
<h3 class="entry-title" style="text-align: center;">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم</h3>
<p><strong>Muqaddimah</strong><br>
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kami memuji, memohon pertolongan, dan beristighfar kepada-Nya. Dan kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah, maka tiada seorang pun yang mampu menyesatkan-nya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada seorang pun yang mampu memberinya hidayah.</p>
<p>Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah, tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.<br>
<em>Amma ba’du:</em></p>
<p>Sesungguhnya taubat adalah tempat pertama yang harus dilalui oleh setiap orang yang ingin mencapai derajat <em>shidiq</em> (kejujuran) di sisi Dzat Yang Maha Memiliki lagi Mahakuasa. Taubat juga merupakan jalan utama yang harus ditempuh oleh mereka yang ingin menuju jalan akhirat.</p>
<p>Walaupun taubat adalah awal dari semuanya, na-mun ia juga merupakan pertengahan dan akhir yang tidak bisa dipisah oleh seorang hamba yang sedang berjalan menuju akhirat sampai ia mati. Jika ia pindah ke suatu tempat yang lain, maka taubat akan pindah juga dan selalu mengiringinya di manapun dia singgah.</p>
<p>Taubat adalah yang pertama kali dan terakhir kali yang harus dilakukan seorang hamba, kebutuhan dia terhadap taubat di akhir hayatnya sangatlah penting seperti kebutuhan dia kepada taubat saat akan meng-awali kehidupannya.</p>
<p>Taubat selalu diawali dengan penyesalan akan dosa yang kemudian melahirkan keinginan kuat untuk tidak mengulanginya lagi, bermaksud memperbaiki diri, dan mengetahui bahwa perbuatan maksiat adalah penghalang antara manusia dengan Rabb-nya, sehingga kesadaran ini akan mengantarkan dia kepada kesuksesan dan keselamatan dan tidak ada tempat kesela-matan dari (siksa) Allah kecuali kepada-Nya. Dan dari perasaan <em>khauf</em> (takut) dan <em>raja’</em> (berharap) dia mengeluarkan taubat yang <em>nashuh</em>. Inilah jalan orang-orang mukmin yang bertaubat. Ya Allah, jadikanlah kami bagian dari mereka.</p>
<p>Risalah yang saat ini berada di tangan Anda wahai saudaraku di jalan Allah, akan membawa Anda menuju kemuliaan Dzat Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang, sehingga jelas dan nampaklah bagi Anda hakikat dari taubat yang <em>nashuha </em>(taubat yang bersih dan jujur). Dan Anda pun akan termasuk menjadi orang-orang yang bertaubat dan bersuci.</p>
<p>Aku memohon kepada Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, Yang Mahahidup lagi Mahaberdiri sendiri agar Dia mene-rima taubat kita dan membersihkan dosa kita serta menjadikan risalah ini sebagai amal shalih yang diterima dengan baik, sehingga risalah ini bisa dijadikan pedoman dan rujukan bagi orang-orang yang bertaubat.</p>
<p>Ditulis oleh<br>
<strong>Abu Usamah Salim bin ‘Ied al-Hilali</strong><br>
selama tiga malam dan selesai pada<br>
bulan Sya’ban tahun 1407H</p>
<p><strong>AYAT-AYAT YANG BERKAITAN DENGAN TAUBAT</strong><br>
Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang berfirman:</p>
<p><strong>وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ</strong></p>
<p><em>“…</em><em>Dan bertaubatlah kepada Allah</em><em>, hai orang-orang</em><em> yang beriman supaya kamu beruntung.”</em> [An-Nuur/24: 31]</p>
<p>Dzat Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang berfirman:</p>
<p><strong>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ</strong><strong> ۖ</strong><strong> نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا</strong><strong> ۖ</strong><strong> إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ</strong></p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb-mu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang beriman yang bersamanya, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, ‘Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.’” </em>[At-Tahrim/66: 8]</p>
<p><strong>PENGERTIAN TAUBAT <em>NASHUHA</em></strong><br>
Taubat <em>nashuha</em> adalah kembalinya seorang hamba kepada Allah <em>Ta’ala, </em>tidak ada sekutu bagi-Nya dari dosa yang pernah ia lakukan karena sengaja atau lupa dengan kembali secara benar, ikhlas, percaya, dan berhukum dengan ketaatan yang akan mengantarkan hamba tersebut kepada kedudukan para wali Allah yang bertakwa serta menjauhkan antara ia dengan jalan-jalan syaitan.</p>
<p>[Disalin dari buku<strong> <em>Luasnya</em></strong><strong><em> Ampunan Allah</em></strong>”  Terjemahan dari kitab <em>at-Taubah</em> <em>an-Nashuuh</em><em> fii Dhau-il Qur-aan al-Kariim wal Ahaa-diits ash-Shahiihah, </em> Ditulis oleh Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali <em>hafizhahullaah</em>, Penerjemah Ruslan Nurhadi, Lc. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir]</p>
 