
<p><span style="color: #000000;"><strong></strong></span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ اْلإِسْلاَمَ دِينًا </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Pada  hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan  kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu.”</em> (Q.S. Al-Maidah (5): 3)</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Di dalam  ayat ini Allah telah menjelaskan bahwa Dia telah menyempurnakan agama  kita untuk kita. Maka, agama ini tidak akan kurang selama-lamanya, dan  tidak butuh tambahan selama-lamanya. Ayat yang mulia ini merupakan <em>nash</em> (teks) yang nyata, bahwa agama Islam tidaklah meninggalkan sesuatupun  yang dibutuhkan oleh manusia di dunia dan di akhirat, kecuali agama ini  telah menerangkannya dan telah menjelaskannya, apa saja perkara itu. Di  antara masalah besar yang dijelaskan oleh Islam dan merupakan topik  pembicaraan dunia adalah masalah ekonomi. Berikut ini kami hadirkan  sebuah tulisan menarik berjudul <strong>Alquran Mengatur Masalah Ekonomi</strong> yang diterjemahkan dari salah satu sub tema sebuah buku berjudul اَلإِسْلاَمُ دِيْنٌ كَامِلٌ (<em>Islam Agama yang Sempurna</em>)  karya seorang ulama besar Islam, Syaikh Muhammad Al-Amin bin Muhammad  Al-Mukhtar Asy-Syanqithi. Semoga bermanfaat. (</span><span style="color: #000000;"><strong>Redaksi <a href="http://www.pengusahamuslim.com/">PengusahaMuslim.com</a></strong></span><span style="color: #000000;">)</span></p>
<p><span style="color: #000000;">______________________<br> </span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Alquran Mengatur Masalah Ekonomi</strong></span></p>
<p><span style="color: #000000;">Alquran  telah menjelaskan prinsip-prinsip ekonomi yang semua cabang-cabang  kembali kepadanya. Hal itu karena masalah-masalah ekonomi kembali kepada  dua prinsip:</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Pertama:</strong> Kecerdasan di dalam mencari harta.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>Kedua:</strong> Kecerdasan di dalam membelanjakan pada tempat-tempatnya.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>[Jalan Mencari Harta</strong>*]<br> </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Perhatikanlah  bagaimana di dalam kitab-Nya, Allah membuka jalan-jalan untuk mencari  harta, dengan cara-cara yang sesuai dengan kehormatan dan agama. Allah  telah menerangi jalan di dalam hal tersebut. Dia berfirman,</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلاَةُ فَانْتَشِرُوا فِي اْلأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن  فَضْلِ اللهِ وَاذْكُرُوا اللهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Apabila  telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan  carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu  beruntung.”</em> (Q.S. Al-Jumu’ah/62: 10).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah juga berfirman,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> وَءَاخَرُونَ يَضْرِبُونَ فِي اْلأَرْضِ يَبْتَغُونَ مِن فَضْلِ اللهِ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Ada di antara kamu orang-orang yang sakit dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah.” </em>(Q.S. Al-Muzammil/73: 20).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah juga berfirman,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَبْتَغُوا فَضْلاً مِّن رَّبِّكُمْ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Tidak ada dosa bagimu mencari karunia (rezeki hasil perniagaan) dari Rabb-mu.”</em> (Q.S. Al-Baqarah/2: 198).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah juga berfirman,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> إِلاَّ أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَن تَرَاضٍ مِّنكُمْ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu.”</em> (Q.S. An-Nisa’/4: 29).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah juga berfirman,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Dan Allah menghalalkan jual beli.”</em> (Q.S. Al-Baqarah/2: 275).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Allah juga berfirman,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلاَلاً طَيِّبًا </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kamu ambil itu, sebagai makanan yang halal lagi baik.”</em> (Q.S. Al-Anfaal/8: 69).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan (ayat-ayat) selain itu.</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><strong>[Metode Membelanjakan Harta]</strong><br> </span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan perhatikanlah, bagaimana Allah memerintahkan sikap hemat di dalam membelanjakan harta,</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> وَلاَتَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلاَتَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya.” </em>(Q.S. Al-Isra’/17: 29).</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> وَالَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Dan  orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak  berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu)  di tengah-tengah antara yang demikian.”</em> (Q.S. Al-Furqan/25: 67).</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> وَيَسْئَلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah, ‘Yang lebih dari keperluan.’”</em> (Q.S. Al-Baqarah/2: 219).</span></p>
<p><span style="color: #000000;">Dan perhatikanlah, bagaimana Allah melarang membelanjakan harta pada perkara yang tidak halal membelanjakan harta padanya,</span></p>
<p class="arab" style="text-align: right;"><span style="color: #000000;"> فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ </span></p>
<p><span style="color: #000000;"><em>“Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan.” </em>(Q.S. Al-Anfaal/8: 36).</span></p>
<p><span style="color: #000000;"> </span></p>
<p><span style="color: #000000;">===<br> Sumber: Kitab اَلإِسْلاَمُ دِيْنٌ كَامِلٌ (Islam Agama yang Sempurna)  karya Syaikh Muhammad Al-Amin bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syanqithi  (1305 H – 1393 H) yang diterbitkan oleh Riyaasah Idaaratil Buhuuts  Al-‘Ilmiyyah wal Ifta’, Riyadh, Kerajaan ‘Arab Saudi; Cet. 2; th. 1423 H  / 2002 M.</span><br> <span style="color: #000000;">*Penambahan sub judul oleh redaksi <a href="http://www.pengusahamuslim.com"><strong>PengusahaMuslim.com</strong></a><br> </span><span style="color: #000000;"><strong>Penerjemah: <a href="http://www.ustadzmuslim.com">Ustadz Abu Isma’il Muslim Atsari</a><br> Artikel <a href="http://www.pengusahamuslim.com">www.PengusahaMuslim.com</a> </strong></span></p>
 