
<p>Ahmad bin Abdil Halim Al Haroni –Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah- pernah  ditanya,</p>
<p><em>“Bagaimana jika ada seseorang tertawa ketika shalat, apakah  shalatnya batal?”</em></p>
<p>Beliau <em>rahimahullah</em> menjawab,</p>
<p>“Jika sekedar tersenyum, tidak membatalkan shalat. Adapun jika  tertawa –sampai terbahak-bahak-, maka itu membatalkan shalat namun tidak  membatalkan wudhu menurut mayoritas ulama seperti Imam Malik, Imam Asy  Syafi’i dan Imam Ahmad. Akan tetapi disunnahkan bagi yang tertawa ketika  shalat untuk kembali berwudhu –menurut pendapat yang terkuat dari dua  pendapat yang ada-. Alasannya, karena ketika itu ia telah melakukan  suatu dosa (dengan tertawa ketika shalat). Juga kenapa dianjurkan tetap  berwudhu? Hal ini demi selamat dari perselisihan ulama yang ada karena  Imam Abu Hanifah menganggap tertawa ketika shalat membatalkan wudhu  (sekaligus membatalkan shalat, pen).”</p>
<p><em>Wallahu a’lam</em>.</p>
<p><strong>Sumber</strong>: <em>Majmu’ Al Fatawa</em>, Ahmad bin Abdil  Halim Al Haroni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 22/614, Darul Wafa’, tahun  1426 H</p>
<p> </p>
<p>Artikel <a href="http://www.rumaysho.com/">www.rumaysho.com</a></p>
<p>Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal</p>
<p>Panggang-GK, pagi penuh berkah, 24 Jumadits Tsani 1431 H (06/06/2010)</p>
<p>Dipublikasikan oleh: <a title="PengusahaMuslim.Com" href="PengusahaMuslim.Com" target="_blank">PengusahaMuslim.Com</a></p>
 