
<p><strong>TIDAK BENAR BAHWA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM SHALAT 20 RAKA’AT DI RAMADHAN, MESKIPUN HAL ITU DIBOLEHKAN?<br></strong></p>
<p>Pertanyaan<br>Sejauh mana tingkat keshahihan hadits ini, saya mohon penjelasan dan rinciannya ; karena pada saat menjelaskan kepada beberapa orang bahwa hadits tersebut tidak shahih, mereka mengatakan:<br>“Sungguh orang-orang wahabi telah menjadikan semua hadits menjadi dha’if (lemah) dan banyak mengesampingkan banyak hal dari agama. Hadits tersebut termasuk yang diriwayatkan oleh sayyid Ibnu Abbas –Radhiyallahu ‘anhuma- :<br><br><strong>( أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يصلي في رمضان عشرين ركعة ثم يوتر )، رواه بن أبي شيبة في ” المصنف ” في المجلد الثاني صفحة 294، والبيهقي في ” سننه ” في المجلد الثاني صفحة 496، وفي ” الطبراني الكبير “، المجلد الحادي عشر صفحة 393، وابن حُميد في ” مسنده ” صفحة 218.</strong><br><br><em>Bahwa Nabi –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mendirikan shalat (tarawih) pada bulan Ramadhan sebanyak 20 raka’at kemudian melakukan shalat witir”.</em> [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, jilid:2, hal. 294 dan Baihaqi dalam Sunannya, jilid: 2, hal.496 dan Thabrani dalam Ath Thabrani Al Kabiir, jilid: 11, hal. 393 dan Ibnu Humaid dalam Musnadnya, hal. 218]<br><br>Jawaban<br>Alhamdulillah.<br><br><strong>Pertama :</strong> Hadits tersebut diriwayatkan dari Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhuma- :<br><br><strong>( أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي رَمَضَانَ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ ).</strong><br><strong>رواه ابن أبي شيبة في ” المصنف ” (2/ 164)، وعبد بن حميد – كما في ” المنتخب ” (رقم653)- والطبراني في ” المعجم الكبير ” (11/393)، و” المعجم الأوسط ” (1/243)، والبيهقي في ” السنن الكبرى ” (2/698).</strong></p>
<p>“<em>Bahwa Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- pernah mendirikan shalat (tarawih) 20 raka’at dan (ditambah) dengan witir</em>”. [HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf: 2/164 dan Abd bin Hamid sebagaimana di dalam Al Muntakhab: 653 dan Thabrani dalam Al Mu’jam Al kabiir: 11/393 dan Al Mu’jam Al Awsath: 1/243 dan Baihaqi dalam Sunan Kubra: 2/698]</p>
<p>Semua itu dari jalur Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman dari Hakam bin Utaibah dari Muqsim dari Ibnu Abbas.</p>
<p><strong>Ath Thabrani</strong> berkata : “Hadits ini tidak diriwayatkan dari Hakam kecuali Abu Syaibah, dan tidak diriwayatkan dari Ibnu Abbas kecuali melalui sanad tersebut”.</p>
<p>Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman adalah seorang Kufi dan Abbasi. Para ahli hadits telah bersepakat akan kedhaifan haditsnya dan mereka menolaknya, bahkan Ibnu Mubarak brkata: “Buang saja (jangan dihiraukan) !!”. Ahmad bin Hambal juga sangat melemahkan (haditsnya), beliau juga berkata: “Haditsnya mungkar, termasuk kerabat dari Hasan bin Umarah. Sedangkan Hasan bin Umarah haditsnya tertinggal (tidak diperhitungkan), An Nasa’i berkata: “Haditnya tertinggal”. Abu Hatim berkata: “Mereka meninggalkan haditsnya”. [Baca Biografinya dalam Tahdzib At Tahdzib: 1/145]</p>
<p>Oleh karenanya para ulama mendha’ifkan hadits tersebut, Ibnu Batthal berkata: “Ibrahim tersebut adalah kakek dari anak-anaknya Syaibah, dia dha’if, haditsnya tidak bisa dijadikan hujjah, yang dikenal bahwa shalat tarawih pada bulan Ramadhan sebanyak 20 raka’at adalah dari Umar dan Ali”. [Syarah Shahih Bukhori: 3/141]</p>
<p><strong>Az Zaila’i –rahimahullah-</strong> berkata : “Dia terhalang oleh Abu Syaibah Ibrahim bin Utsman, kakek dari Imam Abu Bakar bin Abi Syaibah, telah disepakati kedha’ifannya, apalagi menyelisihi hadits yang shahih di atasnya yang diriwayatkan dari Aisyah:</p>
<p><strong>( مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً) ” انتهى باختصار من ” نصب الراية ” (2/153).</strong></p>
<p>“<em>Bahwa beliau tidak menambah pada bulan Ramadhan juga pada bulan lainnya dari 11 raka’at</em>”. [Nasbul Raayah: 2/153]</p>
<p><strong>Didha’ifkan</strong> juga oleh:<br>Ibnu Abdil Bar dalam At Tamhid: 8/115, Baihaqi dalam Sunan Kubra: 2/698, Ibnu Mulqin dalam Al Badrul Munir: 4/350, Haitsami dalam Majma’ Zawaid: 3/173, Ibnu Hajar Al Asqalani dalam Ad Dirayah: 1/203. Adz Dzahabi mengkategorikan dalam Mizan I’tidal: 1/48 termasuk hadits mungkar. Ibnu Hajar Al Haitsami berkata dalam Al Fatawa Al Kubro (1/195): “Hadits tersebut dha’if sekali”. Al Qasthalani juga mendha’ifkannya dalam Al Mawahib Al Ladunniyah (3/306), termasuk As Suyuthi sebagaimana di dalam Al Hawi (1/413). Albani dalam As Silsilah Ad Dha’ifah telah memutuskan sebagai hadits maudhu’ (palsu).</p>
<p>Dari sini menjadi jelas bahwa para ulama telah bersepakat bahwa hadits tersebut adalah <strong>dha’if.</strong></p>
<p><strong>Kedua: </strong>Telah ditetapkan dalam Shahih Bukhori dan yang lainnya bahwa Aisyah –Radhiyallahu ‘anha- telah ditanya tentang shalat malamnya beliau –Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pada bulan Ramadhan dan menjawab:</p>
<p><strong>( مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلاَ فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ) .</strong></p>
<p>“<em>Beliau tidak pernah menambah pada bulan Ramadhan, tidak juga pada bulan lainnya dari 11 raka’at</em>”.</p>
<p>Di sini Aisyah –Radhiyallahu ‘anha- telah mengabarkan tentang perbuatan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, kalau misalnya Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mendirikan shalat tarawih 20 raka’at maka hal itu akan diketahui oleh Aisyah –Rahdiyallahu ‘anha-.</p>
<p><strong>Ketiga: </strong>Adapun jumlah raka’at shalat tarawih telah dijelaskan sebelumnya pada jawaban soal nomor:  <a href="https://almanhaj.or.id/13246-bilangan-rakaat-shalat-tarawih.html"><strong>9036</strong></a>.</p>
<p><strong>Keempat: </strong>Adapun pernyataan sebagian orang yang tidak suka bahwa hal itu termasuk faham wahabi, maka silahkan di baca fatwa nomor: <a href="https://almanhaj.or.id/3523-siapa-itu-wahhabi-dan-apa-dakwahnya.html"><strong>10867</strong></a> dan <a href="https://almanhaj.or.id/category/aktual-wahhabi"><strong>120090</strong>.</a></p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<p>Disalin dari <a href="https://islamqa.info/id/answers/221914/tidak-benar-bahwa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam--shalat-20-rakaat-di-ramadhan-meskipun-hal-itu-dibolehkan">islamqa</a></p>


<p></p>
 