Semoga Allah memberkahimu dalam keluarga dan hartamu. Cukuplah tunjukkan kepadaku di manakah pasar</i>.”</p>
<p>Lantas ditunjukkanlah kepada ‘Abdurrahman pasar lalu ia berdagang hingga ia mendapat untung yang banyak karena berdagang keju dan samin. Suatu hari Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> melihat pada ‘Abdurrahman ada bekas warna kuning pada pakaiannya (bekas wewangian dari wanita yang biasa dipakai ketika pernikahan, pen.). Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> lantas mengatakan, “Apa yang terjadi padamu wahai ‘Abdurrahman?” Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, saya telah menikahi seorang wanita Anshar.” Rasul <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> kembali bertanya, “Berapa mahar yang engkau berikan kepadanya?” ‘Abdurrahman menjawab, “Aku memberinya mahar emas sebesar sebuah kurma (sekitar lima dirham).” Kemudian Nabi <i>shallallahu ‘alaihi wa sallam</i> berkata ketika itu,</p>
<p dir="RTL" style="font-family: Traditional Arabic; font-size: 23px; text-align: center;">أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ</p>
<p>“<i>Lakukanlah walimah walaupun dengan seekor kambing</i>.” (HR. Bukhari, no. 2049, 3937 dan Muslim, no. 1427. Lihat <i>Syarh Shahih Muslim</i>, 7:193)</p>
<p><strong>Baca juga: <a href="https://rumaysho.com/17152-pelajaran-dari-walimah-abdurrahman-bin-auf.html" target="_blank" rel="noopener">Walimah Sederhana Abdurrahman bin Auf</a></strong></p>
<p> </p>
<p> </p>
<p>Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p><strong>Artikel <a href="https://remajaislam.com">RemajaIslam.Com</a></strong></p>
 